Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pesawatnya Retak, Garuda Indonesia Bakal Minta Kompensasi ke Boeing

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2019 | 20:42 WIB
Pesawatnya Retak, Garuda Indonesia Bakal Minta Kompensasi ke Boeing
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara dalam konferensi pers di Restoran Penang Bistro, Jakarta, Selasa (15/1/2019). [Suara.com/Achmad Fauzi]

Suara.com - Maskapai Garuda Indonesia tak hanya diam mendapatkan pesawatnya Boeing 737 New Generation (NG) alami retak. Maskapai nasional tersebut bahkan komplain ke Boeing Co sebagai produsen pesawat.

Bahkan, maskapai berpelat merah itu mempertimbangkan untuk meminta kompensasi kepada produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut.

"Itu (kompensasi) sedang kita pertimbangkan," kata Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta pada Rabu (16/10/2019).

Menurutnya, kekinian satu pesawat yang alami retak tersebut sedang dikandangkan dan tak dioperasikan terlebih dahulu.

"Yang crack sudah kita grounded justru menunjukan Garuda manajemennya bagus karena bisa menemukan itu. Kita yakin sesuai dengan ininya," jelas dia.

Meski begitu, VP Corporate Communication Garuda Indonesia Iksan Rosan memastikan dengan pengandangan pesawat tersebut tak membuat operasional maskapai terganggu.

"Enggak (ganggu), kan cuma satu. Pesawat itu untuk domestik regional. NG itu kan versi lama," tambah dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Boeing 737 New Generation (NG). Pemeriksaan itu dilakukan terhadap pesawat jenis tersebut milik maskapai Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Lion Air, serta Batik Air.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut implementasi DGCA Indonesia Airworthiness Directives (AD) nomor 19-10-003 dan FAA Airworthiness Directives Nomor 2019-20-02 terhadap pesawat Boeing B737NG (Boeing 737 New Generation) perihal Unsafe Condition dimana AD dipicu laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps yang dapat mengakibatkan kegagalan Principal Structural Element (PSE) untuk mempertahankan batas beban.

Kondisi ini dapat mempengaruhi integritas struktural pesawat dan mengakibatkan hilangnya kontrol pesawat.

Hasilnya, terdapat retak pada salah satu dari 3 pesawat Boeing 737 NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack pada dua pesawat Boeing 737 NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Temuan Baru! 3 Pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Retak

Temuan Baru! 3 Pesawat Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air Retak

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 11:39 WIB

Garuda Indonesia Hadirkan Boarding Pass dengan Benefit Tambahan

Garuda Indonesia Hadirkan Boarding Pass dengan Benefit Tambahan

Your Say | Jum'at, 04 Oktober 2019 | 17:00 WIB

18 Pesawat Sriwijaya Air Tak Laik Terbang

18 Pesawat Sriwijaya Air Tak Laik Terbang

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 14:21 WIB

Rujuk, Bos Garuda Minta Citilink Cabut Gugatan untuk Sriwijaya Air

Rujuk, Bos Garuda Minta Citilink Cabut Gugatan untuk Sriwijaya Air

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2019 | 14:05 WIB

Terkini

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Skema Bantuan Perumahan Diminta Tak Disamakan dengan Tender Pemerintah

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:27 WIB

Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia

Harga Minyak Premium Naik, Mendag Sebut Dipicu Lonjakan CPO Dunia

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:11 WIB

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB