Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 11 November 2019 | 17:06 WIB
Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan),

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) beserta jajarannya untuk bangun pertanian menuju era 4.0. Dalam kunjungannya, rektor IPB beserta tim diterima langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo untuk membicarakan perihal kolaborasi yang akan dilakukan antara IPB dan Kementan dalam waktu dekat.

Mentan mengungkapkan bahwa kementerian sangat membutuhkan peran serta kampus dalam memberikan saran untuk perkembangan pertanian kedepannya.

“Saya butuh bapak rektor, saya butuh teman teman dari IPB semua. Jangan tinggalkan saya disini. Pak Rektor dan teman teman IPB tentu lebih tahu secara akademik perihal pertanian dari yang saya pahami. Saya mau kerja Pak, tentu saya harus punya sandaran,” ungkap Syahrul saat menerima Tim IPB sewaktu berkunjung ke Kantor Pusat Kementan, Senin (11/11/2019).

Mentan juga turut mengungkapkan perasaan senangnya melihat kedatangan langsung Rektor IPB beserta Tim yang tujuannya untuk membicarakan kolaborasi program Kementan yang bisa disinergikan dengan program IPB.

“Saya besar hati hari ini karna ternyata saya tidak sendiri ada IPB . jadi selama ada IPB bersama saya kalo Kementerian pertanian salah berarti IPB yang salah. Oleh karna itu Guidens saya yang mana kita bisa sama – sama. Maaf saya 25 tahun jadi kepala daerah Pak. Selalu perguruan tinggi yang jadi sandaran saya cuman memang biasa saya combine antara teori yang ideal yang hitungannya biasanya mahal mahal dengan kondisi yang seperti apa yang kami temui dilapangan seperti itu. Saya gak biasa jalan sendiri ada perguruan tinggi dibalik saya,”tutur Syahrul.

Mentan mengakui jika saat ini hasil dilapangan akan menjadi skala prioritas yang penting. Dimana hasil yang didapatkan dari kinerja yang dilakukan juga harus cepat apalagi di era 4.0 ini.

“Saya orang lapangan dan seperti mana implementasinya dan kelemahannya saya yakni saya orang yang ingin cepat lihat hasilnya . jadi tidak bisa kita komit tapi lapangannya seperti apa nih,”tuturnya.

Syahrul juga meminta seluruh jajarannya untuk selalu belajar melihat kondisi lapangan Negara maju saat ini seperti apa, bagaimana perkembangan di Negara lain saat ini, serta melihat level pertanian Negara saat ini sehingga kementan bisa mengejar ketertinggalan dari Negara-negara maju.

“kita sudah dilevel mana nih dan itu yang harus dikejar. Saya butuh kampus untuk membackup saya . Kita kejar Pak ketertinggalan kita. Mulai dari seperti apa supporting mekanisasi yang baik, juga bijaksana melihat demografi kita yang juga sangat besar,” ungkapnya.

Dalam waktu yang sama , Rektor IPB, Prof,Dr.Arif Satria,SP.,M.Si, mengatakan Mentan sangat luar biasa menyambut baik sekali kedatangannya bersama tim karena memang Mentan punya keinginan besar agar polose polose kedepan yang ditampilkan Kementan itu punya basis sainstifik yang demikian kuat.

“oleh karena itu institusi IPB diharapkan bisa mensupport polose polose dan program pemerintah dan tadi sudah saya sampaikan juga bahwa era kedepan adalah era dimana data itu menjadi kekuatan dan kebetulan ini sinergis dengan apa yang dilakukan Pak Menteri bahwa kita sama sama bicara akurasi data penting untuk mengambil keputusan yang tepat,” ucap Arif.

Arif mengungkapkan akan terus menggali data, terus perkuat data yang ada dan termasuk juga di dalamnya perihal bagaimana perkembangan untuk regenerasi petani dimana kondisi saat ini petani Indonesia rata rata sudah berumur 47 tahun keatas.

“Petani di Indonesia akan terjadi krisis 10 tahun lagi sampai 15 tahun lagi dan itu kalau tidak diantisipasi maka akan benar benar krisis. Program Kementan dan IPB ada program generasi petani membangun petani petani milenial untuk memperkuat ketahanan pangan dari sisi hulu dan dan pelaku pelaku usaha di lapangan”tambahnya.

Disamping itu, arif mengatakan jika saat ini IPB memiliki program untuk mencetak technopreneur serta mencetak sociopreneur dengan pemanfaatan dimana hasil dilapangan akan semakin terjamin .

Technopreneur adalah pelaku usaha, sosiopreneur adalah orang orang yang memanfaatkan inovasi untuk pendampingan apalagi di era 4.0 dimana teknologi berbasis artificial intelegent dan blockgent inikan sudah luar biasa. Nah ini akan kita perkuat dan semoga akselerasi penerapan 4.0 ini akan bisa kita lakukan dan pada saat yang sama sehingga kita akan lakukan proses percepatan transformasi masyarakat dipedesaan supaya mereka bener benar siap dengan teknologi baru ini,”kata Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Pertanian

Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Pertanian

Bisnis | Senin, 11 November 2019 | 13:13 WIB

Menteri Pertanian Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

Menteri Pertanian Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

Bisnis | Minggu, 10 November 2019 | 14:39 WIB

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Bisnis | Minggu, 10 November 2019 | 14:26 WIB

Menteri Pertanian Panen Padi  di Karawang Bersama Moeldoko

Menteri Pertanian Panen Padi di Karawang Bersama Moeldoko

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 10:53 WIB

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:26 WIB

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:19 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB