Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Pemerintah Bakal Siapkan KEK Perawatan dan Perbaikan Pesawat

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 22 Juli 2019 | 20:41 WIB
Pemerintah Bakal Siapkan KEK Perawatan dan Perbaikan Pesawat
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

Suara.com - Pemerintah bakal membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk penerbangan. KEK tersebut nantinya akan menjadi kawasan khusus untuk perawatan dan perbaikan pesawat, sehingga tak dilakukan di luar negeri.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Bidang Perekonomian) Susiwijono menjelaskan KEK ini juga salah satu usulan dari Pendiri Lion Air Rusdi Kirana. Untuk diketahui, di Indonesia perawatan dan perbaikan hanya ada beberapa saja, yang terbesar yaitu GMF Aeroasia dan Batam Aero Teknik (BAT).

"Misalkan, nanti sudah sepakat (fasilitas Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group) mau disatukan di dalam beberapa kegiatan maintenance-nya, pemerintah akan siapkan kira-kira kita kasih skema insentif apa, contoh misalkan kita akan bikin KEK khusus untuk jasa peralatan pesawat terbang," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Untuk membuat KEK itu, Susiwijono mengaku harus merivisi dua peraturan terkait KEK. Karena, sektor penerbangan belum masuk ke dalam satu kategori KEK.

"Barang kali jasa maintenance pesawat sehingga jasa maintenance pesawat itu bisa kita bebaskan PPN-nya, sparepart atau komponen yang digunakan untuk maintenance semuanya,"

Sebelumnya, Pendiri Lion Air Rusdi Kirana meminta pemerintah agar memberikan insentif bagi maskapai. Salah satunya memudahkan para maskapai dengan membangun bengkel perawatan pesawat.

Duta Besar Indonesia di Malaysia ini menerangkan, salah satu yang dibutuhkan yaitu bengkel perawatan ban pesawat. Karena, sambungnya, selama ini maskapai harus mengimpor ban dari luar negeri.

"Nah, salah satunya adalah ban. Bagaimana membangun assembly ban di Indonesia dengan begitu tidak perlu kirim ke luar negeri itu kan mengurangi cost (biaya)," kata Rusdi.

Dengan pengurangan biaya itu, tutur Rusdi, maskapai akan leluasa untuk memberikan tarif tiket yang terjangkau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Lion Minta Pemerintah Permudah Maskapai Bangun Bengkel

Bos Lion Minta Pemerintah Permudah Maskapai Bangun Bengkel

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 15:33 WIB

Lion Air Akui Belum Diskon Tiket, Rusdi Kirana: Sistemnya Belum Siap

Lion Air Akui Belum Diskon Tiket, Rusdi Kirana: Sistemnya Belum Siap

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 15:15 WIB

Lion Air Baru Bisa Ikuti Aturan Diskon 50 Persen Tiket Kamis Pekan Depan

Lion Air Baru Bisa Ikuti Aturan Diskon 50 Persen Tiket Kamis Pekan Depan

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2019 | 21:23 WIB

Pengamat: Diskon 50 Persen Tiket Pesawat di Jam Sepi Peminat?

Pengamat: Diskon 50 Persen Tiket Pesawat di Jam Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 11 Juli 2019 | 21:11 WIB

Terkini

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Khawatir Ada Gelombang PHK, Anggota DPR Ramai-ramai Tolak Kebijakan Kemasan Rokok Polos

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:35 WIB

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

OJK Panggil Paksa Pinjol Solusiku, Penyebabnya Diduga Pelanggaran Berat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 11:29 WIB

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 10:37 WIB

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:38 WIB

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:33 WIB

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 09:25 WIB

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:05 WIB

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:35 WIB

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:10 WIB

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:35 WIB