Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 11 November 2019 | 17:06 WIB
Kementan dan IPB Bangun Kolaborasi Untuk Pertanian 4.0
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo. (Dok : Kementan),

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) beserta jajarannya untuk bangun pertanian menuju era 4.0. Dalam kunjungannya, rektor IPB beserta tim diterima langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo untuk membicarakan perihal kolaborasi yang akan dilakukan antara IPB dan Kementan dalam waktu dekat.

Mentan mengungkapkan bahwa kementerian sangat membutuhkan peran serta kampus dalam memberikan saran untuk perkembangan pertanian kedepannya.

“Saya butuh bapak rektor, saya butuh teman teman dari IPB semua. Jangan tinggalkan saya disini. Pak Rektor dan teman teman IPB tentu lebih tahu secara akademik perihal pertanian dari yang saya pahami. Saya mau kerja Pak, tentu saya harus punya sandaran,” ungkap Syahrul saat menerima Tim IPB sewaktu berkunjung ke Kantor Pusat Kementan, Senin (11/11/2019).

Mentan juga turut mengungkapkan perasaan senangnya melihat kedatangan langsung Rektor IPB beserta Tim yang tujuannya untuk membicarakan kolaborasi program Kementan yang bisa disinergikan dengan program IPB.

“Saya besar hati hari ini karna ternyata saya tidak sendiri ada IPB . jadi selama ada IPB bersama saya kalo Kementerian pertanian salah berarti IPB yang salah. Oleh karna itu Guidens saya yang mana kita bisa sama – sama. Maaf saya 25 tahun jadi kepala daerah Pak. Selalu perguruan tinggi yang jadi sandaran saya cuman memang biasa saya combine antara teori yang ideal yang hitungannya biasanya mahal mahal dengan kondisi yang seperti apa yang kami temui dilapangan seperti itu. Saya gak biasa jalan sendiri ada perguruan tinggi dibalik saya,”tutur Syahrul.

Mentan mengakui jika saat ini hasil dilapangan akan menjadi skala prioritas yang penting. Dimana hasil yang didapatkan dari kinerja yang dilakukan juga harus cepat apalagi di era 4.0 ini.

“Saya orang lapangan dan seperti mana implementasinya dan kelemahannya saya yakni saya orang yang ingin cepat lihat hasilnya . jadi tidak bisa kita komit tapi lapangannya seperti apa nih,”tuturnya.

Syahrul juga meminta seluruh jajarannya untuk selalu belajar melihat kondisi lapangan Negara maju saat ini seperti apa, bagaimana perkembangan di Negara lain saat ini, serta melihat level pertanian Negara saat ini sehingga kementan bisa mengejar ketertinggalan dari Negara-negara maju.

“kita sudah dilevel mana nih dan itu yang harus dikejar. Saya butuh kampus untuk membackup saya . Kita kejar Pak ketertinggalan kita. Mulai dari seperti apa supporting mekanisasi yang baik, juga bijaksana melihat demografi kita yang juga sangat besar,” ungkapnya.

baca juga

Dalam waktu yang sama , Rektor IPB, Prof,Dr.Arif Satria,SP.,M.Si, mengatakan Mentan sangat luar biasa menyambut baik sekali kedatangannya bersama tim karena memang Mentan punya keinginan besar agar polose polose kedepan yang ditampilkan Kementan itu punya basis sainstifik yang demikian kuat.

“oleh karena itu institusi IPB diharapkan bisa mensupport polose polose dan program pemerintah dan tadi sudah saya sampaikan juga bahwa era kedepan adalah era dimana data itu menjadi kekuatan dan kebetulan ini sinergis dengan apa yang dilakukan Pak Menteri bahwa kita sama sama bicara akurasi data penting untuk mengambil keputusan yang tepat,” ucap Arif.

Arif mengungkapkan akan terus menggali data, terus perkuat data yang ada dan termasuk juga di dalamnya perihal bagaimana perkembangan untuk regenerasi petani dimana kondisi saat ini petani Indonesia rata rata sudah berumur 47 tahun keatas.

“Petani di Indonesia akan terjadi krisis 10 tahun lagi sampai 15 tahun lagi dan itu kalau tidak diantisipasi maka akan benar benar krisis. Program Kementan dan IPB ada program generasi petani membangun petani petani milenial untuk memperkuat ketahanan pangan dari sisi hulu dan dan pelaku pelaku usaha di lapangan”tambahnya.

Disamping itu, arif mengatakan jika saat ini IPB memiliki program untuk mencetak technopreneur serta mencetak sociopreneur dengan pemanfaatan dimana hasil dilapangan akan semakin terjamin .

Technopreneur adalah pelaku usaha, sosiopreneur adalah orang orang yang memanfaatkan inovasi untuk pendampingan apalagi di era 4.0 dimana teknologi berbasis artificial intelegent dan blockgent inikan sudah luar biasa. Nah ini akan kita perkuat dan semoga akselerasi penerapan 4.0 ini akan bisa kita lakukan dan pada saat yang sama sehingga kita akan lakukan proses percepatan transformasi masyarakat dipedesaan supaya mereka bener benar siap dengan teknologi baru ini,”kata Arif.

Arif mengungkapkan juga bahwa tim IPB beserta jajarannya dalam waktu dekat akan mensupport warroom yang akan segera di bentuk oleh Kementan.

“Dalam waktu dekat ini IPB akan mensupport Warroom jadi pusat pengendalian data pertanian nasional dna Pak menteri minta agar penguatan IT dan penguatan substansi aspek digitalisasi itu menjadi penting ,” imbuhnya.

Arif turut menambahkan jika dalam waktu dekat Mentan beserta jajarannya akan datang ke IPB untuk mendiskusikan lebih jauh perihal apa yang bisa dikerjakan bersama khususnya untuk menyongsong 2020.

"Apa yang harus disinergikan research nya dan saya sampaikan juga bahwa saatnya Litbang Kementan dengan IPB ini harus makin kuat sinerginya. Jadinya seperti yang terjadi di Belanda dan Jepang dimana Universiti besar punya sinergi kuat untuk research antara kampus dengan pemerintahan dan disana tidak ada dualism lagi namun sudah menyatu. Kita berharap sinergitas ini saling menguntungkan, saling manfaatkan , saling membesarkan dan lebih terarah dan teratur karena fokus pada hal yang bisa kita lakukan bersama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Pertanian

Mentan dan Mendag Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan dan Pertanian

Bisnis | Senin, 11 November 2019 | 13:13 WIB

Menteri Pertanian Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

Menteri Pertanian Ajak Milenial Terapkan Pola Pangan Sehat

Bisnis | Minggu, 10 November 2019 | 14:39 WIB

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Minta Dukungan Bangun Infrastruktur Pertanian, Mentan Bertemu Menteri PUPR

Bisnis | Minggu, 10 November 2019 | 14:26 WIB

Menteri Pertanian Panen Padi  di Karawang Bersama Moeldoko

Menteri Pertanian Panen Padi di Karawang Bersama Moeldoko

Bisnis | Jum'at, 08 November 2019 | 10:53 WIB

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, Cetak Sawah 1 Juta Ha Terwujud

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:26 WIB

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Kementan Serahkan Klaim Asuransi Usaha Tani Padi di Batola

Bisnis | Kamis, 07 November 2019 | 16:19 WIB

Terkini

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:25 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×