Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
Ilustrasi. Produksi pupuk Petrokimia Gresik naik menjadi 4,68 juta ton sepanjang 2025. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Produksi pupuk Petrokimia Gresik naik menjadi 4,68 juta ton sepanjang 2025.
  • Semester I 2026, produksi tumbuh menjadi 2,72 juta ton.
  • Transformasi pabrik dan logistik dorong kinerja serta daya saing jangka panjang.

Suara.com - PT Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri yang tergabung dalam Holding Pupuk Indonesia, mencatat kinerja operasional yang terus menguat. Di tengah tantangan industri pupuk global yang dipengaruhi gejolak geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga energi dan bahan baku, perusahaan berhasil meningkatkan produksi sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Mengusung tema "Growing the Future", Petrokimia Gresik menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional sekaligus mendukung program swasembada pangan pemerintah.

Dari sisi operasional, realisasi produksi pupuk sepanjang 2025 mencapai 4.683.477 ton, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 4.474.914 ton. Tren positif tersebut berlanjut pada semester pertama 2026.

Hingga Juni 2026, produksi pupuk Petrokimia Gresik tercatat mencapai 2.716.141 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 2.431.506 ton. Pencapaian ini dinilai semakin memperkuat prospek perusahaan mengingat target produksi pupuk tahun 2026 ditetapkan mencapai 106 persen dari target produksi tahun 2025.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kemampuan perusahaan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan sekaligus melakukan transformasi secara berkelanjutan selama lebih dari lima dekade.

"Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia," ujar Daconi saat memimpin upacara HUT ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik akhir pekan ini.

Menurutnya, kinerja positif yang telah diraih saat ini menjadi pijakan bagi perusahaan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.

"Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan," katanya.

Untuk menopang pertumbuhan tersebut, Petrokimia Gresik menjalankan sejumlah proyek strategis yang bertujuan meningkatkan fleksibilitas produksi, memperkuat pasokan bahan baku, hingga meningkatkan efisiensi logistik dan ketahanan energi.

baca juga

Salah satunya adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi tersebut memungkinkan satu fasilitas memproduksi NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat sesuai kebutuhan pasar sehingga meningkatkan fleksibilitas operasional perusahaan.

Di sisi bahan baku, perusahaan juga membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan kapasitas total 40.000 ton. Setelah proyek selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat Petrokimia Gresik akan meningkat menjadi 100.000 ton, sehingga memperkuat ketahanan pasokan bahan baku.

Sementara pada sektor logistik, perusahaan tengah mengembangkan Dermaga A yang mampu melayani kapal hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT) dengan kapasitas bongkar muat mencapai 4 juta ton per tahun. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar distribusi sekaligus menjaga tingkat okupansi dermaga atau Berth Occupancy Ratio (BOR) pada level optimal.

Keandalan operasional juga diperkuat melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura. Kerja sama tersebut diproyeksikan menambah pasokan gas sekitar 30–35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) sehingga mampu mendukung operasional perusahaan hingga tahun 2035.

Daconi menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan perusahaan tidak semata-mata mengejar pertumbuhan skala bisnis, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan daya saing agar mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.

"Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan. Karena itu, kami terus memperkuat kemampuan produksi, keandalan pasokan bahan baku dan energi, serta melakukan transformasi industri agar perusahaan tetap berkelanjutan," ujarnya.

Selain memperkuat kinerja bisnis, Petrokimia Gresik juga terus menjalankan agenda keberlanjutan. Pada 2025, perusahaan ditunjuk Kementerian Perindustrian sebagai proyek percontohan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) yang menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi perusahaan periode 2025–2030.

Menurut Daconi, seluruh transformasi yang dilakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi sektor pertanian, industri nasional, dan masyarakat luas.

"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata

Selaras dengan Danantara, BTN Perkuat Transformasi Bisnis dan Bukukan Kinerja di Atas Rata-Rata

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:02 WIB

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Titipan Politik di Kursi Komisaris dan Direksi Makin Kuat di BUMN, Ini Datanya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 08:05 WIB

Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Anak Usaha PLN Raih Kinerja Moncer 2025, Penjualan Listrik di Atas Target

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 18:31 WIB

Terkini

7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui

7 Dekorasi Dinding yang Baik untuk Energi Positif di Ruang Tamu Menurut Feng Shui

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute

Imbas Kericuhan Demo DPR, Sejumlah Transportasi Umum Alami Penyesuaian Rute

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:31 WIB

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Kabut Asap Makin Pekat di Palembang, Kota Mulai Berselimut Kelabu

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara

Rakyat Jaga Rakyat: Ketika Solidaritas Lebih Cepat Datang daripada Negara

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura

Hortikultura Daerah Naik Kelas, Melon Petani Asal Blitar Tembus Pasar Singapura

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Ketika AI Bisa Memutuskan Transaksi Sendiri, Siapa yang Bertanggung Jawab Jika Terjadi Kerugian?

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026

Siapa Saja? Ini 3 Zodiak yang Diprediksi Ketiban Rezeki Sepanjang September 2026

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah

Uang Palsu Rp36 M Bukan Sekadar Kerugian, Akademisi: Bisa Gerus Kepercayaan Publik terhadap Rupiah

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:10 WIB

5 Cara Membersihkan Noda di Celana Jeans, Perhatikan agar Tidak Merusak Warna

5 Cara Membersihkan Noda di Celana Jeans, Perhatikan agar Tidak Merusak Warna

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo

Sampah Pasar Malam Sekaten Menumpuk di Alun-alun Kidul Keraton Solo

Surakarta | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 08:01 WIB

×