BTN Kebagian Dana Tambahan Kredit Rp 1,5 Triliun

Bangun Santoso

Rabu, 10 Juli 2019 | 12:53 WIB
BTN Kebagian Dana Tambahan Kredit Rp 1,5 Triliun
Logo Bank BTN.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk mendapat tambahan likuiditas yang bisa disalurkan menjadi kredit senilai Rp 1,5 triliun setelah Bank Indonesia (BI) melonggarkan rasio kewajiban penyimpanan dana terhadap Dana Pihak Ketiga atau Giro Wajib Minimum (GWM) sebesar 0,5 persen menjadi enam persen per 1 Juli 2019.

"Kebijakan penurunan GWM turun sangat membantu. Dana kami bisa bertambah Rp 1-1,5 triliun," ujar Direktur Utama BTN Maryono seperti dilansir Antara di Gedung DPR, Jakarta.

Bank Sentral mulai 1 Juli 2019 melonggarkan kebijakan moneter dengan memangkas rasio GWM rupiah hingga 50 basis poin (0,5 persen) untuk bank umum dan bank syariah.

Hal itu menjadi "kompensasi" setelah BI masih menahan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen. Sebelumnya, BI juga menerapkan relaksasi dengan perhitungan rata-rata GWM (GWM Averaging) dalam setahun terakhir.

Maryono mengatakan penurunan GWM itu akan menambah kemampuan likuiditas bank. Secara industri, Bank Indonesia mengestimasi akan terdapat tambahan likuditas terhadap industri perbankan secara keseluruhan senilai Rp 25 triliun.

Namun, menurut Maryono, stimulus otoritas moneter akan lebih efektif jika Bank Indonesia (BI) juga sudah dapat menurunkan suku bunga acuannya pada periode Juli 2019 ini menjadi 5,75 persen dari enam persen.

Penurunan suku bunga acuan, kata Maryono, perlu dilakukan karena kondisi ekonomi domestik kian kondusif dan tekanan ekonomi global juga sudah mereda.

"Ya saya pikir kondisinya (ekonomi) sudah kondusif, kemudian situasi likuiditas membaik kalau itu bisa diturunkan lebih bagus," kata Maryono.

Jika BI menurunkan suku bunga acuan, kata Maryono, maka industri perbankan juga secara bertahap akan memangkas suku bunga simpanannya dan kemudian suku bunga kredit.

baca juga

"Penurunan tetap bertahap, sesuai dengan BI biasanya penurunan sekitar 0,25 persen atau 25 basis poin," kata Maryono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Data BI: Cadangan Devisa RI Hingga Akhir Juni 2019 Rp 1.745,5 Triliun

Data BI: Cadangan Devisa RI Hingga Akhir Juni 2019 Rp 1.745,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2019 | 13:27 WIB

Jelang Akhir Pekan, Nilai Tukar Rupiah Masih Akan Menguat

Jelang Akhir Pekan, Nilai Tukar Rupiah Masih Akan Menguat

Bisnis | Jum'at, 05 Juli 2019 | 09:03 WIB

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp 14.080 Per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat ke Level Rp 14.080 Per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 04 Juli 2019 | 08:29 WIB

Penguatan Nilai Tukar Rupiah Bakal Terhenti Imbas Memanasnya AS-Uni Eropa

Penguatan Nilai Tukar Rupiah Bakal Terhenti Imbas Memanasnya AS-Uni Eropa

Bisnis | Rabu, 03 Juli 2019 | 08:55 WIB

BI Optimis Penyaluran Kredit Bisa Tumbuh Hingga 17 Persen Pada 2024

BI Optimis Penyaluran Kredit Bisa Tumbuh Hingga 17 Persen Pada 2024

Bisnis | Rabu, 26 Juni 2019 | 23:00 WIB

Terkini

MengealSonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

MengealSonor: Tradisi Mengelola Api di Sumatera Selatan di Tengah Ancaman Kebakaran Gambut

News | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Tiga Wilayah Bali Diterjang Longsor, Dua Orang Diduga Masih Tertimbun

Bali | Senin, 02 November 2026 | 11:39 WIB

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Konser 20 Tahun for Revenge Jadi Momen Perpisahan, Chimot Resmi Undur Diri

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

BPS Ungkap Inflasi Tahunan Oktober 2026 Capai 3,23%, Dipicu Harga Pangan hingga Transportasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:38 WIB

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

Pulihkan Ekosistem Pascakarhutla, UGM Dorong Restorasi Berbasis Sains

News | Senin, 02 November 2026 | 11:32 WIB

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

ANTM Akui Akan Ambil Alih Tambang Emas di Nabire Papua

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

Sidang Kasus Pemerasan dan TPPU, Pengusaha Tan Kian hingga Ferry Boboho Bersaksi Lawan Eks Jampidsus

News | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Ulasan Film Mawang: Jangan Sebut Namanya, Petaka Pelanggaran Pantangan Adat

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 11:30 WIB

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

7 Kandungan Skincare yang Perlu Dikenali untuk Membantu Mengatasi Flek Hitam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 11:29 WIB

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Sentuh 0,22%, Cabai Merah Jadi Biang Kerok

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 11:28 WIB

×