Kementan Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumatera Utara

Fabiola Febrinastri

Minggu, 13 Oktober 2019 | 06:45 WIB
Kementan Validasi Berkurangnya Luas Baku Lahan Sawah di Sumatera Utara
Rapat koordinasi bersama penanggungjawab UPSUS Kabupaten dan Kepala Bidang Dinas Pertanian, serta petugas data LTT di Sumut, Kamis (10/10/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Untuk mengoreksi dan menambah Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Sumut melakukan validasi berkurangnya luas baku lahan sawah. Menurut data, pada Oktober -September 2018/2019, kawasan ini mengalami defisit 150.289 hektare jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Beberapa penyebab defisitnya realisasi tersebut adalah berkurangnya luas baku lahan sawah dari 428.961 hektare data BPS, menjadi 245.953 hektare data Kementerian ATR/BPN," demikian diungkapkan Direktur Jenderal  (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, selaku Penanggungjawab UPSUS Provinsi Sumut, dalam rapat koordinasi bersama penanggungjawab UPSUS Kabupaten dan Kepala Bidang Dinas Pertanian, serta petugas data LTT di Sumut, Kamis (10/10/2019)

Sarwo menyebut, saat ini Kementan sedang melakukan validasi ulang luas baku lahan sawah tersebut melalui aplikasi ArcGIS. Hasilnya akan segera dilaporkan ke Pusat Data dan Sistem Informasi (Pusdatin) Kementan, yang mengembangkan aplikasi tersebut.

"Kami juga kejar tanam padi Oktober - Desember 2019 di lahan-lahan yang bisa ditanami padi gogo, seperti di tegalan-tegalan dan tumpangsari di perkebunan," sebutnya.

Sarwo menambahkan, rencana aksinya untuk mengejar luas tambah tanam, yaitu dengan upaya percepatan pengolahan lahan setelah panen atau optimalisasi pemanfaatan alat mesin pertanian yang terdapat di kelompok tani maupun Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA)/Brigade. Ia juga akan melakukan koordinasi dan konsolidasi seluruh pihak-pihak di tingkat lapangan, yaitu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI dan petani.

"Aksi berikutnya adalah melakukan percepatan pengadaan dan penyaluran benih padi bantuan, baik melalui APBD dan APBN dan melakukan optimalisasi pemanfaatan bantuan GPOT (Gerakan Percepatan Olah Tanah)," terangnya.

Kepala Seksi Intensifikasi Padi Irigasi dan Rawa Kementan, Ike Widyaningrum minta Provinsi Sumut mengejar pertanaman, karena saat ini sudah turun hujan. Kementan turut membantu dengan optimalkan segala upaya untuk mencapai target produksi.

"Manfaatkan fasilitasi GPOT dari Kementan dan segera percepat penyaluran benih agar petani bisa segera tanam," pintanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Provinsi Sumut, Dahler menyebutkan, realisasi Oktober - Maret 2018/2019 untuk tanaman padi adalah 1,17 juta hektare. Perkiraan panen Januari - Desember 2019 adalah 1,03 juta hektare, jika provitas padi sebesar 5,2 ton per hektare, maka produksi padi di Provinsi Sumut akan mencapai 5,34 juta ton tahun ini.

baca juga

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada kabupaten-kabupaten yang telah berkontribusi terhadap capaian LTT di periode ini, namun kami juga mengingatkan, agar data tanam di-input ke dalam aplikasi Penguatan Data Pangan Strategis, sehingga terekam dengan baik," bebernya.

Yeni, salah seorang peserta rapat dari Kabupaten Tapanuli Selatan mengatakan, pihaknya di periode tahun ini memang harus mengejar luas tambah tanam yang telah ditargetkan. Menurutnya, terjadi pengurangan luas lahan sebesar 25.000 hektare sesuai dengan surat dari Kementerian ATR/BPN.

"Kami akan terus berusaha untuk memenuhi target yang telah ditetapkan dan akan mengejar kekurangan tersebut di periode tanam berikutnya," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Populer di Luar Negeri, Kementan Pacu Peremajaan Tanaman Salak Sleman

Populer di Luar Negeri, Kementan Pacu Peremajaan Tanaman Salak Sleman

Bisnis | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 06:08 WIB

Dorong Anak Muda Jadi Konglomerat, Kementan Luncurkan Program Kewirausahaan

Dorong Anak Muda Jadi Konglomerat, Kementan Luncurkan Program Kewirausahaan

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 16:13 WIB

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Perubahan Sistem Pangan Dunia

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Perubahan Sistem Pangan Dunia

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 10:31 WIB

Kementan Sediakan Alat Super Canggih dan Harapkan Peran Generasi Milenial

Kementan Sediakan Alat Super Canggih dan Harapkan Peran Generasi Milenial

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 07:55 WIB

Mentan : Populasi Sapi Indonesia Meningkat 5 Juta Ekor

Mentan : Populasi Sapi Indonesia Meningkat 5 Juta Ekor

Bisnis | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 07:46 WIB

Tren Ekspor Sejumlah Komoditas Asal Banten Meningkat

Tren Ekspor Sejumlah Komoditas Asal Banten Meningkat

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2019 | 10:22 WIB

Terkini

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Jurang Humor Milenial vs Gen Z: Saat Plesetan Cerdas Kalah dari Meme Pisang Tanpa Konteks

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kawat Medis Tertinggal Dalam Jantung, Dugaan Malpraktik di RSUD Samarinda

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 12:00 WIB

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Didukung Kai EXO, Atlet Ini Tepati Janjinya Raih Emas Asian Games 2026

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 11:50 WIB

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Akibat Pasokan Seret, Harga Cabai di Banyumas Tembus Rp80 Ribu!

Jawa Tengah | Minggu, 27 September 2026 | 11:46 WIB

×