Bank Indonesia Pesimis soal Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Buka Suara

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 30 Oktober 2019 | 10:21 WIB
Bank Indonesia Pesimis soal Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Buka Suara
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Suara.com/Fadil)

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya akan tumbuh 5,05 persen. Hal ini jauh dari target pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang mematok pertumbuhan ekonomi di level 5,3 persen.

Menanggapi hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus berupaya keras untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dengan instrumen utama APBN.

"Instrumen dari APBN kan sifatnya adalah lebih kepada mendorong sektoral dan sesuai dengan prioritas. Kalau yang kita perkuat adalah industri manufaktur, terutama untuk ekspor, kita akan terus meningkatkan competitiveness dari industri tersebut," kata Sri Mulyani saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Secara umum kata Sri Mulyani, indikator ekonomi makro Indonesia cukup positif. Namun, sambung Sri Mulyani yang jadi kendala adalah SDM atau Sumber Daya Manusia.

"Competitiveness akan muncul dari berbagai aspek, masalah sumber daya manusia, buruh dalam hal ini, produktivitas mereka dan juga dari sisi skill mereka, competitiveness muncul dari efisiensi infrastruktur, sehingga cost of doing business menjadi jauh lebih kecil dan kompetitif," paparnya.

Maka dari itu untuk membereskan hal itu semua, instrumen APBN menjadi sangat penting digunakan untuk memperbaiki kondisi yang ada.

"Competitiveness berasal dari birokrasi dan regulasi yang efisien, itu semuanya yang kita lakukan melalui instrumen APBN kita," katanya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, ketidakpastian global jadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Keseluruhan tahun dan kuartal III 5,05 persen untuk 2019. Kemarin saya sampaikan kuartal III tapi kalau di jumlah keseluruhan tahun 2019 5,05 persen," kata Perry saat ditemui di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (28/10/2019).

baca juga

Kendati demikian, Perry tetap optimis dengan masa depan ekonomi Indonesia. Bahkan, lanjut dia, dengan pemerintahan yang baru ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3 persen.

Untuk mencapai angka pertumbuhan itu, ia memiliki lima fokus yaitu pertama, mendorong ekonomi digital. Kedua, mencari pendapatan baru dengan mengembangkan kawasan manufaktur mulai dari otomotif hingga tekstil.

"Ketiga, terus melakukan transformasi ekonomi dengan pemangkasan izin investasi dan juga pengembangan infrastruktur untuk mendorong pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata," tutur dia.

Kemudian, keempat terus menggalang kerjasama dengan berbagai negara, baik bilateral ataupun regional untuk mendorong perdagangan dan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rayakan Hari Oeang, Sri Mulyani dan Anak Buah Kompak Kenakan Baju Adat

Rayakan Hari Oeang, Sri Mulyani dan Anak Buah Kompak Kenakan Baju Adat

Bisnis | Rabu, 30 Oktober 2019 | 09:36 WIB

Sri Mulyani: Banyak Aset Milik Negara yang Keleleran

Sri Mulyani: Banyak Aset Milik Negara yang Keleleran

Bisnis | Selasa, 29 Oktober 2019 | 21:11 WIB

Ibu Kota Pindah, Triliunan Aset Negara di Jakarta Bikin Sri Mulyani Pusing

Ibu Kota Pindah, Triliunan Aset Negara di Jakarta Bikin Sri Mulyani Pusing

Bisnis | Selasa, 29 Oktober 2019 | 16:50 WIB

Terkini

Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus

Remaja di Jakut Babak Belur Diamuk Massa, Diduga Rudapaksa Anak Berkebutuhan Khusus

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:03 WIB

Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial

Digital Detox Bukan Cuma Tren: Kita Perlu Jeda dari Kebisingan Media Sosial

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Dicecar KPK Soal Aset yang Sudah Disita

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Dicecar KPK Soal Aset yang Sudah Disita

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:59 WIB

Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau

Ratusan Ton Karbon untuk Satu Film: Saatnya Industri Sinema Bergerak Lebih Hijau

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun

Jantung Jadi Penyakit dengan Klaim JKN Terbesar, Capai Rp17,35 Triliun

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Saat Budaya dan Kehidupan Sehari-Hari Jadi Inspirasi Kompetisi hingga Pameran Seni

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan

Anggaran Bencana Bogor Besar, Tapi Mitigasi Dipertanyakan

Bogor | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala

Jangan Tunggu Sakit, Ini Pentingnya Cek Tekanan Darah hingga Kolesterol Secara Berkala

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami

Pelukan Suzume dan Pelajaran tentang Inner Child yang Sering Disalahpahami

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bos Bulog Ungkap Kualitas Beras Bantuan Pangan, Layak Makan?

Bos Bulog Ungkap Kualitas Beras Bantuan Pangan, Layak Makan?

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:47 WIB

×