Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Misi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, Ekspor Pisang Hingga Unicorn

Suwarjono

Kamis, 14 November 2019 | 06:05 WIB
Misi Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun, Ekspor Pisang Hingga Unicorn
Dubes RI untuk China Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Suara.com - Duta besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun terus mendorong berbagai produk Indonesia menembus pasar China. Beragam upaya dilakukan untuk mendorong produk Indonesia masuk pasar China, menjembatani para pengusaha kedua negara, menyusun regulasi, pameran produk Indonesia di berbagai kota di China, hingga menyelenggarakan forum bisnis.

“Produk Indonesia yang beredar di China terus bertambah. Bila tahun lalu ada 5 produk yang masuk Tmall Global (ecommerce milik Alibaba), tahun ini bertambah dua produk,” kata Djauhari Oratmangun dalam teleconference dengan sejumlah media di Hangzhou, China, kemarin.

Lima brand asal Indonesia yang saat ini populer di China adalah Indomie, Kopi Kapal Api, Biskuit Nabati, Kerupuk Udang Papatonk dan Sarang Burung Walet Yan Ty Ty. Sedangkan dua brand yang masuk tahun ini adalah biskuit Tango dan Ellips. “Untuk sarang burung walet produk Indonesia menguasai 27 persen pasar China. Sebanyak 70 persen sarang burung walet ini dikomsumsi wanita. Saat ini sudah ada 21 eksportir, dan 6 eksportir akan segera masuk lagi,” kata dia.

Sementara, buah-buahan pasar China saat ini banyak dipasok oleh produk pertanian di Malaysia, Thailand, Vietnam hingga Filipina. Pasar Indonesia lebih kecil dibanding negara di atas. “Buah yang masuk pasar China saat ini buah manggis. Untuk buah lainnya kita masih negosiasi, seperti buah pisang, mangga, nanas, buah naga dan durian. Dibanding Thailand, kita kalah dalam hal produksi buah sebagai industri. Sementara Indonesia buah masih dari perkebunan rakyat,” kata dia. 

Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)
Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Untuk menaikkan ekspor buah-buahan ini, pihaknya saat ini sedang melakukan negosiasi dengan lembaga karantina dan imigrasi China agar mendapat keleluasaan impor buah-buahan.  “Negosiasai yang sedang dillakukan antara lain agar  bea masuk turun, sehingga produk kita semakin banyak yang masuk,” kata dia.

Upaya lain yang tengah dilakukan Dubes Djauhaia Oratmangun adalah akselerasi terhadap 4 pilar program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara. Keempat program besar tersebut adalah, mempercepat pertumbuhan ekspor, menaikkan investasi, turisme dan digital ekonomi. “Bila empat program pokok ini bisa kita akselerasi, pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen sangat mungkin terjadi,” kata dia.

Terkait dengan 4 program tersebut di atas, posisi China sangat penting. Indonesia saat ini mengekspor batubara dan minyak sawit. Kedua, mendorong lebih banyak lagi investor dari China masuk ke Indonesia. “Termasuk di bidang digital ekonomi, saat ini sudah ada 4 unicorn, perusahaan digital dengan valuasi di atas US10 miliar. “Tahun depan akan ada 4 unicorn baru. Dengan 4 unicorn saja valuasi sudah di atas US30 miliar dollar. Tahun 2025 bila ada 10 unicorn, dari digital ekonomi bisa berkontribusi  di atas US100 miliar,” kata dia.

Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)
Djauhari Oratmangun (Irfan/Antara)

Djauhari berencana akan membawa 10-15 start up dari Indonesia tahun depan dalam rangka perayaan 70 tahun diplomasi Indonesia - China. “China memiliki pengusaha-pengusaha besar di bidang digital. Dari Alibaba hingga Tencent,” katanya.

Bila semua lancar, Dubes Oratmangun yakin neraca perdagangan Indonesia akan naik lagi hingga di atas US72,6 miliar.

Djauhari Oratmangun sebelum menjabat sebagai Dubes RI di China merupakan  pejabat karier di Kementerian Luar Negeri. Ia pernah menjabat sebagai Dubes Indonesia untuk Rusia dan Belarusia dan menerima medali penghargaan “Sovyet Federatsii.20 Let (Dewan federasi 20 Tahun) atas kerjasama meningkatkan hubungan kerjasa sama parlemen kedua negara pada Februari 2016.

Sebelumnya, lulusan Universitas Gajah Mada (UGM)  Yogyakarta ini pada September 2015, meraih gelar “Warga Kehormatan” dari salah satu universitas ternama di Rusia, yaitu Don State Technical University di kota Rostov on Don. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Silsilah Ragnar Oratmangoen: Punya KTP Jakarta, tapi Ngaku Lebih Nyaman di Belanda daripada Indonesia

Silsilah Ragnar Oratmangoen: Punya KTP Jakarta, tapi Ngaku Lebih Nyaman di Belanda daripada Indonesia

Lifestyle | Kamis, 28 November 2024 | 13:47 WIB

Beda Sikap dengan Peter Gontha, Dubes RI untuk China Malah Bangga Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan

Beda Sikap dengan Peter Gontha, Dubes RI untuk China Malah Bangga Timnas Indonesia Diperkuat Pemain Keturunan

Bola | Kamis, 12 September 2024 | 14:06 WIB

Silsilah Keluarga Ragnar Oratmangoen, Kerabatnya Jabat Duta Besar China hingga Mantan Bupati

Silsilah Keluarga Ragnar Oratmangoen, Kerabatnya Jabat Duta Besar China hingga Mantan Bupati

Bola | Rabu, 13 Desember 2023 | 09:38 WIB

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Startup China 01.AI Model Open Source AI dengan Valuasi Rp15 Miliaran

Tekno | Selasa, 07 November 2023 | 06:56 WIB

Terkini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:30 WIB

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:12 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:24 WIB

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:47 WIB

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:41 WIB

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 19:29 WIB

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

×