Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Dapat Bantuan Pertanian, Bupati Takalar Menyatakan Apresiasinya

Arsito Hidayatullah | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 12 April 2019 | 18:20 WIB
Dapat Bantuan Pertanian, Bupati Takalar Menyatakan Apresiasinya
Bupati Takalar, Syamsari Kitta dalam acara Pertemuan Apresiasi dan Singkronisasi Program Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2019 yang dihelat di Alun-Alun Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/4/2019) (Dok : Kementan).

Suara.com - Bantuan pertanian dari pemerintah di Kabupaten Takalar mencapai puluhan miliar rupiah, baik dalam bentuk saluran irigasi, jalan usaha tani, alat mesin pertanian, dan tahun lalu, bantuan program bekerja untuk 2.500 kepala keluarga miskin tani. 

Atas bantuan ini, Bupati Takalar, Syamsari Kitta menyatakan apresiasinya atas berbagai program dan bantuan di era Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla, khususnya dalam sektor pertanian. Ia bahkan mendoakan Jokowi untuk kembali menjadi presiden periode berikutnya.

“Kita menantikan kedatangan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sudah lama, karena banyak bantuan yang digelontorkan kepada petani Takalar beberapa tahun ini. Hari ini pun kembali beliau berikan bantuan Rp 33 miliar," demikian ujar Syamsari dalam sambutan "Pertemuan Apresiasi dan Singkronisasi Program Kementerian Pertanian (Kementan) 2019", yang dihelat di alun-alun Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (12/4/2019). 

Pada kesempatan ini hadir Mentan yang memberikan langsung bantuan kepada petani. Pertemuan juga dihadiri lebih dari 30 ribu petani dan santri dari enam kabupatan, yakni Takalar, Gowa, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai dan Selayar.

Syamsari menambahkan, bersama segenap bupati yang hadir, yakni bupati Jeneponto, Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, Gowa dan Selayar, ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan kebijakan dan keberpihakan untuk membantu petani. Tahun lalu juga dikucurkan dana desa Rp 134 miliar untuk enam kabupaten, yang mana total bantuan hampir Rp 1 triliun. 

"Bantuan semuanya dirasakan petani. Jalan tani sudah tidak becek lagi. Ini bukti nyata Presiden Jokowi sangat memperhatikan petani," akunya.

Khusus Kabupaten Takalar yang mengusung program satu sapi satu kepala keluarga, lanjut Syamsari, pada  2018 telah bersinergi dengan APBD. Untuk desa sudah diadakan 500 ekor sapi dan tahun ini 3000 ekor. Ini adalah bukti dari keberpihakan pemerintahan.

“Kami mau menyampaikan harapan agar ada tambahan bantuan dari Kementerian Pertanian, sehingga program sapi ini selesai tahun depan. Kami yakin, kehadiran Menteri Pertanian mendukung program ini," ujar Syamsari.

Sementara itu, Mentan mengatakan, bantuan pertanian di era pemerintahan Jokowi - JK pada 2014 - 2019 untuk Sulawesi Selatan totalnya mencapai Rp 15,7 triliun. Bantuan ini terdiri dari bantuan untuk Kabupaten Takalar Rp 375,3 miliar, Gowa Rp 780,2 miliar, Jeneponto Rp 455,7 miliar, Bantaeng Rp 249,8 miliar, Bulukumba Rp 509,3 miliar, Sinjai Rp 335,8 miliar dan Kabupaten Selayar Rp 440,3 miliar.

“Bantuan hari ini untuk Takalar sebesar Rp 33 miliar, berupa ayam 165 ribu ekor gratis kandang, vaksin dan pakan selama 6 bulan, bibit kelapa 5 ribu batang, kambing, sapi, benih sayuran, bibit mangga, benih padi, jagung dan alat mesin pertanian. Bantuan ini diberikan Presiden Jokowi kepada petani. Bantuan kami bawa terbanyak sepanjang sejarah," ujarnya.

Khusus bantuan alat mesin pertanian, sambung Amran, total bantuan pada 2015 - 2018 untuk Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 25.410 unit, dengan nilai Rp 920,6 miliar. Di Takalar, bantuan alat mesin pertanian yang digelontorkan mencapai 1.986 unit, dengan nilai Rp 49 miliar.

“Di awal pemerintahan Jokowi - JK telah dialokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk pembangunan tiga bendungan di Jeneponto, Sidrap dan Luwu," terangnya.

Lebih lanjut Amran menegaskan, pertanian Sulawesi Selatan hingga saat ini semakin tumbuh, dan petani mendapatkan harga yang tinggi. Ekspor komoditas pertanian dari Sulawesi Selatan sudah langsung ke China dan Eropa, sehingga tidak lagi transit di Lampung dan Surabaya. Secara nasional, ekspor pertanian hingga saat ini melonjak 26 persen, nilainya Rp 1.700 triliun. 

“Baru-baru ini, kita ekspor dari Sulawesi Selatan senilai Rp 800 miliar. Ke depan, volume ekspor terus kita tingkatkan," tegasnya.

Lebih lanjut Amran mengatakan, karena Kabupaten Takalar, Gowa, Jeneponto dan Bantaeng merupakan lumbung jagung, maka Kementan menargetkan untuk membangun pabrik pakan. KAmran menyatakan bangga kepada petani di daerah ini yang mengoptimalkan lahan tadah hujan untuk ditanami jagung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Minta Lahan Pasang Surut di Banyuasin Selesai Akhir Mei

Kementan Minta Lahan Pasang Surut di Banyuasin Selesai Akhir Mei

Bisnis | Jum'at, 12 April 2019 | 09:42 WIB

Kementan Berusaha Akses Dana Pusat Pengembangan Investasi Pemerintah

Kementan Berusaha Akses Dana Pusat Pengembangan Investasi Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 12 April 2019 | 08:39 WIB

Petani Purbalingga Dapat Bantuan Alat Mesin Pertanian dari Pemerintah

Petani Purbalingga Dapat Bantuan Alat Mesin Pertanian dari Pemerintah

Bisnis | Kamis, 11 April 2019 | 08:27 WIB

Kementan Dorong Pemda Keluarkan Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian

Kementan Dorong Pemda Keluarkan Regulasi Perlindungan Lahan Pertanian

Bisnis | Rabu, 10 April 2019 | 08:17 WIB

Terkini

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:31 WIB

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Isi Token Listrik Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Simak Cara Hitungnya di Sini

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:30 WIB

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB