Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Segini Kira-kira Gaji Atta Halilintar dan Najwa Shihab dari Youtube

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 07 Agustus 2019 | 13:38 WIB
Segini Kira-kira Gaji Atta Halilintar dan Najwa Shihab dari Youtube
Atta Halilintar di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (12/6/2019). [Sumarni/Suara.com]

Suara.com - Dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Albertus Magnus  Prestianta membuka perkiraan gaji Atta Halilintar dan Najwa Shihab dari Youtube. Mereka mendapatkan uang dengan menjadi youtuber dan mengunggah video atau konten.

Hal itu diungkap Albert dalam sesi terakhir Konferensi Nasional Media Digital Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengusung tema 'Mencari Model Bisnis Media di Indonesia'.

Sesi ini disampaikan oleh Pemimpin Redaksi CNN Indonesia TV Titin Rosmasari, Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sapto Anggota yang juga Pemimpin Redaksi Tirto.id, dan Albert M Prostianta, dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang merupakan pemenang Call Paper AJI.

Albertus memaparkan potensi platform Youtube sebagai sumber pendapatan media. Analisa ini merujuk pada penelitian berbasis data, yaitu hasil treking atas 250 Top Youtubers melalui tools NoxInfluencer.

Hasil scraping yang dilakukannya pada 27 Juli lalu, memunculkan kesimpulan yang didasarkan atas tiga variabel; jumlah subsciber atau pelanggan, total views (pengunjung), dan pendapatan potensial dari mengupload konten.

Menurutnya, ada keterkaitan potensial earning yaitu total views dan subscriber. Dari tools Noc influencer dan social build bisa dilihat potensi youtuber di Indonesia atau bahkan di dunia. Lebel paling banyak dilihat ialah entertainment, yakni sepertiga dari semua label. Sementara konten news dan politik hanya delapan.

“Kalau saya bicara media posisi perusahaan media kita dari 250 ada 14 kanal youtube. Mayoritas perusahaan media kita berafiliasi pada broadcasting tapi siber belum banyak masuk. Di dalam 250 yang punya pengaruh besar hanya 14. Ini saya sebagai peneliti harus kembali memikirkan kenapa bisa demikian,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, meski paling banyak adalah youtubers dari kalangan individual, namun kanal media televisi seperti Trans official memiliki subscriber sebesar 8.490.000 dan merupakan tertinggi dari 14 kanal lainnya. Dengan total viewers sebesar 3.200.000.000 maka potensial earning per bulan bisa mencapai 7 miliar Rupiah.

Dari non TV broadcast ada genre siber cumi-cumi dengan subscriber 4.260.000 dan total views sebesar 3.120.000.000 dan ditaksir potensi pendapatan perbulannya Rp 2 miliar.

“Kalau di bandingkan entertainment dan news politik, Atta Halilintar subscriber 18 juta, Najwa Shihab 2,6 juta. Total view Atta 1,5 juta dan Najwa Shihab 430 ribu potensi pendapatan perbulan Rp 2,9 miliar. Sedangkan Najwa Rp 490 juta. Kalau 10 peringkat bedasarkan subscriber teratas adalah Atta Halilintar media seperti indosiar ada di peringkat tujuh dan dan Trans 7 official di peringkat enam. Perusahaan media bisa melakukan akumulasi dari satu kanal dari program masing-masing akan tetap menemukan segment pasar yang menguntungkan,” dia menguraikan.

Atas analisa itu, dia berpendapat, media siber memiliki konten media sosial yang menguntungkan. Dalam catatannya, Google telah mengumuman bahwa platform raksasa ini tidak mampu dan sadar ia tidak bisa bergerak sendiri, maka bergerak bersama untuk kondisi news.

Sementara Sapto Pemimpin Redaksi Tirto mengungkapkan, sebagian besar media online di Indonesia dikenal istilah trend start up dan “anak kandung”. Namun, paling penting menurutnya apapun model bisnisnya media haruslah segmented dan punya demografi.

“DNA harus jelas karakter medianya. DNA itu harus sampai pada seluruh karyawan dalam hal memanage tidak hanya visi dan misi kalau perlu office boy tahu. Demografi penting dalam anda menjual apapun termasuk di sosial media,” katanya.

Dia sepakat dengan pemaparan Albert tentang potensi Youtube yang sebagian besar ada di segmen hiburan. Namun menentukan suatu karakter media juga penting untuk bisa menjualnya dengan jelas. Sapto mengutip data, ada sekitar 13 miliar US Dollar atau sekitar 15 triliun rupiah yang akan beredar untuk digital pada tahun 2021. Dari total belanja digital itu, di Indonesia sebesar 60-80 dikuasai oleh google group.

“Apa yang bisa di jual, display ads, conten creation, community engagement, community insight, paywall subscription, media support: bikin media di baliknya adalah LSM internasional seperti greenpeace, Mongabay, dan lain-lain,” katanya.

