Sandiaga Uno Protes Bekraf di Bawah Wishnutama

Iwan Supriyatna, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 07 November 2019 | 22:12 WIB
Sandiaga Uno Protes Bekraf di Bawah Wishnutama
Eks Cawapres Sandiaga Uno saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta. (Suara.com/Ummi HS).

Suara.com - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sekaligus eks cawapres Sandiaga Uno mengaku tak setuju Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) digabung bersama dengan Kementerian Pariwisata. Adapun saat ini namanya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Hal ini dikatakan Sandiaga dalam sambutan penutupan Dialog Nasional Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).

"Kalau saya pribadi nggak setuju adanya Badan Ekonomi kreatif dimasukan lagi ke Kementerian Pariwisata," ujar Sandiaga.

Menurut Sandiaga, Kementerian Pariwisata memiliki tugas yang berat. Sehingga jika Kementerian Pariwisata ditambah dengan Ekonomi Kreatif, akan semakin berat tugas Kementerian Pariwisata.

"Pariwisatanya saja sudah berat tugasnya ditambah lagi ekonomi kreatif, benar nggak?" kata dia.

Menurut Sandiaga, yang bisa menopang pertumbuhan ekonomi adalah ekonomi kreatif. Sandiaga pun menanyakan kepada para peserta apakah lapangan pekerjaan sudah tercipta saat ini.

"Sekarang saya tanya deh lapangan kerja sekarang tercipta atau blm? kan belum? betul nggak? nyari kerjaan gampang atau susah? susah. Tapi di ekonomi kreatif kita nyari karyawan yang jago susah nggak?" tanya Sandiaga.

Karena itu, ia berharap Kadin bisa memainkan perannya dalam hal membantu ekonomi Indonesia yakni ekonomi kreatif.

"Nah mestinya, saya rasa ini ada satu benang merah yang bisa Kadin mainkan, dalam membantu ekonomi Indonesia dan dimana pilarnya di ekonomi kreatif," kata dia.

baca juga

Karena itu kata Sandiaga, jika Badan Ekonomi Kreatif kembali dipisah dari Kementerian Pariwisata, ia ingin Anggota Dewan Penasehat Kadin Ipang Wahid menjadi Kepala Bekraf

Sandiaga juga menyarankan agar Kadin bersikap tegas jika ingin mengusulkan Bekraf dipisah dari Kemenpar.

Bahkan Sandiaga tak segan-segan menyarankan agar Kadin menyuarakan Anindya Bakrie menjadi Ketua Umum Kadin yang kedepan bisa menjadi menteri.

"Kalau misalnya Badan Ekonomi Kreatif dipisah lagi saya sih pingin bung Ipang, gitu, ngomongnya tajam. Jangan kami merasa, itu terlalu panjang. Tegas saja, Kadin mengusulkan pisah kembali Badan Ekonomi Kreatif jadi badan. Ketuanya sebut saja namanya Ipang Wahid," kata Sandiaga yang disambut tepuk tangan.

"Karena ada pak Anin disini, kami juga merasa perlu pak Anin ketua umum Kadin, kenapa? karena kami ingin ketua umum kita menjadi menteri. Jadi bahasanya tegas gitu, boleh didengar," sambungnya.

Namun Sandiaga lupa partainya kini berada di dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

"Eh ini ada wartawan ya. Saya sekarang partai pemerintah," kata Sandiaga tertawa.

Dalam acara tersebut hadir Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Novyan Bakrie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapan Sandiaga soal Jokowi Sindir Paloh

Tanggapan Sandiaga soal Jokowi Sindir Paloh

Video | Kamis, 07 November 2019 | 20:55 WIB

Pidato di Acara Kadin, Sandiaga: Saya Pengangguran, Gak Punya Kerjaan

Pidato di Acara Kadin, Sandiaga: Saya Pengangguran, Gak Punya Kerjaan

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 20:01 WIB

Wishnutama Hadiri Raker Perdana dengan Komisi X DPR

Wishnutama Hadiri Raker Perdana dengan Komisi X DPR

Foto | Kamis, 07 November 2019 | 17:09 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×