Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 Juli 2026 | 15:52 WIB
Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali
Kelompok Jamaat Nasr al-Islam wal-Muslimin (BBC)
baca 10 detik
  • AS mengkaji opsi agresi militer ke Mali untuk menumpas kelompok teroris JNIM.

  • Kebijakan serangan militer masih memicu perdebatan di internal pejabat tinggi pemerintahan AS.

  • Kelompok JNIM membiayai aksi terorisme melalui penculikan, penyelundupan narkoba, dan tambang emas ilegal.

Suara.com - Gedung Putih mulai menakar opsi intervensi militer langsung ke kawasan Sahel, Afrika Barat. Langkah ekstrem ini diambil demi melumpuhkan pergerakan jaringan teroris internasional yang kian menguat di kawasan tersebut.

Pemerintah Amerika Serikat kini secara serius mengkaji rencana agresi militer ke Mali guna menumpas kelompok Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin atau Jamaat Nasr al-Islam wal-Muslimin (JNIM). Kelompok mematikan tersebut dikenal sebagai salah satu cabang utama yang secara resmi berafiliasi dengan jaringan al-Qaeda.

Langkah ofensif ini menandai pergeseran strategi geopolitik Washington yang tidak lagi membiarkan kawasan Afrika Sub-Sahara menjadi sarang pertumbuhan kelompok radikal. Fokus operasi diprioritaskan untuk menghancurkan simpul kekuatan ekstrimis sebelum dampaknya meluas secara global.

Bendera Al Qaeda. [Shutterstock]
Bendera Al Qaeda. [Shutterstock]

Namun, strategi tempur tersebut belum sepenuhnya mendapat lampu hijau penuh dari para pengambil kebijakan di Washington. Perbedaan pandangan mengenai efektivitas dan risiko geopolitik operasi masih terus diperdebatkan secara internal.

Saat ini, belum ada kesepakatan perihal rencana agresi militer tersebut di kalangan pejabat tinggi pemerintahan.

Kendati demikian, faksi garis keras di dalam lingkaran istana kepresidenan justru mendorong agar aksi militer segera dieksekusi tanpa menunda waktu. Dorongan kuat ini datang dari pejabat penanggung jawab isu-isu penanggulangan terorisme.

Wakil Asisten Presiden AS Donald Trump, sekaligus Direktur Senior Bidang Kontraterorisme Dewan Keamanan Nasional, Sebastian Gorka, dilaporkan mendukung operasi itu.

Kondisi keamanan di Mali sendiri sudah sangat memprihatinkan akibat gempuran konflik bersenjata dari berbagai arah. Negara Afrika Barat itu telah dilanda serangan militan yang berafiliasi dengan Al Qaeda serta pemberontak Tuareg dari Front Pembebasan Azawad (FLA).

Ancaman paling nyata datang dari keterlibatan aktif kelompok JNIM yang terus memperluas pengaruh kekuasaannya. Eksistensi koalisi jihadis ini menjadi alasan utama timbulnya wacana serangan mendadak dari pasukan Amerika Serikat.

baca juga

Jamaat Nasr al-Islam wal-Muslimin (JNIM), yang berarti "Kelompok Pendukung Islam dan Muslim", adalah koalisi militan garis keras di wilayah Sahel, Afrika Sub-Sahara, yang secara resmi berafiliasi dengan al-Qaeda.

Aliansi berbahaya ini berakar dari penyatuan beberapa kelompok radikal lokal yang sepakat meleburkan diri demi melipatgandakan kekuatan tempur. Didirikan pada Maret 2017, kelompok ini dibentuk melalui penggabungan beberapa faksi jihadis regional seperti Ansar al-Din, al-Murabitoun, dan Katibat Macina.

Gerakan militer ini dikendalikan oleh tokoh sentral radikal dari etnis lokal yang berambisi merebut kekuasaan politik secara penuh. Di bawah pimpinan ekstremis Tuareg, Iyad Ag Ghali, tujuan utama JNIM adalah menggulingkan otoritas pemerintah sekuler dan menerapkan hukum Syariah di wilayah tersebut.

Guna menopang operasional milisi serta pembelian senjata, kelompok ini mengandalkan jaringan kejahatan terorganisir yang sangat terstruktur. Kelompok ini mendanai operasinya melalui kegiatan kriminal, termasuk penculikan warga asing untuk tebusan, perdagangan narkoba, dan penambangan emas ilegal.

Kawasan Sahel di Mali telah menjadi pusaran konflik berkepanjangan sejak runtuhnya stabilitas politik domestik yang memicu kekosongan kekuasaan. Ketidakstabilan ini dimanfaatkan oleh jaringan milisi radikal untuk menguasai jalur ekonomi gelap dan wilayah pedalaman.

Masuknya rencana intervensi militer Amerika Serikat memunculkan babak baru dalam dinamika penanganan terorisme global di kawasan Afrika Sub-Sahara. Keputusan final Washington diprediksi bakal menentukan arah geopolitik dan peta keamanan di Afrika Barat dalam beberapa tahun ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas

3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:33 WIB

Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?

Siapa yang Paling Dirugikan Jika Perang AS - Iran Makin Besar dan Meluas?

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:25 WIB

Analisis Eks Utusan AS Nilai Perdamaian AS - Iran Makin Sulit karena Ini, Singgung Peran China

Analisis Eks Utusan AS Nilai Perdamaian AS - Iran Makin Sulit karena Ini, Singgung Peran China

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:46 WIB

Terkini

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 15:38 WIB

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

WALHI Desak Polri Buka Identitas 20 Korporasi Tersangka Karhutla, Jangan Hanya Jerat Peladang

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:36 WIB

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Arti Mimpi Kehujanan Basah Kuyup: Pertanda Baik atau Peringatan?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:35 WIB

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Suho EXO dan Park Hee Soon Jadi Ayah-Anak di Film Aksi A Father's Secret

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:30 WIB

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Viva Whitening Cream Bisa untuk Usia 40 Tahun ke Atas? Intip Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 15:29 WIB

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

BPBD Sebut Karhutla Kaltim Tembus 10 Ribu Hektare, Paser Catat Kasus Terbanyak

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:26 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Penuhi Panggilan KPK, Jaro Ade Diperiksa soal Kasus Upah Pungut di Bogor

Bogor | Minggu, 01 November 2026 | 15:16 WIB

×