Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Temui Jokowi, Bank Dunia Sarankan 5 Saran Perekonomian Ini

Reza Gunadha, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 25 Juni 2019 | 19:28 WIB
Temui Jokowi, Bank Dunia Sarankan 5 Saran Perekonomian Ini
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A. Chaves usai bertemu Presiden Jokowi. (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Presiden Jokowi menerima kunjungan delegasi Bank Dunia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang ikut mendampingi Jokowi dalam persamuhan itu mengatakan, Bank Dunia memberikan lima saran mengelola ekonomi yang  stabil untuk lima tahun ke depan.

“Masukan dari Bank Dunia itu bisa menjadi bahan untuk dipertimbangkan saat menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024. Targetnya, tahun  2030, Indonesia bisa memperbaiki kesejahteraan rakyat,” kata Bambang.

Kelima poin yang disarankan Bank Dunia agar fokus diupayakan pemerintah antara lain adalah, membangun sumber daya manusia terutama melalui pendidikan dasar serta vokasi (keahlian).

Kedua, Bank Dunia menyarankan Indonesia fokus membangun infrastruktur. Sebab, berdasarkan data Bank Dunia, infrastruktur per kapita Indonesia jauh tertinggal dibanding negara-negara berkembang.

“Terutama infrastruktur terkait konektivitas dan dasar seperti air bersih, sanitasi maupun listrik,” jelasnya.

Ketiga, Bank Dunia menyarankan pemerintah Indonesia menjaga keseimbangan sumber daya alam. Sebab, SDA harus dimanfaatkan tapi dalam waktu bersamaan tetap dijaga agar berkelanjutan.

Keempat, kata Bambang, Bank Dunia menyarankan pemerintah menggenjot tingkat pendapatan dari sektor perpajakan.

Berbarengan dengan perpajakan, Bank Dunia meminta pemerintah melakukan efisiensi anggaran belanja dan memastikannya tepat sasaran.

baca juga

Kelima, Indonesia disarankan mendorong investasi swasta yang berorientasi pada ekspor, sehingga bisa masuk dalam rantai perdagangan global.

"Caranya, Indonesia diharapkan aktif mengundang investasi asing, terutama FDI (foreign direct investment/investasi asing langsung),” jelasnya.

Sebab berdasarkan data Bank Dunia, persentase FDI atau investasi riil asing di Indonesia ketinggalan dari Vietnam yang sesama negara Asia Tenggara.

Untuk diketahui, dalam persamuhan itu, Jokowi juga ditemani Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Instruksi Jokowi, Darmin Pangkas Kebutuhan Anggaran Kemenko Perekonomian

Instruksi Jokowi, Darmin Pangkas Kebutuhan Anggaran Kemenko Perekonomian

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 17:42 WIB

Prabowo Bertemu Kepala BIN di Bali, Wiranto Sudah Tahu dari...

Prabowo Bertemu Kepala BIN di Bali, Wiranto Sudah Tahu dari...

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:55 WIB

Temui Jokowi, Bank Dunia Bicara Terkait Pinjaman ke Pemerintah Indonesia

Temui Jokowi, Bank Dunia Bicara Terkait Pinjaman ke Pemerintah Indonesia

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:48 WIB

Jawab Isu Deal-dealan Kursi Menteri, Gerindra: Prabowo Tidak Butuh Jabatan

Jawab Isu Deal-dealan Kursi Menteri, Gerindra: Prabowo Tidak Butuh Jabatan

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 16:17 WIB

BPN Prabowo Bongkar Sikap Bunglon Ahli Jokowi, Eddy Hiariej

BPN Prabowo Bongkar Sikap Bunglon Ahli Jokowi, Eddy Hiariej

News | Selasa, 25 Juni 2019 | 15:49 WIB

Terkini

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:20 WIB

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:10 WIB

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 19:04 WIB

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:56 WIB

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:54 WIB

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:06 WIB

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 18:03 WIB