Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Keberadaan Taksi Bertarif Online Resahkan Sopir Taksi Resmi Bandara YIA

Chandra Iswinarno

Senin, 24 Juni 2019 | 16:28 WIB
Keberadaan Taksi Bertarif Online Resahkan Sopir Taksi Resmi Bandara YIA
Taksi resmi Bandara YIA di Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. [Suara.com/Rahmad Ali]

Suara.com - Pengemudi taksi konvensional resah dengan kehadiran taksi regul (plat hitam) di dalam kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kulon Progo Yogyakarta yang memberlakukan tarif berdasarkan aplikasi online.

Salah satu pengemudi taksi konvensional, Juhirman, bukan nama sebenarnya, mengungkapkan keresahan tersebut. Ia mengemukakan meski tidak ada taksi online yang beroperasi di kawasan Bandara YIA, namun omzetnya tetap menurun drastis.

"Kalau taksi online tidak bisa masuk ke kawasan sini. Mereka hanya bisa beroperasi di luar area, tapi yang kita resahkan ada lah para taksi regul yang tiap hari mengambil customer kita," kata Juhirman Senin (24/6/2019)

Menurut Juhirman, pengemudi taksi regul mengaku sebagai korban terdampak dari pembangunan bandara YIA. Tetapi yang dipermasalahan adalah para sopir taksi regul membanting harga. Akibatnya, sopir taksi konvensional kehilangan penumpang.

"Mereka pakai harga taksi online, tapi masih bisa ditawar lagi. Ngakunya sih sebagai eks korban pembangunan YIA, karena itu alasannya mereka punya hak untuk mengambil penumpang," tambahnya

Padahal kata Juhirman, untuk menjadi sopir taksi konvensional mereka harus membayar beragam iuran kepada Angkasa Pura.

"Untuk stiker taksi bandara saja harganya Rp 500.000. Biaya parkir satu selop Rp 125 juta pertahun. Itu belum biaya operasional lainnya," katanya

"Ditambah lagi dengan kehadiran regul ini, kita bisa jadi enggak narik. Bahkan, dua hari ini saya enggak narik. Banyak taksi-taksi lumpuh jadinya," tambahnya.

Menurut penuturan Juhirman ada setidaknya 15 taksi regul yang terdeteksi. Ia berharap pihak angkasa pura turun tangan.

"Paling tidak yang terdeteksi itu ada 15 unit, tapi menurut saya lebih dari itu. Kami berharap pihak angkasa pura turun tangan, karena kami legal dan sudah kerjasama sama Angkasa Pura," ujarnya.

Berdasarkan temuan Suara.com di lapangan, setidaknya ada dua sopir regul yang sedang beroperasi. Korbannya adalah Muhaimin, bukan nama sebenarnya penumpang asal palangkaraya yang sedang ingin berkunjung ke Gemolong, Sragen, Jawa Tengah.

Salah satu driver memperlihatkan tarif menuju gemolong sebesar Rp 575.000. Patokan itu menjadi acuannya berdasarkan aplikasi ojek online. Harga tersebut masih bisa ditawar hingga Rp. 400.000.

"Ini yang membuat kita bangkrut. Kalau tarifnya segitu, bagi kita cukup buat cicilan. Terus kita mau makan apa," imbuh Juhirman.

Hardi sopir taksi konvensional lain juga mengatakan hal serupa. Namun ia tidak mempermasalahkan segala jenis taksi jika ingin beroperasi di wilayah bandara YIA.

"Silahkan beroperasi, asal ikut aturan. Bayar cicilan seperti kita, punya kontrak, punya seragam. Kan rejeki dari Tuhan. Tapi untuk memperoleh rezeki itu harus dengan cara yang benar, ikut prosedur," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengamat: Penumpang Bandara Yogyakarta YIA Butuh Taksi Online

Pengamat: Penumpang Bandara Yogyakarta YIA Butuh Taksi Online

Bisnis | Senin, 24 Juni 2019 | 10:18 WIB

GoJek Tanggapi Pembatasan Akses Taksi Online di Bandara Kulonprogo

GoJek Tanggapi Pembatasan Akses Taksi Online di Bandara Kulonprogo

Otomotif | Minggu, 23 Juni 2019 | 18:14 WIB

Catat! Taksi Online Tidak Boleh Ambil Penumpang di Bandara YIA Yogyakarta

Catat! Taksi Online Tidak Boleh Ambil Penumpang di Bandara YIA Yogyakarta

Jogja | Minggu, 23 Juni 2019 | 12:19 WIB

Terkini

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Setor Ratusan Triliun ke Negara, Tapi Petani Tembakau Belum Dilindungi Hukum

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:45 WIB

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Gaji ke-13 ASN dan Pensiun Cair Mulai Besok, Taspen Ungkap Aturan hingga Penerima yang Tak Kebagian

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:22 WIB

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bulog Dukung Upaya Menjaga Kelancaran Penyaluran Tebu Petani di Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:11 WIB

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Pendapatan Negara Bisa Berkurang Gegara Pembatasan Nikotin dan Tar

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB