Kementan Optimalkan Lahan Rawa lewat Program Serasi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 07 November 2019 | 10:39 WIB
Kementan Optimalkan Lahan Rawa lewat Program Serasi
Ilustrasi Program Serasi. (Dok : Kementan)

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya memenuhi pangan 267 juta jiwa rakyat Indonesia, dengan mengintegrasikan dan mengoptimalkan banyak aspek. Salah satunya dengan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi), yang diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan pertanian dari sisi produksi.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Jufry, mengatakan Kementan telah mempersiapkan lahan rawa sebagai tulang punggung pertanian di masa depan. Penerapan teknologi yang tepat akan meningkatkan produktivitas petani secara signifikan.

"Kita sudah membuat model percontohan tentang cara pengolahan lahan rawa yang benar, mulai dari penataan lahannya, penataan airnya, termasuk inovasi teknologi yang ada didalamnya," ujarnya dalam panen raya perdana padi di Demfarm Serasi, Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Rabu (6/11/2019).

Fadjry mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan paket teknologi yang siap mendukung efektifitas dan efisiensi pertanian lahan rawa, dari proses olah tanah, tanam hingga panen. Potret teknologi lahan rawa bahkan di pamerkan melalui pengembangan Demfarm Serasi binaan Badan Litbang Kementan di kabupaten tersebut.

Fadjry menambahkan, Demfarm dibangun untuk percepatan dan efektivitas adopsi teknologi oleh petani, dalam upaya meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani di lahan rawa.

"Teknologinya kita sudah punya. Kita memperkenalkan traktor rawa berbentuk perahu. Itu merupakan solusi pengolahan tanah yang tepat di lahan rawa," ujar Fadjry.

Meski masih dalam tahap prototipe, Fadjry mengatakan, traktor tersebut dapat mengolah satu hektare lahan dalam waktu satu jam. Ia menambahkan, pihaknya juga tengah memperkenalkan drone tanam berbasis GPS.

"Artinya, di Jakartapun saya tidak perlu ke sini. Saya bisa menginstruksikan dari jauh. Itu outonomous, bisa ada treknya," ungkapnya.

Tidak hanya traktor perahu dan drone, Fadjry juga mengungkapkan, ada teknologi mikroorganisme sebagai pemberat pada gabah yang ditebar, sehingga pada saat gabah tersebut masuk ke tanah, maka bisa menyuburkan tanah sehingga daya tumbuhnya lebih baik.

baca juga

"Selain itu, kita juga ada teknologi varietas unggul baru. Kita punya Inpara 1 hingga 7. Inpara itu Inbrida padi lahan rawa. Potensinya bagus, bisa sampai 6 ton. Kalau padi biasa 2-3 ton saja," tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edhy mengungkapkan, Indonesia memiliki 34 juta hektare lahan rawa lebak, 10 juta hektare hingga 17 juta hektare diantaranya dapat dijadikan lahan produktif pertanian.

"Tahun ini, pemerintah membuat semacam proyek percontohan lebih kurang 500.000 hektare, yang awalnya terdiri dari tiga provinsi, yakni Kalsel seluas 200.000 hektare, Sumsel 250.000 hektare, dan Sulsel 50.000 hektare," kata Sarwo.

Namun dalam perkembangannya, ia mengatakan, hasil validasi yang sudah diinventarisir dan dihimpun. Sumsel hanya mampu 200.000 hektare, Kalsel 120.000 hektare, dan Sulsel 333.200 hektare.

"Sulteng siap 25.000 hektare, kemudian lampung 25.600 hektare. Jadi semua tetap lebih kurang 500.000 hektare sebagai pilot project," rincinya.

Sarwo menambahkan, sentuhan teknologi lahan rawa mampu meningkatkan indeks pertanaman hingga produktivitas.

"Tujuan optimasi lahan rawa ini, yang pertama, meningkatkan indeks pertanaman, dan yang kedua, meningkatkan produktivitas per hektarenya. Yang biasa panen 1 kali, sekarang 2 kali. Yang provitas per hektarenya hanya 2 ton, sekarang bisa diatas 5 ton. Artinya dari sisi penghasilan bisa naik dua kali, dari sisi pertanaman juga bisa dua kali, jadi untungnya berlipat-lipat, " terang Sarwo.

