Waspada Daging Sapi Gelonggongan Jelang Lebaran Idul Fitri

Iwan Supriyatna

Jum'at, 10 Mei 2019 | 09:28 WIB
Waspada Daging Sapi Gelonggongan Jelang Lebaran Idul Fitri
Ilustrasi daging sapi.

Suara.com - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan mengintensifkan pemantauan penjualan daging sapi di sejumlah pasar tradisional menjelang Lebaran untuk memastikan tidak ada daging sapi gelonggongan atau daging sapi oplosan yang dijual.

“Sekitar 10 hari menjelang Lebaran akan kami intensifkan pemantauan maupun sidak,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Jumat (10/5/2019).

Meskipun demikian, Sugeng memperkirakan, pedagang yang menjual daging sapi gelonggongan atau oplosan hampir tidak akan ditemukan karena saat ini konsumen sudah memiliki pengetahuan yang cukup baik untuk mencermati kualitas daging sapi yang akan mereka beli.

Ia menyebutkan pedagang banyak yang tidak mau berspekulasi dengan menjual daging gelonggongan yang kualitasnya tidak terlalu baik atau daging oplosan karena konsumen sangat selektif.

“Konsumen sudah mengetahui bagaimana cara membedakan daging yang berkualitas baik dengan daging yang tidak berkualitas. Di media elektronik, sosial maupun you tube sudah banyak beredar informasi atau tips untuk mencermati kualitas daging,” katanya.

Sugeng menyebutkan akan melakukan pemantauan dengan menerjunkan banyak petugas ke sejumlah pasar tradisional besar seperti Beringharjo, Kranggan, Sentul dan Kotagede karena memiliki suplai daging dalam jumlah banyak.

“Untuk pasar-pasar kecil, kami cukup menurunkan dua petugas,” lanjutnya.

Untuk jumlah sapi yang disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta sampai saat ini masih normal yaitu sekitar enam ekor setiap hari.

Namun, jumlah sapi yang disembelih diperkirakan mengalami kenaikan hingga 100 persen menjadi 12 ekor sekitar satu pekan menjelang Lebaran.

baca juga

“Seperti tahun lalu, satu pekan sebelum Lebaran RPH Giwangan menyembelih hingga 12 ekor sapi per hari. Pada saat itu, ada kenaikan permintaan dari konsumen,” katanya.

Untuk daging dari luar Kota Yogyakarta tetap harus menjalani “her kuering” di RPH Giwangan sebelum dijual ke pasar tradisional.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, harga daging sapi di pasar tradisional sampai saat ini masih stabil.

“Daging sapi dengan kualitas baik dijual dengan harga Rp 120.000 per kilogram (kg). Harga ini sudah bertahan cukup lama. Dan kami pastikan, stok daging sapi selama puasa mencukupi,” katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Lebaran Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Rp 1,9 Triliun Setiap Hari

Sambut Lebaran Idul Fitri, Bank Mandiri Siapkan Rp 1,9 Triliun Setiap Hari

Bisnis | Jum'at, 10 Mei 2019 | 09:06 WIB

Jelang Piala Sudirman 2019, Fajar / Rian Tak Kuat Puasa, Ganti Usai Lebaran

Jelang Piala Sudirman 2019, Fajar / Rian Tak Kuat Puasa, Ganti Usai Lebaran

Sport | Kamis, 09 Mei 2019 | 21:03 WIB

Momen Lebaran, Masyarakat Indonesia Ajukan Kredit untuk Barang-barang Ini

Momen Lebaran, Masyarakat Indonesia Ajukan Kredit untuk Barang-barang Ini

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2019 | 19:05 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×