Sering Macet, Para Pengusaha di Puncak Protes Hingga Temui Bupati Bogor

Iwan Supriyatna

Selasa, 28 Mei 2019 | 15:54 WIB
Sering Macet, Para Pengusaha di Puncak Protes Hingga Temui Bupati Bogor
Kemacetan terjadi saat libur di Jalur Puncak, Sabtu (22/12/2018). (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Jalan utama menuju ke sejumlah objek wisata di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat semakin sering macet, sehingga sejumlah pengusaha objek wisata di daerah itu berinisiatif segera bertemu Bupati Bogor guna mencari jalan keluar yang terbaik.

"Sekarang ini kalau kami ditanya kendala objek wisata di kawasan sini, jawabannya satu kata, yaitu macet," tegas General Manajer Royal Safari Garden (RSG), Lies Yuwati didampingi Manajer Pemasaran dan Komunikasi Dian Sagita di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin malam.

Lies Yuwati menjelaskan, selain kemacetan itu perlu diurai, juga perlu adanya kepastian tentang jam buka-tutup jalan dari dan menuju ke arah Puncak tersebut, agar warga yang datang dari jauh sudah bisa mempersiapkan diri dengan baik dan lebih pasti.

"Karena jam buka-tutup belum ada kepastian secara pasti dan tetap, maka banyak wisatawan yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah di Indonesia untuk berwisata di kawasan itu mengurungkan niatnya atau gagal," ujarnya.

Kemacetan lalu lintas itu, lanjut dia, belakangan ini tidak hanya pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tapi juga sudah terjadi pada hari biasa.

Kondisi itu, jika terus dibiarkan, maka selain akan mengurangi bahkan menurunkan minat masyarakat berwisata, juga akan sangat berpotensi menimbulkan kerugian di banyak pihak dan sektor, utamanya yang terkait dengan bisnis pariwisata serta pendapatan daerah.

Karena itu, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan kalangan dunia usaha pariwisata setempat, juga dengan Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat membahas soal itu, namun belum juga membuahkan hasil yang maksimal.

Beberapa dampak negatif jika masalah lalu lintas di kawasan itu tidak segera diatasi, antara lain adalah banyak warga yang kurang nyaman, bahkan gagal menikmati objek wisata di sana, juga menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, serta jumlah tamu hotel-hotel di kawasan tersebut.

Lies bahkan mengungkapkan penurunan jumlah hunian kamar hotel akibat kemacetan lalu lintas itu sudah mencapai sekitar 20 persen, namun dia tidak menyebutkan angkanya secara rinci.

baca juga

Dia menambahkan pula, pada menjelang akhir Ramadan atau menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H/2019 M ini, jumlah pesanan kamar hotel di kawasan Puncak Bogor ada yang baru berkisar 50 persen, namun dia berharap dan merasa optimistis angka itu akan meningkat lagi hingga mendekati hari Lebaran nanti.

Sementara itu, Direktur Taman Safari Bogor, Jansen Manansang didampingi Humasnya, Yulius H Suprihardo mengatakan, pihaknya sedang dan akan terus memaksimalkan persiapan guna menyambut lonjakan wisatawan pada perayaan Idul Fitri tahun ini.

Senada dengan Lies Yuwati, ia mengatakan salah satu kendala utama dan yang paling sering dikeluhkan oleh para wisatawan yang akan masuk ke objek wisata yang dikelolanya adalah soal kemacetan lalu lintas itu.

"Memang benar di kawasan sini (Cisarua, Bogor) banyak sekali objek wisata menarik dan banyak pula masyarakat dari berbagai daerah yang sudah tahu dan akan datang ke sini, tetapi ya itu kendala dan yang paling sering dikeluhkan adalah soal macet," katanya.

Jansen mencontohkan salah satu objek wisata baru yang ada di TSI akhir-akhir ini adalah Panda. Namun banyak yang terkendala datang karena kemacetan lalu lintas.

Karena itu ia berharap aparat Dinas Pehubungan, Polri, utamanya Polantas, dan Pemerintah Kabupaten Bogor bisa segera mencarikan solusi terbaik atas masalah tersebut demi kepentingan bersama, yakni masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah darah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngabuburit Anti Bosan, Ini 3 Objek Wisata Seru di Jakarta Nunggu Berbuka

Ngabuburit Anti Bosan, Ini 3 Objek Wisata Seru di Jakarta Nunggu Berbuka

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2019 | 07:00 WIB

Ngabuburit Anti Bosan Taman Safari, Naik Kuda Poni Sambil Nunggu Bedug

Ngabuburit Anti Bosan Taman Safari, Naik Kuda Poni Sambil Nunggu Bedug

News | Senin, 06 Mei 2019 | 17:21 WIB

Pesona Objek Wisata Pemandian Kali Reco di Malang, Jernih Bak Kaca

Pesona Objek Wisata Pemandian Kali Reco di Malang, Jernih Bak Kaca

Lifestyle | Jum'at, 03 Mei 2019 | 14:00 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×