Sementara itu, salah satu petani lahan rawa di Jejangkit, sekaligus Ketua Kelompok Tani Karya Membangun, Zainal Hakim, mengaku, petani di wilayahnya sangat merasakan manfaat Program Serasi.

"Kami sangat berterimakasih atas bantuan dari Kementerian Pertanian, baik dari sisi pertanian modern maupun pendampingannya. Kami dilatih menjadi petani yang produktif. Dulu sebelum ada program ini, produktivitas kami paling banyak hanya 3 ton per hektare, sekarang bisa sampai 6 ton, bisa tanam hingga dua kali setahun. Manfaatnya betul-betul terasa untuk kesejahteraan petani," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di DPR, Mentan Syahrul Tegaskan Pertanian Harus Lebih Maju

Di DPR, Mentan Syahrul Tegaskan Pertanian Harus Lebih Maju

Bisnis | Selasa, 05 November 2019 | 16:25 WIB

Sektor Hortikultura harus Mampu Bersaing di Pasar Internasional

Sektor Hortikultura harus Mampu Bersaing di Pasar Internasional

News | Selasa, 05 November 2019 | 09:35 WIB

Mentan : Sektor Perkebunan Jadi Andalan Devisa dan Kesejahteraan Petani

Mentan : Sektor Perkebunan Jadi Andalan Devisa dan Kesejahteraan Petani

Bisnis | Selasa, 05 November 2019 | 09:16 WIB

Kementan Targetkan Swasembada Daging Sapi Tercapai Secepatnya

Kementan Targetkan Swasembada Daging Sapi Tercapai Secepatnya

Bisnis | Senin, 04 November 2019 | 16:01 WIB

Kementan dan Sultra Kerja Sama Jadikan Konsel Lumbung Komoditi Hortikultura

Kementan dan Sultra Kerja Sama Jadikan Konsel Lumbung Komoditi Hortikultura

Bisnis | Senin, 04 November 2019 | 11:31 WIB

HPS 2019, Menteri Pertanian Ajak Semua Pihak Bangun Pertanian

HPS 2019, Menteri Pertanian Ajak Semua Pihak Bangun Pertanian

Bisnis | Minggu, 03 November 2019 | 17:26 WIB

Terkini

Survei Matriks: Teddy Paling Populer, Amran Terbaik di Kabinet Prabowo

Survei Matriks: Teddy Paling Populer, Amran Terbaik di Kabinet Prabowo

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:55 WIB

Kinerja Keuangan Makin Sehat, Laba Bruto DIGI Melonjak Jadi 20 Persen

Kinerja Keuangan Makin Sehat, Laba Bruto DIGI Melonjak Jadi 20 Persen

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Menuju 131 Tahun, BRI Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Rakyat dan Memajukan Negeri

Menuju 131 Tahun, BRI Tegaskan Komitmen Tumbuh Bersama Rakyat dan Memajukan Negeri

Sumbar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:52 WIB

Rakyat Singapura Senang, Kualitas Udara di Sana Sedikit Membaik dari Asap Kebakaran Hutan Indonesia

Rakyat Singapura Senang, Kualitas Udara di Sana Sedikit Membaik dari Asap Kebakaran Hutan Indonesia

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:51 WIB

Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara

Dugaan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Susu UHT MBG, SPPG Buka Suara

Bogor | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:51 WIB

Lebih Higienis, Bebas Kuman! 5 Pelembap Kemasan Tube untuk Kulit Berjerawat

Lebih Higienis, Bebas Kuman! 5 Pelembap Kemasan Tube untuk Kulit Berjerawat

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:51 WIB

BCA Perpanjang Masa Buyback Saham Hingga 23 Oktober

BCA Perpanjang Masa Buyback Saham Hingga 23 Oktober

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:51 WIB

BRI Sambut HUT ke-131 dengan Semangat Transformasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan

BRI Sambut HUT ke-131 dengan Semangat Transformasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Songsong Usia 131 Tahun, BRI Perkuat Komitmen Majukan Ekonomi Indonesia

Songsong Usia 131 Tahun, BRI Perkuat Komitmen Majukan Ekonomi Indonesia

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:47 WIB

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:45 WIB

×