Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Investor Sudah Dengar Pidato Jokowi? Jangan Ragu untuk Tanamkan Modal di RI

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 15 Juli 2019 | 13:54 WIB
Investor Sudah Dengar Pidato Jokowi? Jangan Ragu untuk Tanamkan Modal di RI
Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat Minggu (14/7).[ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menyebut, tak ada alasan investor menunda investasinya di Indonesia. Karena kondisi politik Indonesia sudah stabil.

Apalagi, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada lima tahun ke depan telah berkomitmen untuk mempermudah perizinan investasi.

"Kita tahu untuk investasi masuk yang paling di cari adalah stabilitas terutama politik. Jokowi meyakinkan bahwa 5 tahun ke depan penuh dengan suasana damai sehingga tidak perlu kekhawatiran untuk melanjutkan dan membuat investasi baru di Indonesia," katanya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Kawasan SCBD, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Arif membeberkan, dalam penyampaian visinya, lima tahun ke depan, Jokowi akan melakukan debirokratisasi, deregulasi, dan meningkatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta melanjutkan pembangunan infrastruktur.

"Itu semua prasayarat untuk masuknya investasi di Indonesia. Itu semua permasalahan klasik yang selama ini memang menggerogoti daya saing kita," tutur dia.

Arif menambahkan, isi dari visi Jokowi juga bisa membuat kepercayaan pelaku pasar meningkat sehingga tak perlu ragu menanamkan modalnya di Indonesia.

"Pidato Jokowi menggambarkan suasana yang sejuk, membangun stabilitas dan memberikan harapan kepada para pelaku pasar," ucap dia.

Sebelumnya, dalam pidatonya Jokowi bakal mengundang banyak investasi di Indonesia. Maka dari itu, pihaknya bakal memangkas semua aturan atau kebijakan yang menghambat jalannya investasi.

"Kita harus mengundang investasi yang seluas-luasnya dalam rangka membuka lapangan pekerjaan. Jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dengan cara inilah lapangan pekerjaan akan terbuka sebesar-besarnya. Oleh sebab itu, yang menghambat investasi, semuanya harus dipangkas, baik perizinan yang lambat, berbelit-belit, apalagi ada punglinya! Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, saya kontrol, saya cek, dan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan-hambatan investasi karena ini adalah kunci pembuka lapangan pekerjaan," imbuh Jokowi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TII Kritik Pidato Visi Indonesia Jokowi, Harus Ditambah Perlindungan HAM

TII Kritik Pidato Visi Indonesia Jokowi, Harus Ditambah Perlindungan HAM

News | Senin, 15 Juli 2019 | 12:38 WIB

PDIP: Jokowi Tak Lagi Kerja di Zona Nyaman

PDIP: Jokowi Tak Lagi Kerja di Zona Nyaman

News | Senin, 15 Juli 2019 | 12:18 WIB

3 Ancaman dari Jokowi saat Berpidato di Sentul

3 Ancaman dari Jokowi saat Berpidato di Sentul

News | Senin, 15 Juli 2019 | 12:19 WIB

Terkini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB