Jakarta Punya Monas, Ibu Kota Baru Akan Punya Ini

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Jakarta Punya Monas, Ibu Kota Baru Akan Punya Ini
Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan.

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan. Pembangunan infrastrukturnya pun akan di mulai pada 2020 mendatang.

Seperti dikutip dalam paparan materi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Pemerintah telah memberikan gagasan desain untuk Ibu Kota baru.

Dalam materi itu, terdapat tiga visi yang melandaskan gagasan desain Ibu Kota baru. Pertama, mencerminkan identitas bangsa. Dalam visi tersebut, desain Ibu Kota dilandaskan pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)
Lapangan dan Monumen Pancasila Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

Visi tersebut menggambarkan Ibu Kota negara berbentuk segi lima yang merepresentasikan sebagai pancasila.
Selain itu, terdapat lapangan dan monumen pancasila seperti Monas di pusat kota. Kawasan inti pusat pemerintahan berada di sekeliling dari lapangan dan monumen Pancasila.

Adapun identitas bangsa terlihat dalam desain Morfologi dan fungsi-fungsi tata kota, ruang-ruang bagi aktivitas masyarakat yang mendorong prinsip gotong royong, dan fungsi-fungsi serta wadah yang melestarikan sejarah dan budaya bangsa seperti galeri nasional, museum, gedung pertunjukan dan taman-taman kesenian.

Visi kedua yaitu mewujudkan keberlanjutan sosial, ekonomi dan lingkungan. Dalam desainnya mengintegrasikan ruang hijau dan biru. Artinya akan dibangun ruang terbuka untuk publik agar bisa berjalan lalu lalang menuju pusat kota ataupun bersepeda.

Ruang Terbuka Hijau Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)
Ruang Terbuka Hijau Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

Visi ketiga yaitu mewujudkan kota cerdas dan modern berstandar internasional. Artinya, mulai dari industri, energi, keamanan, kesehatan, perumahan, hingga swalayan akan menggunakan teknologi berstandar internasional.

Selain itu, transportasi massal akan dibangun terintegrasi yang mana angkutan berbasis rel bakal dibangun di tengah-tengah jalan raya.

Transportasi Publik Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)
Transportasi Publik Ibu Kota Baru. (Dok: Kementerian PUPR)

Untuk diketahui, Ibu Kota baru bukan kota yang sepi kedepannya. Akan tetapi, di Ibu Kota baru ini akan dihuni sekitar 1,5 juta penduduk.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS