Menteri Rini Klaim Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk Bangun Kota Baru

Selasa, 14 Mei 2019 | 14:39 WIB
Menteri Rini Klaim Kereta Cepat Jakarta-Bandung untuk Bangun Kota Baru
Miniatur rute Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan tujuan utama pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung untuk membangun kota-kota baru di sekitar jalur kereta. Rini berharap hal tersebut bisa memeratakan pendapatan sehingga masyarakat kita lebih banyak yang lebih sejahtera.

Rini mengklaim dengan kereta api cepat Jakarta - Bandung itu bisa mengurai konsentrasi penyebaran penduduk di Jakarta dan Bandung.

"Tujuan utamanya bagaimana kita bisa membangun kota-kota baru, kita bisa mengurai konsentrasi-konsentrasi di kota besar seperti Jakarta dan Bandung untuk membentuk kota baru sehingga membentuk perekonomian baru pula," ujar Menteri Rini di Walini, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019).

"Jadi harapannya ini hanya suatu permulaan, 142,7 Km jarak kereta cepat Jakarta-Bandung dan InsyaAllah nanti ada terusnya atau kelanjutannya. Mudah-mudahan dari Jakarta sampai ke Surabaya Insya Allah kita bisa membangun kereta cepat sehingga di antaranya akan terbangun kota-kota baru," lanjut dia.

Menteri BUMN tersebut juga menambahkan bahwa dengan demikian seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan dan menikmati perekonomian yang makmur dan sejahtera. Sebelumnya Menteri BUMN Rini Soemarno ingin pembangunan semua stasiun kereta cepat bisa selesai berbarengan dengan rampungnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Selain berharap semua stasiun kereta cepat rampung bersamaan dengan tuntasnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Menteri Rini juga ingin pembangunan TOD bisa segera dimulai.

Sementara itu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika mengungkapkan dalam proyek kereta cepat itu pihaknya juga akan membangun properti baru. Ada tiga kawasan besar, pertama di Karawang, terus yang kedua berada di Tegalluar, perbatasan Bandung dan kawasan ketiga yang paling besar berlokasi di Walini.

Walini akan menjadi kota baru yang dikembangkan oleh pihaknya. Dengan tiga titik kawasan tersebut maka perkiraan pendapatan atau "revenue forecast" sebesar Rp266,1 triliun.

Menurut data yang dilansir Wika, total lahan yang akan dikembangkan dalam jalur proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini seluas 1.988 hektare. Total lahan itu terdiri dari Halim seluas 18 hektare, Karawang seluas 250 hektare, Tegalluar 450 hektare dan Walini seluas 1.270 hektare.

Baca Juga: Bertemu Presiden China, JK Pastikan Proyek Kereta Cepat Rampung 2020

Kereta api cepat Jakarta-Bandung ini akan diintegrasikan dengan TOD (Transit Oriented Development) guna menciptakan pusat ekonomi baru. Pendapatan tidak hanya berasal dari tiket, namun juga dari aktivitas-aktivitas perekonomian di area TOD. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI