Diserang Hama, Petani Karawang Terima Klaim Kerugian dari Jasindo

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Minggu, 07 April 2019 | 10:09 WIB
Diserang Hama, Petani Karawang Terima Klaim Kerugian dari Jasindo
Ilustrasi padi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), yang lahan sawahnya terkena serangan hama organisme pengganggu tanaman (OPT), ternyata masih bisa tersenyum. Untung mereka telah mengikuti program asuransi pertanian, sehingga kerugian dapat diklaim pembayarannya dari PT Jasindo.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengungkapkan harapannya agar alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pembayaran klaim asuransi tersebut dapat meningkatkan semangat untuk bertani.

“Kepada kelompok tani yang mendapatkan bantuan ini, kami harap agar dapat dipergunakan semestinya. Dengan pembayaran klaim asuransi ini, petani bisa langsung menanam kembali dan alsintan harus dijaga dengan baik serta dirawat selepas pemakaian,” ujarnya, Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Klaim asuransi diberikan kepada Kecamatan Rengasdengklok untuk Poktan Bojongsari seluas 0.9 hektare senilai  Rp 5.400.000, untuk Poktan Sri Pohaci seluas 1,8 hektare senilai Rp 10.800.000, untuk Poktan Dewi Sinta seluas 3,02 hektare senilai Rp 18.120.000, dan untuk Poktan Mekarsari seluas 1,9 hektare senilai Rp 11.400.000.

Kemudian di Kecamatan Karawang Barat, untuk Poktan Marga Asih I seluas 8,9 hektare senilai Rp 53.400.000, untuk Poktan Marga Asih I seluas 9,17 hektare senilai Rp 55.020.000, untuk Poktan Marga Asih I seluas 9,5 hektare senilai Rp 57.000.000, untuk Poktan Margalaksana II seluas 5,4 hektare senilai Rp 32.400.000.

Selanjutnya, kepada Kecamatan Tempuran, untuk Poktan Belut Putih seluas 1 hektare senilai Rp 6.000.000, untuk Poktan Tani Mukti seluas 1,5 hektare senilai Rp 9.000.000 dan Kecamatan Majalaya untuk Poktan Panglipur II seluas 1,6 hektare senilai  Rp 9.600.000, serta Poktan Tirta Mustika seluas 2,2 hektare senilai Rp 13.200.000.

Sarwo menyebutkan, Kabupaten Karawang merupakan salah satu sentra padi yang paling tinggi kepeduliannya terhadap asuransi pertanian. Pada 2018, dari pagu Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) 29.000 hektare, yang terealisasi mencapai 24,7 ribu hektare, sementara klaim yang terjadi seluas 385 hektare.

“Pemerintah memberi subsidi Rp 144.000 per hektare dan petani hanya dibebani Rp 36.000 per hektare. Sejauh ini, respons petani Karawang terhadap program asuransi pertanian cukup baik,” pungkas Sarwo Edhy.

Sementara itu, Kasubdit Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian, Waluyo mengatakan, dalam rangka pembangunan pertanian, Kementan banyak memberikan bantuan sarana produksi pertanian, mulai dari luas baku lahan atau cetak sawah, optimasi dan sarana sarana lainnya, termasuk perlindungan tanaman yang dilandasi oleh UU No.19 tahun 2013.

“Perlindungan tanaman dan perlindungan usaha tani padi dan ternak khususnya, melalui asuransi pertanian bekerja sama dengan Jasindo dan dapat penugasan dari Menteri BUMN,” kata Waluyo.

Asuransi pertanian di Indonesia baru pertama kali mulai diujicoba pada 2015 - 2019, dengan bantuan premi sebesar Rp 180.000 per hektare. Adapun yang dibayarkan swadaya petani sebesar 20 persen, yaitu Rp 36.000 dan dibantu oleh pemerintah sebesar 80 persen, yaitu Rp 144.000 per hektare.

“Nilai pertanggungan sebesar Rp 6 juta per hektare apabila terjadi risiko kerusakan atau gagal panen, dengan luas kerusakan 75 persen dari luas lahan per hektarenya,” jelasnya.

Program asuransi pertanian, saat ini sudah berjalan di seluruh Indonesia, yakni di 27 provinsi. Rencananya, pada 2020 akan berjalan di 33 provinsi.

Data Ditjen PSP Kementan mencatat, pada 2015 ada 42.030 hektare yang mengikuti AUTP, akumulasi 2016 sebesar 499.999 hektare.

Pada 2017 tercatat 997.960 hektare dan pada 2018 sebanyak 246.785 hektare, dengan akumulsi per tahun 2018 adalah 1.744.745 hektare lahan yang diasuransikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Workshop

Demi Selamatkan Rawa dan Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Workshop

Bisnis | Sabtu, 06 April 2019 | 08:44 WIB

Kementan : Petani Daerah harus Paham soal Layanan Jasa Mesin Pertanian

Kementan : Petani Daerah harus Paham soal Layanan Jasa Mesin Pertanian

Bisnis | Jum'at, 05 April 2019 | 08:21 WIB

Kementan Prihatin Penggunaan Pestisida Ilegal Ditemukan di Brebes

Kementan Prihatin Penggunaan Pestisida Ilegal Ditemukan di Brebes

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 08:37 WIB

Kementan Lepas Ekspor Perdana Jagung ke Korea Selatan

Kementan Lepas Ekspor Perdana Jagung ke Korea Selatan

Bisnis | Sabtu, 30 Maret 2019 | 11:37 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB