Imbas Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Hotel Gigit Jari Lebaran Ini

Iwan Supriyatna | Muslimin Trisyuliono | Suara.com

Selasa, 11 Juni 2019 | 19:03 WIB
Imbas Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Hotel Gigit Jari Lebaran Ini
Ilustrasi hotel. (Pixabay)

Suara.com - Mahalnya tiket pesawat selain dikeluhkan masyarakat umum juga dikeluhkan para pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Para pengusaha hotel mengeluhkan okupansi atau jumlah unit terpakai mengalami penurunan pada musim mudik lebaran tahun ini.

Wakil Ketua Umum PHRI Maulana Yusran mengungkapkan, penurunan jumlah pengunjung hotel tidak dirasakan hanya di Pulau Jawa saja melainkan di berbagai daerah lain.

Mahalnya tiket pesawat diduga membuat pemudik tidak bisa memaksimalkan kunjungannya ke kampung halaman dan berlibur bersama keluarga dengan menikmati fasilitas hotel.

"Di daerah Jawa ada beberapa masih ada yang cukup baik karena transportasinya ada melalui darat, tetapi untuk daerah lain seperti Sumatera dan Kalimantan terkendala masalah tiket pesawat," ujar Maulana Yusran saat dihubungi Suara.com.

Yusran menuturkan, pada mudik tahun ini jumlah pengunjung hotel mengalami pergeseran. Menurutnya, pemudik banyak yang menggunakan jalur darat menuju kampung halaman sehingga durasi kunjungan lebih singkat.

"Yang kita hitung sekarang berapa lama momentum tingkat hunian itu bisa tinggi. Kalau biasanya dari tahun ke tahun bisa lima atau tujuh hari kalau sekarang menjadi pendek antara dua hingga tiga hari," tambahnya.

Penurunan jumlah pengunjung saat mudik lebaran baru terjadi pada tahun ini. Bahkan Yusran menegaskan banyak masyarakat memanfaatkan berlibur lebaran untuk bepergian keluar negeri.

"Tahun kemarin kita tidak ada masalah dengan tiket pesawat ya banyak masyarakat memanfaatkan momentum mudik ada berwisata ke daerah. Kalau sekarang berbeda mereka justru melakukan perjalan ke luar negeri," terangnya.

Sedangkan untuk wilayah Jabodetabek Yusran menuturkan terjadi penurunan pengunjung. Menurutnya hal tersebut terjadi karena mayoritas pendatang yang memanfaatkan mudik ke kampung halaman.

"Momentum lebaran daerah lain seperti Jakarta tentu lebih rendah," pungkasnya.

Seperti diketahui, kenaikan tiket pesawat terjadi pada maskapai Garuda Indonesia Group dan diikuti dengan Lion Air Group.

Mengingat di Tanah Air hanya ada maskapai tersebut, sehingga masyarakat tak memiliki pilihan lain untuk menggunakan pesawat yang lebih murah.

Jikalau pun ada pesawat murah yakni AirAsia, tak banyak memberikan kontribusi ke sektor lainnya, mengingat AirAsia hanya terbang di sedikit destinasi di Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Opsi Undang Maskapai Asing Masuk RI Bakal Dibahas Pekan Depan

Opsi Undang Maskapai Asing Masuk RI Bakal Dibahas Pekan Depan

Bisnis | Senin, 10 Juni 2019 | 12:47 WIB

Kemenhub Temukan Maskapai Terindikasi Jual Tiket Melebihi Harga Termahal

Kemenhub Temukan Maskapai Terindikasi Jual Tiket Melebihi Harga Termahal

Bisnis | Selasa, 04 Juni 2019 | 12:28 WIB

Jokowi Undang Maskapai Asing Supaya Tiket Murah, Menhub Ajukan Syarat

Jokowi Undang Maskapai Asing Supaya Tiket Murah, Menhub Ajukan Syarat

Bisnis | Selasa, 04 Juni 2019 | 09:20 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB