Disaksikan Ibu, Ridwan Kamil Mantap Bungkam Haters soal Masjid Illuminati

Iwan Supriyatna

Rabu, 12 Juni 2019 | 09:47 WIB
Disaksikan Ibu, Ridwan Kamil Mantap Bungkam Haters soal Masjid Illuminati
Masjid Al Safar. (istimewa)

Suara.com - Masjid Al Safar yang terletak di ruas tol Cipularang Km 88 Bandung, Jawa Barat, rancangan arsitek sekaligus Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Masjid yang berada di pinggir tol itu mendadak viral lantaran dianggap memiliki simbol illuminati mata dajjal berupa segitiga dan lingkaran.

Tak ingin kontroversi itu berlarut-larut, Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil itu pun kemudian memberikan penjelasan dalam sebuah diskusi umum bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rachmat Syafei dan Ustaz Rahmat Baequni di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/6/2019) kemarin.

"Demi Allah tidak ada niat apa pun dalam benak saya dalam mendesain masjid, khususnya Masjid Al Safar, kecuali ingin mendatangkan lebih banyak jemaah yang sholat di situ," kata Ridwan Kamil.

Ilustrasi mata satu. (Unsplash/Drew Graham)
Ilustrasi mata satu. (Unsplash/Drew Graham)

Terkait bentuk-bentuk geometri yang terdapat dalam dunia arsitektur, ia memastikan bentuk yang ada di Masjid Al Safar bukanlah simbol illuminati.

Ridwan Kamil secara tegas menyebut, simbol yang ada dalam mihrab masjid itu bukanlah berbentuk segitiga melainkan bentuk trapesium.

"Jadi sekarang disampaikan bahwa bentuknya segitiga. Ini bukan segitiga, ini adalah trapesium. Segitiga mah A plus B plus C. Kalau trapesium itu A plus B plus C plus D karena atasnya dipancung. Maka rumus matematikanya beda dengan segitiga," jelas Ridwan Kamil.

Selain itu, lingkaran yang berada di mihrab Masjid Al Safar bukan desainnya, itu adalah tambahan dari pihak kontraktor dan tanpa sepengetahuannya.

"Saya ingin mengklarifikasi sekarang bahwa desain saya tidak pakai lingkaran. Karena proyeknya mangkrak oleh Jasa Marga, saat saya datang sudah seperti itu. Saya tanya kenapa ada lingkaran, katanya kreasi dari kontraktor," katanya.

baca juga

Ridwan Kamil pun menjelaskan, tak hanya Al Safar yang memiliki bentuk seperti segitiga dan lingkaran yang sesungguhnya adalah berbentuk trapesium.

Masjid Al Safar (istimewa)
Masjid Al Safar (istimewa)

"Kenapa hanya Al Safar? Padahal di sekeliling kita banyak simbol-simbol segitiga atau apapun yang perlu dipermasalahkan," ujarnya.

Ridwan Kamil pun membeberkan empat masjid yang memiliki bentuk segitiga namun tak dipermasalahkan padahal sudah ada sejak lama.

1. Masjid Raya Jakarta KH Hasyim Asyari

Tampak depan Masjid Raya Jakarta memperlihatkan simbol segitiga dan lingkaran yang sangat jelas, tetapi Ridwan Kamil memilih untuk tak berpikiran negatif dengan mengaitkannya pada illuminati.

"Disambut oleh segitiga dan lingkaran. Pertanyaannya, apakah mereka illuminati? Wallahualam, kita jangan berburuk sangka dulu. Saya duga ketidaktahuan saja, juga ketidaksengajaan," kata Ridwan Kamil.

Ia pun menanyakan alasan Masjid Raya Jakarta tak diviral-kan seperti masjid Al Safar.

"Kita masuk di Masjid Raya Jakarta, yang paling megah di Jakarta setelah Istiqlal, lihat gambarnya. Mihrabnya segitiga. Kalau pakai kalimat, apakah menghadap Allah atau menghadap segitiga? Lihat gambarnya. Masjid Raya Jakarta. Kenapa tidak heboh? Mungkin karena arsiteknya bukan Pak Ridwan Kamil, mungkin," tambahnya, disambut riuh tepuk tangan penonton.

2. Masjid Al Ukhuwah Bandung

Seluruh jendela masjid Al Ukhuwah berbentuk segitiga, dengan puncak piramida. Ridwan Kamil kemudian meminta seluruh tamu yang hadir di diskusi umum itu untuk melihat bagian atas langit-langitnya, yang dihujani bentuk segitiga.

