Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Khawatir Ekonomi Terganggu, Sri Mulyani Minta Demonstrasi Tak Ricuh

Reza Gunadha | Suara.com

Selasa, 01 Oktober 2019 | 21:23 WIB
Khawatir Ekonomi Terganggu, Sri Mulyani Minta Demonstrasi Tak Ricuh
Menkeu Sri Mulyani. [Suara.com/Stephanus Aranditio]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta para demonstran tidak membuat kericuhan saat menyampaikan aspirasinya menentang revisi KUHP dan UU KPK.

Tujuannya, kata dia, agar kondisi ekonomi nasional tidak terganggu akibat situasi politik yang cukup memanas akhir-akhir ini.

"Harapannya, selama aspirasi disampaikan di dalam koridor ini adalah dinamika demokrasi yang sehat. Selama dia tidak anarkistis dan menciptakan suasana yang kerusuhan," kata Sri Mulyani di Kementerian Keuangan, Selasa (1/10/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tak mempermasalahkan demonstrasi, karena merupakan bagian dari demokrasi yang sehat.

Namun, jika situasinya berakhir ricuh tentunya sangat disayangkan oleh Sri Mulyani, karena akan merugikan banyak pihak termasuk juga kepada negara.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi bakal makin kuntet akibat maraknya aksi demonstrasi yang menentang revisi Undang-Undang (UU) Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) dan UU KPK.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan jika para anggota dewan tidak memenuhi permintaan para pendemo nasib Indonesia akan sama dengan yang terjadi di Hongkong.

"Awalnya kan hongkong soal penolakan ruu ekstradisi tapi meluas ke soal lain," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Selasa (1/10/2019).

Bhima menambahkan kondisi Hongkong saat ini amburadul dengan adanya demonstrasi besar-besaran di sejumlah kota, akibatnya sektor ekonomi negara tersebut anjlok cukup drastis. Kondisi ini juga mengancam Indonesia karena situasinya hampir sama.

"Realisasi pertumbuhan ekonomi (Indonesia) bisa anjlok dibawah 5 persen," kata Bhima.

Dia bilang, risiko ganggu ekonomi jelas besar kata Bhima kalau jalan sampai di blokade, arus logistik terganggu bukan saja di Jakarta tapi juga di daerah.

"Ekspor impor terdampak, sampai timbul sentimen negatif terkait instabilitas politik," ucapnya. [Mohammad Fadil Djailani]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei: 77 Persen Warga Dukung Aksi Mahasiswa Demo DPR RI

Survei: 77 Persen Warga Dukung Aksi Mahasiswa Demo DPR RI

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 21:01 WIB

Jika Temu Jokowi dan BEM Disiarkan TV, Putra Nababan: Kurang Efektif!

Jika Temu Jokowi dan BEM Disiarkan TV, Putra Nababan: Kurang Efektif!

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 19:57 WIB

Gara-gara Tulisan di Poster Aksi, Aktivis FMN Purwokerto Dipersekusi

Gara-gara Tulisan di Poster Aksi, Aktivis FMN Purwokerto Dipersekusi

Jawa Tengah | Selasa, 01 Oktober 2019 | 18:00 WIB

Usai Salat Berjamaah di Dekat DPR, Mahasiswa Bersalaman dengan Polisi

Usai Salat Berjamaah di Dekat DPR, Mahasiswa Bersalaman dengan Polisi

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 17:55 WIB

Tolak RKUHP dan UU KPK, Mahasiswa Bawa Peti Mati Hitam ke Depan Aparat

Tolak RKUHP dan UU KPK, Mahasiswa Bawa Peti Mati Hitam ke Depan Aparat

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 17:20 WIB

Video Ambulans Ditembaki Gas Air Mata, Mabes: Ada yang Sengaja Bikin Viral

Video Ambulans Ditembaki Gas Air Mata, Mabes: Ada yang Sengaja Bikin Viral

News | Selasa, 01 Oktober 2019 | 14:30 WIB

Terkini

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB