Array

Menkeu: Prediksi Ekonomi Global 5,1 Persen, Indonesia 5,3 Persen

Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:30 WIB
Menkeu: Prediksi Ekonomi Global 5,1 Persen, Indonesia 5,3 Persen
Menkeu Sri Mulyani. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut proyeksi pertumbuhan ekonomi RI bakal menjadi tantangan pemerintah dalam mencapai target perpajakan tahun depan.

Terlebih asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 mematok pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen atau 0,2 persen di atas proyeksi global.

Sri Mulyani mengungkapkan meski lembaga internasional memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,1 persen, asumsi makro RAPBN 2020 tetap mematok pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen.

“Salah satu yang jadi downside risk pelaksanaan APBN dalam instrumen pengelolaan ekonomi, kondisi ekonomi global dan tantangan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan berbagai lembaga growth-nya adalah lebih rendah dari yang diasumsikan, kita menggunakan 5,3 persen, lembaga internasional memproyeksikan 5,1 persen, ini suatu potensi downside risk,” kata Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Senin (19/8/2019).

Selain tantangan proyeksi global, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga mengungkapkan ada tantangan dari sisi domestik seperti insentif pajak dari esktor usaha yang sumbangsihnya cenderung rendah.

Oleh karena itu, Sri mengungkapkan pihaknya bakal terus mengintensifkan penerimaan perpajakan melalui reformasi perpajakan seperti penggunaan automatic exchange of information (AEoI) hingga komunikasi dengan stakeholder terkait.

“Saat ini sisi reformasi perpajakan kita gunakan data yang ada dan gunakan sistem exchange atau pertukaran data antara yuridiksi dan kita akan insentifkan berbagai komunikasi yang telah dilakukan oleh berbagai stakeholder dalam mendapatkan penerimaan pajak tetap baik, tanpa mengurangi kondisi iklim investasi,” jelasnya.

Diketahui, pada pembacaan nota keuangan Presiden Jokowi di depan DPR/MPR memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,3 persen dan Belanja Negara direncanakan akan mencapai Rp 2.528,8 triliun, atau sekitar 14,5 persen dari PDB.

Dari total anggaran tersebut, direncanakan defisit anggaran pada 2020 sebesar 1,76 persen dari PDB, atau sebesar Rp 307,2 triliun. 

Baca Juga: Sri Mulyani Patahkan Pesimisme Rizal Ramli soal Pertumbuhan Ekonomi RI

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI