Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Milenial Muda Aceh Kembangkan Pupuk Organik Cair

Fabiola Febrinastri

Rabu, 07 Agustus 2019 | 11:09 WIB
Milenial Muda Aceh Kembangkan Pupuk Organik Cair
Pupuk organik cair produk seorang pebisnis di Banda Aceh. (Dok : Istimewa)

Suara.com - Social entrepreneurship kini semakin marak diminati generasi muda atau kaum milenial. Selain menghasilkan keuntungan, mereka berharap dapat membantu sesama pebisnis melalui produk yang dibuatnya.

Pebisnis muda asal Peunayong Banda Aceh, Freddy Wijaya (27), merupakan salah satu pengusaha pupuk organik cair (POC).

Berawal dari niat untuk membantu para petani di daerah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 2015 bersama teman-temannya, Freddy mencoba menciptakan pupuk organik cair. Kini pupuk yang dinamainya Dinosaurus itu sudah mulai tersebar di banyak daerah di Indonesia.

“Belum genap setahun, sudah banyak pemesanan dari Bandung, Bogor, Medan hingga Padang dan Gorontalo, dan masih banyak lagi,” ujarnya.

Nama Dinosaurus diambilnya dari konteks zaman dahulu, yang mana ia menggunakan tanaman-tanaman kuno sebagai bahan pupuknya. Ia meraciknya sendiri, sehingga pupuk tersebut kini mulai dikenal banyak orang.

Berbeda dengan pupuk berbahan kimia yang dapat mengurangi kualitas tanah, pupuk berbahan organik dan mikroba dapat secara alami mengembalikan unsur hara yang telah tereksploitasi, sehingga tanah kembali menjadi subur.

“Initerbukti di lapangan. Setelah petani menggunakan pupuk Dinosaurus, profil tanaman tampak meraksasa, daun lebar, buah besar-besar dan batang kokoh,” sambung Freddy

Meski fenomenal, POC ini dijual dengan harga murah. Menurutnya, keuntungan bukanlah menjadi tujuan satu-satunya.

Selain harganya terjangkau oleh para petani, pupuk ini juga memberikan banyak nilai tambah karena efektif dalam menyuburkan tanah.

baca juga

“Petani di NTT berhasil panen padi 11 ton, naik hampir 40 persen dari panen sebelumnya yang hanya mampu 7 ton. Itu termasuk hasil panen yang tinggi,” jelas Freddy, tentang keberhasilanya pupuknya.

Pupuk Dinosaurus tak hanya digunakan petani, tapi juga menyasar tren bercocok tanam dan berkebun di kalangan milenial. Hal ini bisa dilihat dari kemasan produknya yang terkesan modern.

Pupuk jenis ini juga tersedia secara online untuk proses pembelian yang praktis.

“Saya berharap, sektor pertanian tidak ditinggalkan oleh kalangan muda. Bahkan kitalah yang mampu menggerakkan potensi agraris di Indonesia, sehingga sektor pertanian semakin maju dan mantap dalam menembus pasar ekspor,” tutup Freddy, yang merupakan jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memberi semangat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Minta Petani Wajib Miliki Kartu Tani, Begini Cara Mendapatkannya

Kementan Minta Petani Wajib Miliki Kartu Tani, Begini Cara Mendapatkannya

Bisnis | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 08:15 WIB

Hindari Kelangkaan, Kementan Terus Perbaiki Penanganan Pupuk Bersubsidi

Hindari Kelangkaan, Kementan Terus Perbaiki Penanganan Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Kamis, 01 Agustus 2019 | 09:42 WIB

Kementan Terus Perbaiki dan Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Kementan Terus Perbaiki dan Awasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 07:32 WIB

Pupuk Indonesia Raih Penghargaan Indonesia Most Creative Company 2019

Pupuk Indonesia Raih Penghargaan Indonesia Most Creative Company 2019

Bisnis | Rabu, 19 Juni 2019 | 23:29 WIB

Pakai Teknologi Mikroba, Pupuk Hayati Dinosaurus Tingkatkan Hasil Panen

Pakai Teknologi Mikroba, Pupuk Hayati Dinosaurus Tingkatkan Hasil Panen

Bisnis | Selasa, 18 Juni 2019 | 13:16 WIB

Tahun Ini Kementan Alokasi 9,55 Juta Ton Pupuk Senilai Rp 29 Triliun

Tahun Ini Kementan Alokasi 9,55 Juta Ton Pupuk Senilai Rp 29 Triliun

Bisnis | Kamis, 13 Juni 2019 | 07:54 WIB

Terkini

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:25 WIB

×