Pemerintah Bakal Siapkan KEK Perawatan dan Perbaikan Pesawat

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Senin, 22 Juli 2019 | 20:41 WIB
Pemerintah Bakal Siapkan KEK Perawatan dan Perbaikan Pesawat
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

Suara.com - Pemerintah bakal membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk penerbangan. KEK tersebut nantinya akan menjadi kawasan khusus untuk perawatan dan perbaikan pesawat, sehingga tak dilakukan di luar negeri.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Bidang Perekonomian) Susiwijono menjelaskan KEK ini juga salah satu usulan dari Pendiri Lion Air Rusdi Kirana. Untuk diketahui, di Indonesia perawatan dan perbaikan hanya ada beberapa saja, yang terbesar yaitu GMF Aeroasia dan Batam Aero Teknik (BAT).

"Misalkan, nanti sudah sepakat (fasilitas Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group) mau disatukan di dalam beberapa kegiatan maintenance-nya, pemerintah akan siapkan kira-kira kita kasih skema insentif apa, contoh misalkan kita akan bikin KEK khusus untuk jasa peralatan pesawat terbang," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Untuk membuat KEK itu, Susiwijono mengaku harus merivisi dua peraturan terkait KEK. Karena, sektor penerbangan belum masuk ke dalam satu kategori KEK.

"Barang kali jasa maintenance pesawat sehingga jasa maintenance pesawat itu bisa kita bebaskan PPN-nya, sparepart atau komponen yang digunakan untuk maintenance semuanya,"

Sebelumnya, Pendiri Lion Air Rusdi Kirana meminta pemerintah agar memberikan insentif bagi maskapai. Salah satunya memudahkan para maskapai dengan membangun bengkel perawatan pesawat.

Duta Besar Indonesia di Malaysia ini menerangkan, salah satu yang dibutuhkan yaitu bengkel perawatan ban pesawat. Karena, sambungnya, selama ini maskapai harus mengimpor ban dari luar negeri.

"Nah, salah satunya adalah ban. Bagaimana membangun assembly ban di Indonesia dengan begitu tidak perlu kirim ke luar negeri itu kan mengurangi cost (biaya)," kata Rusdi.

Dengan pengurangan biaya itu, tutur Rusdi, maskapai akan leluasa untuk memberikan tarif tiket yang terjangkau.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Lion Minta Pemerintah Permudah Maskapai Bangun Bengkel

Bos Lion Minta Pemerintah Permudah Maskapai Bangun Bengkel

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 15:33 WIB

Lion Air Akui Belum Diskon Tiket, Rusdi Kirana: Sistemnya Belum Siap

Lion Air Akui Belum Diskon Tiket, Rusdi Kirana: Sistemnya Belum Siap

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 15:15 WIB

Lion Air Baru Bisa Ikuti Aturan Diskon 50 Persen Tiket Kamis Pekan Depan

Lion Air Baru Bisa Ikuti Aturan Diskon 50 Persen Tiket Kamis Pekan Depan

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2019 | 21:23 WIB

Pengamat: Diskon 50 Persen Tiket Pesawat di Jam Sepi Peminat?

Pengamat: Diskon 50 Persen Tiket Pesawat di Jam Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 11 Juli 2019 | 21:11 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×