Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Mentan : Peningkatan Ekspor Pangan Perlu Tiru Cara Negara yang Berhasil

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 02 Desember 2019 | 15:52 WIB
Mentan : Peningkatan Ekspor Pangan Perlu Tiru Cara Negara yang Berhasil
Mentan, Syahrul Yasin Limpo membuka rapat koordinasi Peningkatan Investasi dan Eksport Tanaman Pangan, di Jakarta, Senin (2/12/2019). (Dok : Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo membuka rapat koordinasi Peningkatan Investasi dan Eksport Tanaman Pangan, di Jakarta, tepatnya di ruang rapat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (2/12/2019). 

"Di dalam kepala kita harus tertanam kata-kata mandiri dan maju. Kita tidak mungkin lagi memulai sesuatu menggunakan cara-cara lama. Jika perlu, kita meniru cara-cara negara lain yang sudah berhasil," kata Syahrul.

Rakor dihadiri perwakilan Kamar Dagang Indonesia (KAdIN), Badan Urusan Logistik (Bulog), perwakilan perbankan dan perusahaan asuransi dan para pengusaha pelaku ekspor.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi melaporkan, ekspor sektor tanaman pangan tahun 2019 mencapai 200 ribu ton, senilai Rp 2 triliun.

"Kacang hijau yang masa tanamnya singkat, sekitar 2 bulan, adalah salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi favorit untuk diekspor. Jumlahnya mencapai 33 ribu ton. Selain itu ada Porang, jumlahnya mencapai 11 ribu ton," ungkap Suwandi.

Potensi ekspor dari sektor tanaman pangan masih terbuka dan memiliki ceruk pasar yang besar. Lebih lanjut Suwandi menjelaskan, dengan inovasi dan teknologi bioindustri setidaknya ada 34 jenis produk padi, 41 jenis produk jagung dan 28 jenis produk ubi kayu yang bisa dikembangkan dan menjanjikan di pasar internasional.

"Dukungan dari pihak perbankan dan asuransi sangat dibutuhkan. Itu sudah coba kami lakukan, contohnya dengan melibatkan pihak asuransi dengan skema komersil untuk melayani petani jagung yang mengcover lahan dengan total luas 44 ribu hektare," kata Suwandi.

Suwandi juga menyampaikan bahwa kini tengah dilakukan uji coba penanaman Sorgum di Provinsi Sumatera Utara. Selama ini, sorgum banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Jawa.

"Ide tanam sorgum adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan petani sawit saat peremajaan sawit miliknya. Jika dalam satu tahun ada target peremajaan sawit rakyat seluas 180.000 hektare, maka akan diperoleh potensi hasil pertahun: bijih sorgum 3,5 juta ton, nira sorgum 2,5 juta ton, Bioethanol, 1 juta ton, pakan ternak hijauan 27 juta ton, setara untuk menghidupi 2,5 juta ternal lembu, pupuk organik 10 juta ton," ujar Kacuk Sumarto, pengusaha yang mencoba menanam Sorgum di Sumatera.

Menanggapai hal itu, Syahrul menegaskan bahwa ia dan seluruh jajaran di Kementan memiliki komitmen terhadap pembangunan pertanian.

"Kami memposisikan sebagai public support. Para pengusaha dan petani, silakan berbagi profit sehingga benefit. Nilai kebermanfaatan akan dirasakan oleh seluruh masayarakat luas," kata Syahrul.

Di hadapan peserta, Syahrul mengingatkan bahwa pertanian menjanjikan banyak hal. Oleh karena itu, Syahrul mengingatkan seandainya ekonomi bangsa melemah, maka ada dua hal yang harus dilakukan.

Pertama, memperkuat investasi, yang dilakukan dengan massif dan permodalan yang bergulir. Menurutnya, ada dana KUR yang jumlahnya besar yang harus bergeser sepenuhnya ke tangan rakyat. Kedua, melakukan ekspor dalam jumlah yang lebih besar.

"Dirjen Tanaman Pangan dan yang lainnya harus melakukan ekspor lebih besar, tiga kali lipat. Kalau tadi dilaporkan 11 ribu ton Porang diekspor ke Malaysia, China, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, Jepang dan Hong Kong, maka kita akan membuat angka itu menjadi tiga kali lipat. Gerakan ini kita namakan Gratieks, gerakan tiga kali ekspor," ujar Syahrul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI, SYL : Kita adalah Garda Pancasila

Dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI, SYL : Kita adalah Garda Pancasila

News | Senin, 02 Desember 2019 | 10:59 WIB

Kementan Gandeng Mahasiswa dan Kampus Pertanian di Seluruh Indonesia

Kementan Gandeng Mahasiswa dan Kampus Pertanian di Seluruh Indonesia

Bisnis | Senin, 02 Desember 2019 | 10:49 WIB

Trubus Agro Expo, Agriliving Kian Populer di Kalangan Masyarakat Urban

Trubus Agro Expo, Agriliving Kian Populer di Kalangan Masyarakat Urban

Bisnis | Senin, 02 Desember 2019 | 10:40 WIB

Kementan : Stok Beras Aman Sampai 2020

Kementan : Stok Beras Aman Sampai 2020

Bisnis | Senin, 02 Desember 2019 | 10:26 WIB

Program Pertanian Masuk Sekolah di Mulai Tahun Ini

Program Pertanian Masuk Sekolah di Mulai Tahun Ini

Bisnis | Sabtu, 30 November 2019 | 12:14 WIB

Diskusi Kementan dan Alumni IPB, Dorong ABGC Konsolidasi Gerakan Pertanian

Diskusi Kementan dan Alumni IPB, Dorong ABGC Konsolidasi Gerakan Pertanian

Bisnis | Sabtu, 30 November 2019 | 12:10 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 19:05 WIB