Sektor Hortikultura harus Mampu Bersaing di Pasar Internasional

Selasa, 05 November 2019 | 09:35 WIB
Sektor Hortikultura harus Mampu Bersaing di Pasar Internasional
Kuliah umum bertajuk 'Kebijakan Strategi Kementerian Pertanian dalam Pembangunan Hortikultura 2020-2024", di Aula Pascasarjana Universitas Haluoleo, Minggu (4/11/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Peningkatan nilai tambah dan daya saing merupakan aspek terpenting dari grand design pengembangan komoditas hortikultura. Produk-produk hortikultura ke depan harus lebih mampu bersaing di pasar internasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sektor hortikultura sangat menjanjikan untuk peningkatan devisa, sekaligus kesejahteraan rakyat. Menurutnya, perlu keseriusan dan kerjasama semua pihak.

Syahrul juga menyebut, kemandirian petani perlu ditingkatkan. Perlu dihitung dari budi daya sampai dengan industri dan pasar.

"Ke depan harus ada daerah sentra-sentra komoditas, dengan ditanganinya hulu sampai hillir. Dengan cashflow dan perencanaan yang baik, semuanya akan berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi petani," jelasnya.

Di tempat lain, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto, pihaknya telah mempersiapkan langkah strategis sesuai arahan Mentan. Menurutnya, peningkatan nilai tambah dan daya saing akses ekspor hortikultura menjadi sebuah keniscayaan.

"Produk hortikultura yang berdaya saing, sehingga bisa berjaya di dunia internasional," kata Prihasto.

Dia menjelaskan, Kementan telah merumuskan arah pengembangan hortikultura dalam lima tahun ke depan, khususnya daya saing komoditas hortikultura.

"Kita harap, nantinya bisa menstimulus terhadap ekspor, produk berdaya saing, serta memacu peningkatan ekonomi," beber Prihasto, saat memberikan kuliah umum bertajuk 'Kebijakan Strategi Kementerian Pertanian dalam Pembangunan Hortikultura 2020-2024", di Aula Pascasarjana Universitas Haluoleo, Minggu (4/11/2019).

Dia menambahkan, mulai 2020 mendatang pengembangan kawasan hortikultura akan dilakukan secara masif. Artinya ketika di satu daerah ada komoditas hortikultura yang potensial, maka bantuannya akan dimasifkan.

Baca Juga: Kementan dan Pemprov Sultra Kembangkan Industri Pangan Lokal

"Misalnya satu daerah punya 50 hektare kawasan buah, kemudian hasil panennya bagus, nanti kita akan perluas skalanya sampai 200 hektare. Kami berikan juga bibit unggul," cetus Prihasto.

Kementan, kata dia, siap memberikan bantuan bibit, pupuk, hingga pengendalian OPT selama 5 tahun ke depan.

"Muaranya adalah bagaimana tercipta basis-basis komoditas hortikultura yang besar dan terintegrasi. One Village One Variety. Ketika ada pasar ekspor, mempermudah memasarkan," ujarnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI