Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemnaker : Kolaborasi 3 Negara Perkuat Informasi Pasar Kerja

Fabiola Febrinastri

Minggu, 28 Juli 2019 | 19:49 WIB
Kemnaker : Kolaborasi 3 Negara Perkuat Informasi Pasar Kerja
Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Khairul Anwar, saat membuka "The 9th IMT-GT Working Group on Human Resources Development, Education and Culture Meeting", Jakarta, Kamis (25/7/2019). (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Peran aktif dan kerja sama antar tiga negara anggota IMT - GT, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Thailand, diperkuat dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten, meningkatkan mobilisasi tenaga kerja, dan membentuk sistem informasi pasar kerja di tiga negara. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan dua program yang saat ini berjalan, yaitu penguatan portal informasi pasar kerja dan pengakuan kompetensi keterampilan.

Kedua program ini sangat penting dalam pengembangan ketenagakerjaan di ketiga negara anggota.

"Dengan adanya portal informasi pasar kerja diantara tiga negara, diharapkan pasar tenaga kerja di tiga negara tersebut dapat terhubung, sehingga kesempatan kerja dapat lebih luas," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Khairul Anwar, saat membuka "The 9th IMT-GT Working Group on Human Resources Development, Education and Culture Meeting", Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Ia berharap, pertemuan ini dapat membentuk suatu informasi pasar kerja yang aktif dan adaptif, sehingga dapat dimanfaatkan optimal ketiga negara. Pemetaan informasi yang detail, akurat dan dinamis dari pasar kerja ini diharapkan juga bisa memberikan informasi yang baik untuk lembaga pelatihan dan pendidikan,sehingga tahu apa yang dibutuhkan oleh pengguna.

"Paling penting, informasi pasar kerja yang disepakati ini harus , sehingga siapapun masyarakat kita dapat dengan mudah mengakses informasi pasar kerja. Itulah perlunya kolaborasi ketiga negara dalam menyampaikan informasi lowongan kerja masing-masing negara," kata Khairul.

Selain pembentukan sistem informasi pasar kerja yang lebih aktif dan adaptif,  Khairul juga mengapresiasi capaian Working Grup ini, khususnya dalam implementation Blueprint (IB) 2017 -2021 yang lebih konkrit.

"Tiga negara sudah fokus ke arah mutual recognition of skills atau pengakuan keterampilan yang telah disepakati di bidang welding, automotif dan sektor pariwisata (spa dan barista). Didukung jeraring BLK dan harmonisasi standar kualifikasi di tiga negara anggota IMT - GT, tentunya akan membawa dampak yang sangat baik bagi integrasi dan kerjasama ketenagakerjaan di kawasan sub-regional," kata Khairul.

Ia juga menegaskan, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mewujudkan iklim bisnis yang kondusif, baik dari sisi regulasi, perizinan, insentif, dan agar dapat meningkatkan investasi asing ke Indonesia. Investasi Malaysia dan Thailand yang datang ke Indonesia diharapkan dapat meningkat.

"Pemerintah Indonesia mengajak kalangan dunia usaha dan industri yang berasal dari dalam maupun luar negeri (PMA) untuk berinvestasi di Indonesia dan mendukung pengembangan SDM dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu bagi pekerja Indonesia," kata Khairul.

baca juga

Dalam kesempatan itu, Khairul juga menyampaikan empat poin terkait masalah, tantangan, sekaligus jawaban atas masalah dan tantangan ketenagakerjaan dewasa ini.

"Pertama, ekosistem ketenagakerjaan. Intinya, ekosistem ketenagakerjaan kita ini kaku dan rigid, sehingga perlu ditransformasikan menjadi lebih fleksibel sesuai perkembangan pasar kerja masa depan," katanya.

Kedua, pasar kerja di Indonesia masih kurang aktif, sehingga perlu dipastikan menjadi pasar kerja aktif dengan sejumlah intervensi kebijakan pemerintah.

"Ketiga, pengembangan skill. Skill SDM yang ada masih disfektif, sehingga perlu ditransformasikan ke arah yang adaptif terhadap perubahan untuk mengatasi kualitas, kuantitas maupun persebaran SDM yang kurang merata," kata Khairul.

Terakhir,  jaminan sosial yang pada intinya jaminan sosial ke depan perlu diperkuat dan diperluas agar lebih inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker Minta Perusahaan di Indonesia Lapor WLKP secara Online

Kemnaker Minta Perusahaan di Indonesia Lapor WLKP secara Online

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 13:41 WIB

Kemnaker Dorong Instruktur BLK Familiar Operasikan Teknologi

Kemnaker Dorong Instruktur BLK Familiar Operasikan Teknologi

Bisnis | Senin, 22 Juli 2019 | 13:29 WIB

Kemnaker dan Huawei Mengadakan Pelatihan Keterampilan Telekomunikasi

Kemnaker dan Huawei Mengadakan Pelatihan Keterampilan Telekomunikasi

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 15:59 WIB

Latih 100.000 Teknisi AC, Kemnaker Kerja Sama dengan KLHK

Latih 100.000 Teknisi AC, Kemnaker Kerja Sama dengan KLHK

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 08:26 WIB

Kemnaker Minta Pegawai Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi Informasi

Kemnaker Minta Pegawai Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi Informasi

Tekno | Selasa, 16 Juli 2019 | 08:47 WIB

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2019 | 08:13 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×