Kembangkan Keterampilan Anak PAUD dengan 4 C, Apa Tuh?

Kamis, 28 November 2019 | 11:30 WIB
Kembangkan Keterampilan Anak PAUD dengan 4 C, Apa Tuh?
Konferensi Guru dan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Dok PP PAUD dan Dikmas)

Suara.com - Kembangkan Keterampilan Anak PAUD dengan 4 C, Apa Tuh?

Kabupaten Kudus menjadi saksi transformasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah mengembangkan berbagai praktik inovatif pembelajaran berbasis bermain, dalam menyikapi pesatnya perkembangan revolusi industri 4.0.

Konferensi Guru dan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 26-27 November 2019, memberikan peluang bagi pendidik dari berbagai lembaga PAUD di Kudus untuk berbagi hasil penerapan play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain yang telah berhasil memberikan dampak pada anak didiknya. Diantaranya, dalam pengembangan keterampilan “4C” (Critical Thinking, Creativity, Communication, and Collaboration) yang sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus menghadapi tantangan dan peluang abad 21.

Sebanyak 51 pendidik dari sebelas 11 lembaga ikut berbagi praktik baik dalam Konferensi yang diadakan di Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus pada 26 November 2019, dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional. Topik penelitian mereka beragam, diantaranya “Mendorong Antusias Belajar Generasi 4.0 melalui Concrete Experiential Learning,” “Melibatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembelajaran PAUD melalui Program ‘Kula Nuwun’” dan “Pembelajaran Berbasis Bermain melalui Penelitian Kebunku dalam Mengembangkan Numerasi Dasar Anak TK B.”

“Kudus telah menjadi saksi dimana sikap belajar sepanjang hayat atau lifelong learning, telah dibentuk sejak anak usia dini oleh guru PAUD yang juga tidak berhenti belajar dan berinovasi,” ungkap Kepala Pusat Pengemanbangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah, Ir. Djajeng Baskoro, M.Pd dalam siaran pers yang dikirimkan pada Suara.com.

Ketua Panitia Konferensi Wening Damayanti mengatakan bahwa masa-masa di PAUD merupakan tahapan penting dan unik dalam kehidupan anak yang seharusnya diisi dengan proses pembelajaran berbasis bermain. Bahwa konsep bermain dan belajar yang seharusnya membentuk murid PAUD, mengenalkan cara berkolaborasi, cara menemukan kreativitas.

"Sehingga anak kemudian menjadi cinta sekolah dan cinta belajar. Bukan soal cepat berhitung, cepat menulis, atau cepat membaca," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI