Beda dengan Menteri Enggar, Airlangga: Enggak Ada Pelarangan Minyak Curah

Agung Sandy Lesmana, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 07 Oktober 2019 | 10:00 WIB
Beda dengan Menteri Enggar, Airlangga: Enggak Ada Pelarangan Minyak Curah
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memberlakukan larangan peredaran minyak goreng curah mulai Januari 2020 mendatang. Sehingga, mulai tahun depan seluruh minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan, alasannya jelas soal kesehatan.

Namun berbeda pandangan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, penjualan minyak curah tidak diatur secara spesifik, sehingga penjualannya tidak bisa dilarang-larang.

"Minyak curah kan bebas, tidak diatur," kata Airlangga kepada Suara.com saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Senin (7/10/2019).

Jadi kata Airlangga sebetulnya tidak ada pelarangan bagi para penjual minyak curah, karena yah tadi mekanisme penjualan minyak curah tidak diatur secara spesifik.

"Enggak ada itu (pelarangan), masih bisa berjualan kok 1 Januari nanti, mekanisme jual saja di pasar kan bebas," kata Airlangga.

Sebelumnya diberitakan, Kemendag akan memberlakukan larangan peredaran minyak goreng curah mulai Januari 2020 mendatang. Sehingga, mulai tahun depan seluruh minyak goreng dijual dalam bentuk kemasan.

Namun bukan tanpa alasan Kemendag melarang peredaran minyak goreng curah. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, minyak goreng curah tak sehat untuk dikonsumsi.

"Yang minyak goreng curah itu tidak akan jaminan kesehatan. Itu minyak goreng bekas yang diolah sederhana dan tidak higienis," kata Enggar saat ditemui di kawasan Sarinah, Jakarta Minggu (6/10/2019).

Maka dari itu Enggar meminta kepada produsen untuk tidak menyuplai kembali minyak goreng untuk dijual secara curah.

baca juga

Jadi tidak lagi suplai minyak goreng curah. Alasan pertama karena kesehatan," kata dia.

Ia berharap, produsen bisa mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng.

"Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat," tandas Enggar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Harapkan Prinsipal Gandeng Modifikator

Menperin Harapkan Prinsipal Gandeng Modifikator

Otomotif | Sabtu, 28 September 2019 | 16:00 WIB

Menperin: Ajang Modifikasi Juga Relevan dan Dorong Industri 4.0

Menperin: Ajang Modifikasi Juga Relevan dan Dorong Industri 4.0

Otomotif | Sabtu, 28 September 2019 | 14:00 WIB

Menteri Jokowi Diusul Pakai Mobil Esemka, Menperin: Pakai Pikap?

Menteri Jokowi Diusul Pakai Mobil Esemka, Menperin: Pakai Pikap?

News | Selasa, 10 September 2019 | 21:00 WIB

Soal Produk Esemka, Begini Daya Saingnya di Pasar Domestik

Soal Produk Esemka, Begini Daya Saingnya di Pasar Domestik

Otomotif | Selasa, 10 September 2019 | 12:00 WIB

Ada Campur Tangan China di Mobil Esemka, Menperin: Sudah Biasa

Ada Campur Tangan China di Mobil Esemka, Menperin: Sudah Biasa

Bisnis | Selasa, 10 September 2019 | 11:30 WIB

Era Kendaraan Listrik, Nantinya Minimarket Jual Isi Ulang Baterai Listrik

Era Kendaraan Listrik, Nantinya Minimarket Jual Isi Ulang Baterai Listrik

Bisnis | Selasa, 03 September 2019 | 14:57 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×