Selain itu, melesatnya kehadiran suatu media media start up menurut Sapto, juga ditentukan oleh momentum. Setidaknya ini berdasarkan pengalaman dia merintis dua media terakhir ini, yakni merdeka.com dan tirto.id.

“Merdeka.com momentum nya ada saat berita jatuhnya pesawat Sukoi. Saya habiskan 2 minggu cari konten sampai ujung. Tirto ketika hadir pertama kali akan buat model pemberitaan tentang data, apa yang bisa kita lakukan dalam pemilihan Gubernur DKI, Ahok dan AHY bicara apa kita cari data. Saat ia bicara case kita cek fakta dan ada sumbernya. Jadi begitu dilihat momentum kita memberikan value lebih terhadap pembaca. Tirto konten politik tidak terlalu besar, yang banyak dibaca teman-teman yang sifatnya humaniora,” katanya.

Adapun Titin Rosmasari, pemimpin redaksi CNN Indonesia, mengulas sisi bisnis industri televisi di tengah gempuran digitalisasi. Pemred Trans7 dan CNN Indonesia TV ini mengaku, industri televisi yang dinakhodainya seolah bermain di dua kaki, yaitu di era konvensional dan era new media atau digital.

“Konvensional dan offline dan bagaimana berkomunikasi dengan media. Ada tv yang sudah heavy dari awal di digital akhir ini mengalami dilema finansial. Apakah benar kita ada di dua kaki di dua dunia, mereka jawab iya. Yang kita sampaikan kita semua percaya internet things sudah dua dekade masuk masih ada yang tergagap,” ungkapnya.

Dia menyitir analisa Nielson yang menunjukkan penurunan penonton TV konvensional, namun realitas revenu atau pendapatannya relatif belum turun. Karena itu yang penting disasar saat ini adalah generasi Y, mengincar potensi spending money dari kalangan ini.

“Kebiasaan konsumsi media yang berubah, harus disikapi dengan perubahan model bisnis media itu sendiri. Kaitan internet, TV masih ditonton tapi internet semua orang hadir. Bisnis kita mau tidak mau akan kesitu. Juga isu lain bahwa konvergensi antar sektor sedang terjadi, termasuk di media terus tejadi,” katanya.

Selain itu, Titin juga masih percaya bahwa kemampuan menjaga pangsa pasar membuat industri media konvensional tidak serta merta akan rontok. Dia menyebut sejumlah brand media cetak yang tetap memiliki pangsa pasar dan stabil, yang tidak cuma bergantung dari oplah tetapi juga menggarap kegiatan offline seperti kerjasama event.

“Media cetak yang sudah 22 tahun hidup belum masuk ke ranah digital, dia ada web isinya sama dengan versi cetaknya. Sudah ada pembaca dan langganannya dia tidak mau bergerak ke versi digital. Era digital Indoensia tahapan masih panjang, bukan benar atau salah dalam mengambil keputusan 15-20 tahun lagi ia yakin media cetak masih bertahan. Ada teori the long tail theory for business.

Kembali ke industri televisi, transmedia sebutnya saat ini fokus pada bisnis media masa depan bukan menatap sunset industri. Melebarkan pilihan bagi generasi milenial, misalnya, yang tidak sekedar mencari berita tetapi membuat konten.

“Ada personalize konten untuk mereka,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambangi Kantor Polisi, Ria Ricis : Salam Cinta untuk Netizen

Sambangi Kantor Polisi, Ria Ricis : Salam Cinta untuk Netizen

Entertainment | Minggu, 04 Agustus 2019 | 21:38 WIB

Tiru Iklannya, Inilah Cerdikiawan Ala Driver Gojek yang Sesungguhnya

Tiru Iklannya, Inilah Cerdikiawan Ala Driver Gojek yang Sesungguhnya

Otomotif | Minggu, 04 Agustus 2019 | 18:26 WIB

Ditegur Kominfo, Kimi Hime Janji Ubah Penampilan

Ditegur Kominfo, Kimi Hime Janji Ubah Penampilan

Entertainment | Sabtu, 03 Agustus 2019 | 07:47 WIB

Kembali Tampil Vulgar, Pertemuan Kimi Hime - Menkominfo Terancam Batal

Kembali Tampil Vulgar, Pertemuan Kimi Hime - Menkominfo Terancam Batal

Entertainment | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 13:11 WIB

Pernikahannya Disiarkan Langsung, Pasangan Youtuber Ini Patok Tarif Tinggi

Pernikahannya Disiarkan Langsung, Pasangan Youtuber Ini Patok Tarif Tinggi

Lifestyle | Kamis, 01 Agustus 2019 | 10:55 WIB

Terkini

Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!

Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:15 WIB

Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional

Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:12 WIB

Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?

Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:10 WIB

IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?

IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:32 WIB

Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?

Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:05 WIB

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 21:37 WIB

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:54 WIB

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:34 WIB

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:29 WIB