Harga Tiket Selangit, Mudik 2019 Pakai Pesawat Tak Lagi Jadi Pilihan

Iwan Supriyatna

Selasa, 18 Juni 2019 | 08:47 WIB
Harga Tiket Selangit, Mudik 2019 Pakai Pesawat Tak Lagi Jadi Pilihan
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

"Memang secara waktu lebih lama, tapi ini pengalaman baru bisa melihat tempat baru yang tidak kalah menyenangkan," ujarnya.

Lain lagi kisah Junaidi yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam pada mudik Lebaran 2019 karena menggunakan pesawat terbang. Transportasi udara menjadi satu-satunya pilihan karena terbatasnya waktu libur.

Perantau asal Bukittinggi itu mengeluarkan biaya hingga Rp 4 juta untuk membeli tiket pesawat pulang pergi.

"Kalau pakai bus di jalan bisa dua hari sementara selama libur lebaran saya cuma dapat libur empat hari," katanya.

Kendati baginya harga tiket pesawat terbilang mahal, demi bisa bersilaturahmi dengan orang tua ia rela merogoh kocek lebih dalam agar bisa berlebaran di kampung halaman.

Bus AKAP

Berbeda dengan perusahaan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Pada saat mudik Lebaran 2019 justru mereka mendapat berkah dari kenaikan harga tiket pesawat yang tinggi.

Perusahaan bus, Naikilah Perusahaan Minang (NPM) misalnya kembali menggeliat menjelang Lebaran tiba. Sejak mudik Lebaran 2019, perusahaan itu memberangkatkan 10 bus per hari untuk rute Padang-Jakarta .

"Sampai 17 Juni 2019 kami memberangkatkan 10 bus per hari, lima dari Padang dan sisanya dari kabupaten kota di Sumatera Barat untuk tujuan Jakarta," kata Kepala Staf perusahaan bus PO NPM Perwakilan Padang, Heru Wanda.

baca juga

Menurut dia sejak harga tiket pesawat mahal perusahaan bus kembali menggeliat karena banyak masyarakat yang beralih menggunakan jalur darat untuk pulang ke kampung halaman.

Jika dulu saat tiket pesawat masih murah hanya dua sampai tiga bus per hari. Bahkan dibandingkan dengan masa mudik tahun sebelumnya, kata dia, juga terjadi peningkatan karena pada 2018 pihak NPM hanya memberangkatkan enam hingga delapan unit bus dalam sehari.

Untuk rute Padang-Jakarta saat ini penumpang dikenakan ongkos untuk armada AC Rp 650.000 dari harga normal Rp 450.000 per orang. Satu bus bisa mengangkut 41 penumpang dengan lama perjalanan sekitar 36 jam, ujarnya.

Sementara salah seorang perantau asal Padang yang hendak kembali ke Jakarta Sandra mengaku memilih naik bus karena ongkosnya lebih terjangkau.

"Kalau naik pesawat sekarang harga tiket mencapai Rp 1,6 juta, naik bus cukup Rp 650.000," ujarnya.

Kendati di jalan lebih lama Sandra mengaku bisa menikmati perjalanan karena ada banyak pemandangan menarik serta persinggahan yang bisa menjadi pengalaman baru.

Bandara Minangkabau

Pada musim mudik Lebaran 2019 PT Angkasa Pura II mencatat arus mudik dan balik di Bandara Internasional Minangkabau mengalami penurunan sebesar 33 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018.

"Penurunan ini cukup signifikan karena pada tahun lalu jumlah penumpang per hari tertinggi bisa mencapai 17.000, sekarang paling banyak hanya 13.000," kata Executive General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda Wicaksana.

Ia menyebutkan total penumpang yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada H-7 hingga H+7 29 Mei hingga 13 Juni 2019 mencapai 88.899 orang yang diangkut 609 penumpang. Sementara pada 2018 jumlah penumpang yang tiba mencapai 131.031 orang diangkut 742 penerbangan.

"Puncak arus mudik terjadi pada H-4 dengan jumlah kedatangan 7.389 orang," kata dia.

Sebaliknya total penumpang yang diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau sepanjang H-7 hingga H+7 berjumlah 66.918 orang dengan menggunakan 607 penerbangan. Sedangkan pada 2018 jumlah penumpang yang diberangkatkan mencapai 101.320 ribu orang dengan 741 penerbangan.

Tidak hanya itu, untuk penerbangan tambahan juga terbilang sedikit karena hanya ada delapan pesawat atau 16 penerbangan.

Dwi menyampaikan sejak Januari penerbangan reguler banyak yang dibatalkan di Bandara Internasional Minangkabau dan pada musim mudik semuanya terbang dengan kapasitas cukup penuh.

Menurut dia, beberapa maskapai juga ada yang memilih menggunakan pesawat berbadan besar ketimbang menambah jadwal penerbangan.

Dwi berharap arus mudik masih terus terjadi di Bandara Internasional Minangkabau minimal hingga tiga pekan ke depan.

Sumatera Barat, kata dia, cukup spesial pada musim arus mudik dan balik Lebaran, karena arus mudik dan balik terjadi hingga sebulan berdasarkan pengalaman tahun lalu.

"Kami berharap ini terus bertahan," ujarnya. Apalagi harga tiket pesawat mulai turun sehingga diharapkan bisa menutupi sepi penumpang di Bandara Internasional Minangkabau yang terjadi sejak awal tahun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Budi Karya: Itu Bukan Urusan Saya

Tiket Pesawat Masih Mahal, Menhub Budi Karya: Itu Bukan Urusan Saya

Bisnis | Senin, 17 Juni 2019 | 18:55 WIB

Tiket Pesawat Mahal Sri Mulyani Pangkas Perjalanan Dinas, ASITA Teriak

Tiket Pesawat Mahal Sri Mulyani Pangkas Perjalanan Dinas, ASITA Teriak

Bisnis | Jum'at, 14 Juni 2019 | 07:31 WIB

Pesawat Tak Lagi Efisien untuk Masyarakat Imbas Harga Tiket Mahal

Pesawat Tak Lagi Efisien untuk Masyarakat Imbas Harga Tiket Mahal

Bisnis | Kamis, 13 Juni 2019 | 18:13 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×