- Potongan komisi aplikator Gojek kini resmi turun menjadi delapan persen sesuai arahan peraturan presiden terbaru.
- Penurunan komisi memberikan cuan ekstra bulanan yang sangat cukup untuk menambah anggaran belanja sembako keluarga.
- Gojek juga memastikan seluruh program kesejahteraan pengemudi seperti asuransi dan beasiswa anak tetap berjalan lancar.
Suara.com - Bagi hasil antara aplikator dan mitra pengemudi ojek online (ojol) selalu menjadi topik hangat. Namun, dengan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026, angin segar akhirnya berhembus hingga ke meja makan keluarga para driver.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) telah mengonfirmasi kepatuhan mereka terhadap aturan baru ini. Jika sebelumnya komisi aplikator mencapai 20 persen, kini angkanya dipangkas drastis menjadi hanya 8 persen. Artinya, 92 persen pendapatan murni masuk ke kantong mitra pengemudi.
Lantas, seberapa besar sebenarnya dampak penurunan komisi 12 persen ini bagi "dapur" para driver? Mari kita buat hitung-hitungan kasarnya.
Simulasi Cuan Tambahan: Bisa Buat Beli Apa Saja?
![Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (11/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/11/89084-ojek-online-ojek-daring-ilustrasi-ojol-pengemudi-ojol-driver-ojol.jpg)
Kita ambil contoh perhitungan paling moderat. Anggaplah seorang driver GoRide mengumpulkan pendapatan kotor sebesar Rp150.000 dalam satu hari narik.
- Skema Lama (Potongan 20 persen): Aplikator mengambil Rp30.000. Driver membawa pulang pendapatan bersih Rp120.000.
- Skema Baru (Potongan 8 persen): Aplikator hanya mengambil Rp12.000. Driver membawa pulang pendapatan bersih Rp138.000.
Sekilas, selisih Rp18.000 per hari mungkin terlihat kecil. Tapi, mari kita kalikan dengan 25 hari kerja dalam sebulan.
Ada tambahan pendapatan bersih sekitar Rp450.000 per bulan yang masuk ke dompet driver tanpa harus menambah jam kerja di jalanan.
Uang ekstra setengah juta rupiah ini jelas bukan angka sembarangan bagi para istri di rumah.
Dana tersebut bisa dialokasikan untuk tambahan stok beras 10 kilogram, beberapa liter minyak goreng, plus tambahan lauk pauk bergizi untuk anak-anak selama sebulan penuh.
GoRide Hemat Disesuaikan, Kesejahteraan Tetap Utama
Sejalan dengan komitmen komisi 8 persen ini, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, juga mengumumkan langkah rasionalisasi dengan menghapus "Program Langganan GoRide Hemat" bagi mitra.
Ke depannya, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8 persen. Langkah ini diambil agar ekosistem tetap sehat; harga bagi konsumen tetap terjangkau, namun tenaga driver tetap dihargai dengan layak tanpa harus merasa "kerja bakti".
Selain cuan harian yang meningkat, Gojek juga memastikan jaring pengaman sosial para mitranya tak tersentuh. Program andalan seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga beasiswa anak mitra dipastikan tetap berlanjut, selaras dengan program Asta Cita pemerintah.
Pada akhirnya, regulasi baru ini bukan sekadar urusan pembagian kue bisnis perusahaan teknologi. Ini adalah tentang memastikan dapur keluarga ojol tetap ngebul, dan roda ekonomi di akar rumput terus berputar.