Beragam Alasan Orang Habiskan Uang, Anda Termasuk yang Mana?

Arsito Hidayatullah

Rabu, 13 November 2019 | 12:44 WIB
Beragam Alasan Orang Habiskan Uang, Anda Termasuk yang Mana?
Ilustrasi seseorang membelanjakan uang. (Shutterstock)

Suara.com - Perilaku atau kebiasaan seseorang dalam menghabiskan uang biasanya tidak terlepas dari pengaruh gaya hidup dan orang-orang di sekitarnya. Apabila lingkungan pergaulannya diisi oleh mereka yang suka hedon, biasanya akan terpengaruh.

Padahal bila dipikir-pikir, sikap hedon seperti inilah yang dapat menjerumuskan kondisi finansial seseorang. Coba bayangkan kalau pasak lebih besar daripada tiang, maka pendapatan sebesar apa pun dijamin tidak akan pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Setelah menelaah secara mendalam, ternyata ada motivasi tersembunyi yang melatarbelakangi seseorang rela menghambur-hamburkan uang miliknya. Sejatinya, ada beberapa macam alasan orang tersebut menghabiskan uang. Lalu, Anda termasuk yang mana? Simak berikut ini seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Ada Rasa Puas Ketika Sudah Berbelanja

Ada orang yang cenderung merasa puas saat berhasil menghabiskan uang miliknya. Tak peduli berapa yang dihabiskan, yang terpenting uang bisa berkurang dari dompet.

Kepuasan ini akan semakin bertambah ketika uang tersebut digunakan untuk mendapatkan barang-barang yang diinginkan sejak lama. Akibat rasa puas inilah, seseorang cenderung mengabaikan hal-hal penting yang ada di depan matanya.

Sebab, yang terpenting baginya adalah bagaimana cara memuaskan dirinya sendiri. Sedangkan soal dampak atau akibat dari apa yang diperbuatnya hari ini menjadi urusan nomor dua.

2. Menghabiskan Uang Bisa Mengembalikan Mood

Percaya atau tidak, membelanjakan uang juga dapat mengembalikan mood seseorang. Suasana hati yang tadinya buruk, bisa berubah menjadi lebih baik setelah menghabiskan beberapa uang yang ada di dalam dompet.

Uang ini biasanya dipakai untuk membeli barang-barang pemuas nafsu sesaat, misalnya membeli jajanan, kopi, ataupun belanja barang harian. Sah-sah saja bila ingin menghabiskan uang untuk memperbaiki mood, tetapi harus tetap dalam batasan wajar.

Artinya, selalu alokasikan dana khusus untuk kebutuhan yang satu ini. Dengan demikian, kondisi finansial akan jauh dari kata tidak stabil.

3. Rasa Bahagia yang Tak Bisa Dijelaskan Saat Bisa Membelanjakan Uang

Sewaktu di mal, coba perhatikan raut wajah seseorang sehabis berbelanja. Rata-rata pasti terlihat merasa sangat senang, bukan? Apalagi kalau merchant atau toko tempatnya berbelanja menawarkan diskon besar-besaran, rasa senangnya pasti sudah tidak bisa dideskripsikan lagi.

Mencapai kebahagiaan itu memang sangat penting, tapi tidak selalu uang yang menjadi imbasnya. Masih banyak hal-hal lain yang bisa membuat seseorang bahagia tanpa menguras uang sepeser pun. Misalnya dengan membaca buku, mendengarkan musik, atau bersih-bersih rumah.

4. Mengejar Nilai Prestisius

Selain puas dan bahagia, seseorang cenderung merasa gengsi dan harga dirinya naik saat dirinya berhasil menghabiskan sejumlah uang. Baik itu untuk membeli suatu barang, liburan, atau sekadar untuk makan dan minum di restoran mahal.

Padahal kalau dipikir-pikir, sikap dan tindakan ini sama sekali tidak memberi manfaat, melainkan sebaliknya. Nilai prestisius yang ingin dicapai justru acap kali menjerumuskan kondisi finansial seseorang.

Ada orang bahkan rela meminjam uang ke bank, hanya untuk menaikkan harkat dan martabatnya di tengah-tengah masyarakat. Nah, coba pikir-pikir lagilah bila selama ini Anda punya kebiasaan ini.

5. Ingin Membuat Orang Lain Terkesan

Tidak sedikit orang yang rela menghabiskan sejumlah uang untuk membuat orang lain terkesan. Padahal, impressing others is totally not your business. Satu-satunya orang yang perlu dibuat terkesan adalah diri sendiri, bukan orang lain.

Orang lain mungkin akan bertepuk tangan atau bergumam "wow" ketika melihat seseorang berfoya-foya atas uang yang dimilikinya. Dan orang yang punya uang akan senang dan merasa tersanjung akan hal ini. Tapi ingatlah, ini hanya sesaat saja, dan akan hilang dalam hitungan detik.

