Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Sering Macet, Para Pengusaha di Puncak Protes Hingga Temui Bupati Bogor

Iwan Supriyatna

Selasa, 28 Mei 2019 | 15:54 WIB
Sering Macet, Para Pengusaha di Puncak Protes Hingga Temui Bupati Bogor
Kemacetan terjadi saat libur di Jalur Puncak, Sabtu (22/12/2018). (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Jalan utama menuju ke sejumlah objek wisata di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat semakin sering macet, sehingga sejumlah pengusaha objek wisata di daerah itu berinisiatif segera bertemu Bupati Bogor guna mencari jalan keluar yang terbaik.

"Sekarang ini kalau kami ditanya kendala objek wisata di kawasan sini, jawabannya satu kata, yaitu macet," tegas General Manajer Royal Safari Garden (RSG), Lies Yuwati didampingi Manajer Pemasaran dan Komunikasi Dian Sagita di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Senin malam.

Lies Yuwati menjelaskan, selain kemacetan itu perlu diurai, juga perlu adanya kepastian tentang jam buka-tutup jalan dari dan menuju ke arah Puncak tersebut, agar warga yang datang dari jauh sudah bisa mempersiapkan diri dengan baik dan lebih pasti.

"Karena jam buka-tutup belum ada kepastian secara pasti dan tetap, maka banyak wisatawan yang datang jauh-jauh dari berbagai daerah di Indonesia untuk berwisata di kawasan itu mengurungkan niatnya atau gagal," ujarnya.

Kemacetan lalu lintas itu, lanjut dia, belakangan ini tidak hanya pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, tapi juga sudah terjadi pada hari biasa.

Kondisi itu, jika terus dibiarkan, maka selain akan mengurangi bahkan menurunkan minat masyarakat berwisata, juga akan sangat berpotensi menimbulkan kerugian di banyak pihak dan sektor, utamanya yang terkait dengan bisnis pariwisata serta pendapatan daerah.

Karena itu, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan kalangan dunia usaha pariwisata setempat, juga dengan Pengurus Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) setempat membahas soal itu, namun belum juga membuahkan hasil yang maksimal.

Beberapa dampak negatif jika masalah lalu lintas di kawasan itu tidak segera diatasi, antara lain adalah banyak warga yang kurang nyaman, bahkan gagal menikmati objek wisata di sana, juga menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, serta jumlah tamu hotel-hotel di kawasan tersebut.

Lies bahkan mengungkapkan penurunan jumlah hunian kamar hotel akibat kemacetan lalu lintas itu sudah mencapai sekitar 20 persen, namun dia tidak menyebutkan angkanya secara rinci.

baca juga

Dia menambahkan pula, pada menjelang akhir Ramadan atau menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H/2019 M ini, jumlah pesanan kamar hotel di kawasan Puncak Bogor ada yang baru berkisar 50 persen, namun dia berharap dan merasa optimistis angka itu akan meningkat lagi hingga mendekati hari Lebaran nanti.

Sementara itu, Direktur Taman Safari Bogor, Jansen Manansang didampingi Humasnya, Yulius H Suprihardo mengatakan, pihaknya sedang dan akan terus memaksimalkan persiapan guna menyambut lonjakan wisatawan pada perayaan Idul Fitri tahun ini.

Senada dengan Lies Yuwati, ia mengatakan salah satu kendala utama dan yang paling sering dikeluhkan oleh para wisatawan yang akan masuk ke objek wisata yang dikelolanya adalah soal kemacetan lalu lintas itu.

"Memang benar di kawasan sini (Cisarua, Bogor) banyak sekali objek wisata menarik dan banyak pula masyarakat dari berbagai daerah yang sudah tahu dan akan datang ke sini, tetapi ya itu kendala dan yang paling sering dikeluhkan adalah soal macet," katanya.

Jansen mencontohkan salah satu objek wisata baru yang ada di TSI akhir-akhir ini adalah Panda. Namun banyak yang terkendala datang karena kemacetan lalu lintas.

Karena itu ia berharap aparat Dinas Pehubungan, Polri, utamanya Polantas, dan Pemerintah Kabupaten Bogor bisa segera mencarikan solusi terbaik atas masalah tersebut demi kepentingan bersama, yakni masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah darah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngabuburit Anti Bosan, Ini 3 Objek Wisata Seru di Jakarta Nunggu Berbuka

Ngabuburit Anti Bosan, Ini 3 Objek Wisata Seru di Jakarta Nunggu Berbuka

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2019 | 07:00 WIB

Ngabuburit Anti Bosan Taman Safari, Naik Kuda Poni Sambil Nunggu Bedug

Ngabuburit Anti Bosan Taman Safari, Naik Kuda Poni Sambil Nunggu Bedug

News | Senin, 06 Mei 2019 | 17:21 WIB

Pesona Objek Wisata Pemandian Kali Reco di Malang, Jernih Bak Kaca

Pesona Objek Wisata Pemandian Kali Reco di Malang, Jernih Bak Kaca

Lifestyle | Jum'at, 03 Mei 2019 | 14:00 WIB

Terkini

601 Kecelakaan Kapal Terjadi dalam 8 Bulan, DPR Sebut Indonesia Darurat Angkutan Laut

601 Kecelakaan Kapal Terjadi dalam 8 Bulan, DPR Sebut Indonesia Darurat Angkutan Laut

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:48 WIB

Rayakan Kemerdekaan Lewat Modeling, Talenta Muda Tampil Percaya Diri Unjuk Gaya dan Karakter

Rayakan Kemerdekaan Lewat Modeling, Talenta Muda Tampil Percaya Diri Unjuk Gaya dan Karakter

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Plot Twist! Foto Bareng Presiden Prabowo, Marissa Anita Diingatkan Soal Widji Thukul

Plot Twist! Foto Bareng Presiden Prabowo, Marissa Anita Diingatkan Soal Widji Thukul

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Awalnya Bantu Korban Kebakaran, Dua Warga Cirebon Malah Gondol Rp47 Juta dan Emas

Awalnya Bantu Korban Kebakaran, Dua Warga Cirebon Malah Gondol Rp47 Juta dan Emas

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:47 WIB

16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun

16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik

Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Tinjau Posko Gempa Maumere, Mendagri Puji Detail Data Pemkab Sikka

Tinjau Posko Gempa Maumere, Mendagri Puji Detail Data Pemkab Sikka

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:41 WIB

5 Bahan Makanan yang Beracun Jika Tidak Diolah Benar, Termasuk Kimpul?

5 Bahan Makanan yang Beracun Jika Tidak Diolah Benar, Termasuk Kimpul?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Rumus Volume Kerucut Lengkap dengan Cara Hitung Paling Gampang

Rumus Volume Kerucut Lengkap dengan Cara Hitung Paling Gampang

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:33 WIB

Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?

Beban Perubahan di Pundak Mahasiswa: Sampai Kapan Rakyat Menitipkan Harapan?

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:30 WIB

×