Laju Inflasi Rendah, Ini Kata Menko Airlangga

Pebriansyah Ariefana | Mohammad Fadil Djailani
Laju Inflasi Rendah, Ini Kata Menko Airlangga
Airlangga Hartarto. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Laju inflasi tersebut masih sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2019 sebesar 3,5 persen.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Inflasi ini dipicu karena kenaikan harga sejumlah komoditas seperti makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang andilnya 0,08 persen.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan laju inflasi tersebut masih sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2019 sebesar 3,5 persen.

"Kita terus menjaga 2 bulan terakhir. Kemarin kan yang terkait dengan makanan. Jadi faktor inflasi ini yang kita perhatikan seperti harga bawang, harga beras itu nanti akan kita monitor," kata Airlangga saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Kata Ketua Umum Partai Golkar ini, faktor menjaga laju inflasi sangat penting dilakukan guna mendorong sektor ekonomi yang lain, seperti pertumbuhan ekonomi. Karena indikator inflasi juga bisa menggambarkan kondisi konsumsi masyarakat.

"Kita harus menjaga momentum pertumbuhan di dalam negeri. Menjaga momentum pertumbuhan di dalam negeri itu tentu terkait dengan pertumbuhan ekonomi dan daya beli dalam negeri. Karena kan komposisi terbanyak kita 55 persen dari konsumsi," kata Airlangga.

BPS mencatat pada bulan Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Sehingga sepanjang tahun ini angka inflasi sudah mencapai 2,2 persen. Angka tersebut masih di bawah target APBN 2019 yang dipatok sebesar 3,5 persen sampai 4,5 persen.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS