Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Daging Kerbau Beku Asal India Hancurkan Harga Daging di Jatim

Iwan Supriyatna

Jum'at, 20 Desember 2019 | 11:09 WIB
Daging Kerbau Beku Asal India Hancurkan Harga Daging di Jatim
Ilustrasi daging beku. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa bulan terakhir, stok daging segar di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terus menurun. Sebelum Idul Adha 2019 lalu, tercatat masih 150 ekor sapi di potong per hari.

Namun, bulan September jumlah yang disembelih di RPH turun di kisaran 105 ekor sapi untuk per hari.

Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur Mutowif menduga ada praktek jual beli daging kerbau beku eks impor dari India.

Tujuannya untuk menutup kebutuhan daging karena berkurangnya sapi yang disembelih di RPH. Sehingga harga daging tetap pada kondisi stabil.

"Harga daging tidak bisa naik, dikarenakan daging kerbau eks impor dari India masuk ke Jatim secara bebas dan indikasi mendapat rekom dari instansi terkait Jatim," ujar Mutowif.

Dia menilai, praktik jual beli daging kerbau beku itu terjadi sejak Juli lalu, di sejumlah pasar tradisional di Surabaya. Informasi yang didapatkan Mutowif, sekitar 4,6 ton daging kerbau beku eks impor dari India masuk ke Surabaya dari Jakarta.

Tentunya, bertentangan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tahun 2010 tentang peredaran daging beku impor.

"Surat Edaran Gubernur Jatim tahun 2010 ini kan untuk melindungi peternak tradisianal yang ada di Jawa timur," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Timur Wemmi Niamawati membantah ada izin terkait peredaran daging kerbau beku eks impor dari India yang diklaim PPSDS Jatim. Pihaknya tidak pernah memberikan izin untuk masuk ke Jatim.

baca juga

"Jadi untuk daging kerbau kami dari Pemprov Jatim belum memberikan rekomendasi untuk masuk ke Jatim. Jadi tidak ada rekom ya ilegal," kata Wemmi.

Rekomendasi dari dinas ini telah diatur dalam surat edaran menteri kordinator perekonomian tahun 2017 silam. Disebutkan dalam surat itu perluasan pemasaran daging oleh perum Bulog di luar wilayah Jabodetabek.

Bahwa peredaran daging kerbau tanpa tulang asal negara India tersebut dapat dilakukan selama tidak ada penolakan pemerintah daerah tujuan.

Sedangkan, kata Wemmy, Pemprov Jawa Timur tegas tidak memberikan rekomendasi untuk masuk ke Jatim.

"Ya dari kami terserah satgas pangan selanjutnya," ungkapnya.

Disnak Jatim sendiri sebenarnya telah mengadakan sidak ke sejumlah pasar tradisional dan toko retail bersama satgas pangan. Hasilnya tidak ditemui daging kerbau beku eks impor India.

"Memang ada aturan daging impor masuk, tapi itu hanya untuk hotel, restoran dan katering. Tapi selama ini hanya daging sapi. Bukan kerbau," kata Wemmy.

Berita ini sebelumnya dimuat Jatimnet.com dengan judul "PPSDS Jatim Sebut Daging Kerbau Eks Impor India Masuk ke Pasar Tradisional"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Protes UU Baru di India Makin Memanas, Bus dan Stasiun Dibakar

Aksi Protes UU Baru di India Makin Memanas, Bus dan Stasiun Dibakar

News | Senin, 16 Desember 2019 | 03:02 WIB

Polisi Tembak Mati 4 Pemerkosa Dokter Hewan di India

Polisi Tembak Mati 4 Pemerkosa Dokter Hewan di India

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 15:28 WIB

Gadis Korban Perkosaan Dibakar Hidup-hidup saat Menuju Persidangan

Gadis Korban Perkosaan Dibakar Hidup-hidup saat Menuju Persidangan

News | Jum'at, 06 Desember 2019 | 14:40 WIB

Terkini

Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport

Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant

Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ada Suara Gemuruh saat Gempa Bantul, BMKG Ungkap Penyebabnya

Jogja | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan: Pengertian, Tahapan, dan Manfaatnya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim

Mantan Dirdik Jampidsus Sebut Penetapan Tersangka hingga Penahanan Febrie Tak Lazim

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

Siap Gelar Apel Siaga 27 Agustus, Aliansi Masyarakat Jakarta Minta Ibu Kota Kondusif

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×