Pagi di Awal Oktober, Kualitas Udara Jakarta Nomor 6 Terkotor di Dunia

Iwan Supriyatna
Pagi di Awal Oktober, Kualitas Udara Jakarta Nomor 6 Terkotor di Dunia
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

DKI Jakarta berada di bawah sejumlah kota besar diantaranya Vietnam, Arab, Kuwait dan China.

Suara.com - Kualitas udara di DKI Jakarta masih menempati posisi keenam dari 92 kota besar di dunia dengan kategori tidak sehat berdasarkan laporan aplikasi penyedia layanan Air Visual.

DKI Jakarta berada di bawah sejumlah kota besar diantaranya Vietnam, Arab, Kuwait dan China.

Berdasarkan pantauan dari laman resmi Air Visual pada Selasa (1/10/2019) pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada pada level tidak sehat, yakni 156 dari ambang batas 500, dengan parameter polutan atau PM2.5 konsentrasi 65 ug/m3.

Dari 11 lokasi yang terpantau menunjukkan hanya udara di sekitar lingkungan Kemayoran yang berkategori sedang di angka 81, dan parameter PM2.5 konsentrasi 26,4 ug/m3. Pada level tersebut kualitas udara berisiko terhadap kesehatan masyarakat yang sensitif.

Kualitas udara di kawasan Rawamangun terpantau pada level tidak sehat dengan parameter AQI 177 serta PM2.5 konsentrasi 105,4 UG/m3.

Kondisi udara di kawasan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu terpantau berkategori sedang dengan parameter AQI 117 serta PM2.5 konsentrasi 35,2 UG/m3.

Wilayah lain dalam kategori udara tidak sehat yakni Mangga dua bagian selatan, Pegadungan Jakarta Barat, Rawamangun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, AHP Capital Place dan Pejanten Barat.

Selain itu, AirVisual juga mencatat kelembapan udara Jakarta 78 persen dan kecepatan angin 3,6 kilometer per jam. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS