Kemnaker dan Huawei Mengadakan Pelatihan Keterampilan Telekomunikasi

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 19 Juli 2019 | 15:59 WIB
Kemnaker dan Huawei Mengadakan Pelatihan Keterampilan Telekomunikasi
Kemnaker menjalin kerja sama dengan PT Huawei TECH Investment, untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi bidang telekomunikasi di balai-balai latihan kerja (BLK) secara masif sesuai kebutuhan industri. (Dok : Kemnaker)

Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan PT Huawei TECH Investment, untuk menyelenggarakan pelatihan vokasi bidang telekomunikasi di balai-balai latihan kerja (BLK) secara masif sesuai kebutuhan industri. Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker, Bambang Satrio Lelono, dengan CEO of Huawei CNBG Indonesia, Andy Ma Hui, di Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Penandatanganan nota kesepahaman disaksikan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informasi, Ismail; Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3); Kepala Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi, Helmiati Basri; dan Yang Jiangtao, selaku Vice President Organization Transformation.

"Kerja sama ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong pemerintah dalam rangka meningkatkan akses seluas-luasnya bagi para pencari kerja, sehingga mereka dapat memperoleh pelatihan keterampilan kerja bidang telekomunikasi di balai latihan kerja," kata Bambang.

Ia menyatakan yakin, kerja sama Kemnaker dengan PT Huawei TECH Investment memiliki peran penting dalam hal penyerapan tenaga kerja, yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Bambang mengatakan, sejalan dengan kebutuhan ini, diharapkan BLK dapat menggiatkan penyelenggaraan program pelatihan telekomunikasi BTS bagi para calon tenaga kerja, sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar kerja dengan melibatkan pihak industri.

Ia kembali menekankan pentingnya melibatkan pihak industri agar link and match terhadap kebutuhan industri, terutama bidang telekomunikasi dapat terpenuhi sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang diinginkan.

Upaya tersebut merupakan bagian penting dalam menyiapkan angkatan kerja yang mampu bersaing pada bidang telekomunikasi.

"Kami harap, kerja sama ini mampu memperluas penciptaan lapangan kerja, terutama bidang telekomunikasi dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja Huawei, serta memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Indonesia, " katanya.

Pada kesempatan itu, Dirjen PPK dan K3 Kemnaker, Sugeng Priyanto menilai, kerja sama Binalattas dengan Huawei merupakan salah satu cara tepat dan strategis untuk menggerakkan dan mendorong para pemangku kepentingan, baik manajemen maupun pekerja untuk berpartisipasi aktif dalam perlindungan ketenagakerjaan, termasuk melaksanakan K3.

Sugeng memberikan apresiasi kepada Huawei sebagai penerima penghargaan SMK3 tiga tahun beruntun, yaitu pada 2017, 2018 dan 2019, dengan kecelakaan nihil (zero accident). Penghargaan SMK3 tersebut tidak akan tercapai, jika kerja sama pelaksaan K3 antara Huawei dengan para pemangku kepentingan tidak berjalan secara baik.

baca juga

"Salah satu indikator penilaian diantaranya harus bebas kecelakaan kerja, baik pada perusahaan itu sendiri, termasuk sub kontraktor yang melakukan sebagian pekerjaan, " ujar Sugeng.

Ia berharap, standar pelaksanaan K3 yang sudah berjalan baik di Huawei, dapat menjadi contoh bagi industri informasi dan komunikasi lainnya. Kemnaker, lanjut Sugeng, memberikan apresiasi atas kerja sama pembinaan K3 antara Kemnaker dengan Huawei, pada 30 Agustus 2018, yang telah menghasilkan personel kompeten dan memiliki kewenangan dalam melaksanakan pekerjaan berbahaya.

"Diantaranya tenaga kerja pada ketinggian tingkat I sebanyak 67 angkatan, dengan jumlah 925 peserta, dalam periode 10 bulan," katanya.

Sementara, Andy Ma Hui mengatakan, target peserta program pelatihan tersebut merupakan pencari kerja lulusan SD, SMK hingga S1, yang berada di bawah binaan BBPLK Kemnaker. Program kolaborasi yang menjadi bagian dari program SmartGen tersebut merupakan tindak lanjut atas MoU yang disepakati Juli 2018 lalu.

"SmartGen merupakan komitmen Huawei dalam mengembangkan SDM terampil Indonesia untuk meningkatkan kompetensi daya saing mereka, menghadapi ketatnya pasar tenaga kerja di TIK, " ujarnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Latih 100.000 Teknisi AC, Kemnaker Kerja Sama dengan KLHK

Latih 100.000 Teknisi AC, Kemnaker Kerja Sama dengan KLHK

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 08:26 WIB

Kemnaker Minta Pegawai Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi Informasi

Kemnaker Minta Pegawai Adaptasi dengan Perkembangan Teknologi Informasi

Tekno | Selasa, 16 Juli 2019 | 08:47 WIB

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

Kemnaker Minta Perusahaan Segera Terapkan Standar K3 Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juli 2019 | 08:13 WIB

Kemnaker : Sertifikasi Kompetensi Jadi Jaminan Kualitas Pekerja Indonesia

Kemnaker : Sertifikasi Kompetensi Jadi Jaminan Kualitas Pekerja Indonesia

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2019 | 08:45 WIB

Hadapi Industri 4.0, Kemnaker Perkuat Peranan Instruktur di BLK

Hadapi Industri 4.0, Kemnaker Perkuat Peranan Instruktur di BLK

News | Senin, 08 Juli 2019 | 15:14 WIB

Berpredikat WTP, Menaker Minta Kemnaker Pertahankan Prestasi

Berpredikat WTP, Menaker Minta Kemnaker Pertahankan Prestasi

News | Sabtu, 01 Juni 2019 | 09:45 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×