Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 11 November 2019 | 17:06 WIB
Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan),

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) beserta jajarannya untuk bangun pertanian menuju era 4.0. Dalam kunjungannya, rektor IPB beserta tim diterima langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo untuk membicarakan perihal kolaborasi yang akan dilakukan antara IPB dan Kementan dalam waktu dekat.

Mentan mengungkapkan bahwa kementerian sangat membutuhkan peran serta kampus dalam memberikan saran untuk perkembangan pertanian kedepannya.

“Saya butuh bapak rektor, saya butuh teman teman dari IPB semua. Jangan tinggalkan saya disini. Pak Rektor dan teman teman IPB tentu lebih tahu secara akademik perihal pertanian dari yang saya pahami. Saya mau kerja Pak, tentu saya harus punya sandaran,” ungkap Syahrul saat menerima Tim IPB sewaktu berkunjung ke Kantor Pusat Kementan, Senin (11/11/2019).

Mentan juga turut mengungkapkan perasaan senangnya melihat kedatangan langsung Rektor IPB beserta Tim yang tujuannya untuk membicarakan kolaborasi program Kementan yang bisa disinergikan dengan program IPB.

“Saya besar hati hari ini karna ternyata saya tidak sendiri ada IPB . jadi selama ada IPB bersama saya kalo Kementerian pertanian salah berarti IPB yang salah. Oleh karna itu Guidens saya yang mana kita bisa sama – sama. Maaf saya 25 tahun jadi kepala daerah Pak. Selalu perguruan tinggi yang jadi sandaran saya cuman memang biasa saya combine antara teori yang ideal yang hitungannya biasanya mahal mahal dengan kondisi yang seperti apa yang kami temui dilapangan seperti itu. Saya gak biasa jalan sendiri ada perguruan tinggi dibalik saya,”tutur Syahrul.

Mentan mengakui jika saat ini hasil dilapangan akan menjadi skala prioritas yang penting. Dimana hasil yang didapatkan dari kinerja yang dilakukan juga harus cepat apalagi di era 4.0 ini.

“Saya orang lapangan dan seperti mana implementasinya dan kelemahannya saya yakni saya orang yang ingin cepat lihat hasilnya . jadi tidak bisa kita komit tapi lapangannya seperti apa nih,”tuturnya.

Syahrul juga meminta seluruh jajarannya untuk selalu belajar melihat kondisi lapangan Negara maju saat ini seperti apa, bagaimana perkembangan di Negara lain saat ini, serta melihat level pertanian Negara saat ini sehingga kementan bisa mengejar ketertinggalan dari Negara-negara maju.

“kita sudah dilevel mana nih dan itu yang harus dikejar. Saya butuh kampus untuk membackup saya . Kita kejar Pak ketertinggalan kita. Mulai dari seperti apa supporting mekanisasi yang baik, juga bijaksana melihat demografi kita yang juga sangat besar,” ungkapnya.

baca juga

Dalam waktu yang sama , Rektor IPB, Prof,Dr.Arif Satria,SP.,M.Si, mengatakan Mentan sangat luar biasa menyambut baik sekali kedatangannya bersama tim karena memang Mentan punya keinginan besar agar polose polose kedepan yang ditampilkan Kementan itu punya basis sainstifik yang demikian kuat.

“oleh karena itu institusi IPB diharapkan bisa mensupport polose polose dan program pemerintah dan tadi sudah saya sampaikan juga bahwa era kedepan adalah era dimana data itu menjadi kekuatan dan kebetulan ini sinergis dengan apa yang dilakukan Pak Menteri bahwa kita sama sama bicara akurasi data penting untuk mengambil keputusan yang tepat,” ucap Arif.

Arif mengungkapkan akan terus menggali data, terus perkuat data yang ada dan termasuk juga di dalamnya perihal bagaimana perkembangan untuk regenerasi petani dimana kondisi saat ini petani Indonesia rata rata sudah berumur 47 tahun keatas.

“Petani di Indonesia akan terjadi krisis 10 tahun lagi sampai 15 tahun lagi dan itu kalau tidak diantisipasi maka akan benar benar krisis. Program Kementan dan IPB ada program generasi petani membangun petani petani milenial untuk memperkuat ketahanan pangan dari sisi hulu dan dan pelaku pelaku usaha di lapangan”tambahnya.

Disamping itu, arif mengatakan jika saat ini IPB memiliki program untuk mencetak technopreneur serta mencetak sociopreneur dengan pemanfaatan dimana hasil dilapangan akan semakin terjamin .

Technopreneur adalah pelaku usaha, sosiopreneur adalah orang orang yang memanfaatkan inovasi untuk pendampingan apalagi di era 4.0 dimana teknologi berbasis artificial intelegent dan blockgent inikan sudah luar biasa. Nah ini akan kita perkuat dan semoga akselerasi penerapan 4.0 ini akan bisa kita lakukan dan pada saat yang sama sehingga kita akan lakukan proses percepatan transformasi masyarakat dipedesaan supaya mereka bener benar siap dengan teknologi baru ini,”kata Arif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Pertanian

Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Pertanian

Bisnis | Senin, 11 November 2019 | 13:13 WIB

Menteri Pertanian Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

Menteri Pertanian Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

Bisnis | Minggu, 10 November 2019 | 14:39 WIB

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Bisnis | Minggu, 10 November 2019 | 14:26 WIB

Menteri Pertanian Panen Padi  di Karawang Bersama Moeldoko

Menteri Pertanian Panen Padi di Karawang Bersama Moeldoko

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 10:53 WIB

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:26 WIB

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:19 WIB

Terkini

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

25 Merek Beras Fortifikasi Gagal Uji Lab, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pengawasan Pangan Diperketat

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 18:45 WIB

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

Warga Jakarta Harap Waspada Macet! Ini Titik-titik Pengamanan Hari Tani Nasional Besok

News | Rabu, 23 September 2026 | 18:38 WIB

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Apakah New Balance 530 Cocok untuk Lari Jarak Jauh atau Hanya Sepatu Fashion? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 18:36 WIB

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 18:35 WIB

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bukan Asal Potong Anggaran, Belanja Negara Era Suahasil Akan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 18:33 WIB

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Apa Saja Opsi Motor Matic Baru di Bawah Rp25 Juta? Ini 6 Opsinya

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 18:31 WIB

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Series Still Single: Saat Jodoh Tidak Sesuai Ramalan Zodiak

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Kemenhut Selamatkan 100 Hewan Liar dari Area Karhutla di 6 Provinsi

Video | Rabu, 23 September 2026 | 18:30 WIB

×