6. Mementingkan Faktor Sosial

Memakai barang branded, gadget terbaru, atau menghadiri konser musik terkini, konon dapat membuat status sosial seseorang meningkat. Akibatnya, seseorang rela menghabiskan uang yang dimilikinya hanya untuk diakui di tengah-tengah masyarakat.

Padahal pengeluaran yang berlebih dapat merugikan hidup orang tersebut. Memang tidak sekarang, tetapi bisa jadi dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang.

Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk memakai barang branded. Tapi, cobalah untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kondisi keuangan. Jangan sampai berat sebelah, kalau memang tidak mau terjerumus pada jebakan finansial yang mempengaruhi hari tua nanti. Umur terus bertambah, jangan sampai keuangan berantakan.

7. Terlena dengan Kemudahan yang Ditawarkan Kartu Kredit

Kartu kredit memudahkan seseorang untuk berbelanja, kapan pun dan di mana pun. Cukup dengan sekali menggesek, maka barang-barang yang ingin dibeli bisa langsung dibawa pulang. Ini berbeda dari uang tunai yang harus dihitung terlebih dahulu untuk memastikan kalau jumlahnya sudah benar atau masih salah.

Namun, kemudahan ini justru disalahgunakan oleh pengguna kartu kredit. Buktinya, semakin banyak orang yang enggan membawa uang tunai saat berbelanja. Padahal uang tunai sangat berguna untuk membayar biaya-biaya kecil, seperti uang parkir.

8. Terlalu Dimanjakan dengan Dompet Digital

Sadar atau tidak, kehadiran pembayaran cardless atau uang elektronik membuat seseorang semakin mudah lagi menghabiskan uang. Mau beli ini atau itu, kini semuanya menjadi kian mudah. Belum lagi dengan adanya promo dan diskon menarik dari merchant yang bekerja sama dengan penyedia uang elektronik.

Sama seperti kartu kredit, kehadiran sistem cardless juga membuat transaksi semakin mudah. Tetapi, ingatlah selalu mengontrol pengeluaran, untuk mencegah membengkaknya pengeluaran dalam satu bulan. Pilah saja mana yang paling penting, sedangkan sisanya lebih baik dikesampingkan.

Patuhi Setiap Anggaran yang Pernah Dibuat

Anggaran bisa dijadikan sebagai solusi atau pedoman dalam membelanjakan uang. Jadi, bagi yang sering belanja secara asal dan spontan alias impulsif, sudah saatnya untuk membuat anggaran dengan baik dan tepat. Anggaran yang selesai dibuat bisa dibawa kemana pun saat berbelanja, guna menghindari aneka pengeluaran yang tidak seharusnya.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

4 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Keuangan

Melihat Kepribadian dari Cara Memperlakukan Uang, Anda yang Mana?

8 Cara Memanfaatkan Uang dengan Benar ala Miliarder agar Makin Kaya

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Online dan Tren Makanan Siap Saji Ikut Dongkrak Kebutuhan Kemasan di Indonesia

Belanja Online dan Tren Makanan Siap Saji Ikut Dongkrak Kebutuhan Kemasan di Indonesia

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Belanja Pemerintah Tembus Rp929 T, Jadi Rebutan Pengusaha hingga UMKM

Belanja Pemerintah Tembus Rp929 T, Jadi Rebutan Pengusaha hingga UMKM

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:22 WIB

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

BRI Tebar Diskon Rp50 Ribu di Jaringan Supermarket Premium SBL 2027

Bri | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Stop FOMO Belanja: Saatnya Beralih dari Budaya Checkout ke Mindful Shopping

Stop FOMO Belanja: Saatnya Beralih dari Budaya Checkout ke Mindful Shopping

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Gaya Konsumsi Orang RI Berubah Total, Data BPS dan TikTok Buktikan Ini

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 19:09 WIB

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

UMKM Lokal Dapat Suntikan Rp100 Miliar, Pemerintah Ajak ASN Borong Produk Dalam Negeri

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Belanja Negara Pecah Rekor Rp 4.100 Triliun, Suahasil Kejar Target Penerimaan Tahun Depan

Belanja Negara Pecah Rekor Rp 4.100 Triliun, Suahasil Kejar Target Penerimaan Tahun Depan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:29 WIB

Defisit APBN Rp319 Triliun, Ekonomi RI Aman atau Tidak?

Defisit APBN Rp319 Triliun, Ekonomi RI Aman atau Tidak?

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:09 WIB

491 Daerah Tak Mampu Tutup Belanja Pegawai Pakai PAD, Ketergantungan ke Pusat Terungkap

491 Daerah Tak Mampu Tutup Belanja Pegawai Pakai PAD, Ketergantungan ke Pusat Terungkap

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Kas Negara Tekor Rp319 T, Suahasil: Memang APBN Kita Desain Defisit

Kas Negara Tekor Rp319 T, Suahasil: Memang APBN Kita Desain Defisit

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×