Menurutnya, hal terpenting adalah niat untuk salat, tak masalah bentuk apa pun yang ada di masjid.

"Apakah para pendengar sensitif melihat atau tidak? Atau memang datang karena salat? Sehingga tidak mempedulikan apa pun bentuknya, ada niat dan nawaituna salat, apa pun bentuknya tidak akan menghalangi niat kita salat dan berdakwah," ungkap pria 47 tahun itu.

3. Masjid Agung Trans Studio Bandung

"Dan lebih parah lagi, mihrabnya lingkaran satu. Itu kalau Anda lihat dalam jarak 40 sentimeter, geometrinya zionis," terang Ridwan Kamil tentang arsitektur Masjid Agung Trans Studio Bandung.

"Itu Al Ukhuwah teh, bendera Israel jumlahnya ratusan, kalau kita meyakini bahwa ini kesengajaan," sambungnya, kembali terkait masjid Al Ukhuwah.

Lalu ia lagi-lagi mengingatkan masyarakat agar tak berburuk sangka. Dirinya, sebagai arsitektur, beranggapan bahwa bentuk segitiga maupun lingkaran yang ada di tempat ibadah terjadi karena ketidaksengajaan.

"Tapi seperti biasa, saya berbaik sangka, mungkin tukang dekornya karena estetika Islam adalah geometri, enggak sengaja ngutak-ngatik garis, dibikin cetakannya, dipasang di mihrab Al Ukhuwah, tiba-tiba jadi begini," tutur Ridwan Kamil.

"Padahal kalau di-zoom, dengan teori tadi, itu zionis semua, udah mah lambang zionis di mihrabnya, ada mata satunya dikelilingi oleh segitiga, atapnya segitiga. Kenapa mengkontroversikan Al Safar sementara Al Ukhuwah tidak pernah dibahas?" tambahnya.

4. Masjid Nabawi Madinah Arab Saudi

Masjid ke-empat yang dibahas Ridwan Kamil tak berlokasi di Indonesia, melainkan di Arab Saudi, tepatnya pusat kota Madinah.

"Ini yang paling bikin saya merinding. Di mihrab Masjid Nabawi Madinah lihat di puncaknya, bentuknya segitiga, ada lingkarannya, di masjid Nabi Raudah, bagi yang pernah ke Madinah. Apakah ini konspirasi?" tanya Ridwan Kamil.

"Iya, iya memang!" terdengar teriakan seorang wanita di bangku penonton.

Ridwan Kamil tak berhenti mengingatkan pentingnya menjauhi prasangka, apalagi jika belum mengerti kebenarannya.

"Wallahualam, kita jangan mendahului sebuah kebenaran. Kita tabayun ke pengelola masjid Nabawi, apakah betul? Jangan-jangan sama? Tidak," tegasnya.

"Jangan menghakimi dulu oleh informasi yang sepotong-sepotong. Maka saya senang ada di sini, saya menerangkan, saya sudah bilang, pulang dari sini mau paham-tidak paham, saya tidak masalah, yang penting saya sudah menerangkan, disaksikan oleh yang melahirkan saya supaya tahu jadi pemimpin itu ini risikonya," terang Ridwan Kamil, yang kembali diikuti tepuk tangan penonton.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Setelah mendengarkan penjelasan Ridwan Kamil, Ketua MUI Jawa Barat, Rahmat Syafei mengatakan, dalam kajian MUI Pusat tidak ada simbolik atau tekstual khusus dengan kaidah penafsiran ilmu fiqih dan ilmu tafsir.

Ia mengatakan, perbedaan dalam berbagai hal termasuk desain rumah ibadah seperti masjid merupakan hal wajar dan yang paling penting adalah bagaimana menghargai perbedaan pendapat yang mampu menjaga persatuan sesama umat Islam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelaskan Kontroversi Masjid Al Safar, Ridwan Kamil Dipuji Politikus PD

Jelaskan Kontroversi Masjid Al Safar, Ridwan Kamil Dipuji Politikus PD

News | Selasa, 11 Juni 2019 | 16:18 WIB

Abu Janda Bandingkan Logo FPI dengan Simbol Illuminati

Abu Janda Bandingkan Logo FPI dengan Simbol Illuminati

News | Selasa, 11 Juni 2019 | 12:50 WIB

Polemik Simbol Illuminati, 4 Masjid Ini Juga Disoroti Ridwan Kamil

Polemik Simbol Illuminati, 4 Masjid Ini Juga Disoroti Ridwan Kamil

News | Selasa, 11 Juni 2019 | 11:45 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×