Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Raih Gelar Guru Terbaik Dunia, Siapa Peter Tabichi?

Iwan Supriyatna

Sabtu, 21 Desember 2019 | 07:47 WIB
Raih Gelar Guru Terbaik Dunia, Siapa Peter Tabichi?
Ilustrasi guru pria. (Unsplash/Ben White)

Suara.com - Menjadi seorang guru memang termasuk pekerjaan mulia dan bermanfaat bagi sesama. Tak semua guru di dunia ini memiliki kondisi yang sama dalam kegiatan mengajar.

Ada yang biasa-biasa saja, ada pula yang menginspirasi banyak orang bahkan hingga mendapatkan penghargaan dan dikenal dunia.

Seperti halnya seorang guru asal dari Benua Afrika bernama Peter Tabichi yang mendapatkan penghargaan tertinggi bagi seorang guru yaitu Teacher Global Price.

Penghargaan ini bergengsi karena menjaring puluhan ribu guru dari seluruh dunia untuk dinilai dari berbagai aspek, termasuk dari sisi inspiratif.

Peter Tabichi yang berasal dari Kenya mendapatkan penghargaan sebagai guru terbaik dunia tahun 2019.

Sosoknya yang sangat inspiratif bagi dunia pendidikan mengantarkannya menyabet juara dan mendapatkan hadiah yang tidak main-main, yakni sekira Rp 13 miliar.

Tentunya ada banyak jasa dan prestasi yang membuatnya dipilih sebagai guru terbaik. Untuk mengenal lebih dalam penyandang gelar guru terbaik dunia ini, berikut ulasan Peter Tabichi seperti dikutip dari Cermati.com.

  • Peter Tabichi, Mengajar Sekaligus Memperjuangkan Pendidikan

Peter Tabichi merupakan seorang guru biasa yang mengajarkan sains dan matematika di sekolah. Meski hanya guru biasa, tidak membuatnya berpikir biasa-biasa saja.

Ia berjuang juga dalam pendidikan di Kenya karena kondisi negara yang masih miskin dan terbatas pendidikannya.

Dalam aktivitasnya mengajar, pria berusia 37 tahun itu mau menampung banyak orang dengan tingkat kemiskinan tinggi, bahkan 95% warga desanya hidup dalam kekurangan.

Meski kondisinya minim namun perjuangan Peter dalam memperjuangkan pendidikan dan memberi ilmu tidaklah setengah-setangah. Kegigihan Peter dalam mengajari banyak ilmu kepada muridnya dibuktikan dengan membebaskan siapa saja untuk belajar tanpa harus membayar.

Bahkan agar siswanya tetap bisa belajar, dia menyumbangkan 80% pendapatan untuk para muridnya agar bisa belajar. Sehingga tidak ada siswa yang putus sekolah hanya karena tak ada biaya.

  • Kelas Peter Selalu Penuh dan Aktif Oleh Murid Kurang Mampu

Karena mau menampung banyak murid dari kalangan kurang mampu di desanya, kelasnya selalu ramai bahkan terkenal ramai daripada sekolah lainnya. Selain karena Peter Tabichi merupakan guru favorit para murid, juga karena kondisi sekolah di desanya yang masih sedikit dan penuh kekurangan.

Karena sedikitnya sekolah, tak jarang Peter harus mengajar satu kelas berisi 80 orang. Kebanyakan orang yang belajar di sekolahnya adalah orang yang kurang mampu.

Bahkan perjuangan murid Peter pun tak kalah inspiratif, di mana mereka harus menempuh perjalanan jauh sekitar 4 mil atau 6 kilometer demi belajar. Melihat kondisi seperti itu, membuat Peter tergerak untuk mendukung aktivitas anak didiknya.

Peter memberikan memberikan buku secara Cuma-cuma dan seragam yang berasal dari uangnya pribadi. Hal ini karena Peter mengetahui keterbatasan ekonomi warganya yang cukup susah, bahkan hanya untuk sekadar makan pagi saja cukup sulit.

  • Kegigihan Peter Dalam Keterbatasan Ekonomi

Walaupun Peter dan sekolahnya memiliki kondisi serba kekurangan, pendidikan di desanya tetap diprioritaskan tanpa hambatan apapun. Kegigihan peter dan muridnya untuk sekolah dan belajar terus diperjuangkan.

Belajar dan sekolah selalu dilakukan setiap hari agar semua orang bisa merasakan bagaimana manisnya pendidikan.

Hasilnya pun tidak sia-sia, karena dari beberapa anak didik Peter dapat berkompetisi di lomba olimpiade sains sampai tingkat nasional bahkan internasional.

Selain itu banyak pula siswanya dapat diterima di perguruan tinggi yang terbaik karena jasa Peter Tabichi dalam memperjuangkan pendidikan di desanya dan juga memberi inspirasi di seluruh Dunia.

  • Peter Merupakan Pejuang Pendidikan bagi Perempuan di Kenya

Bukan hanya pendidikan untuk diri sendiri dan muridnya, Peter juga memperjuangkan pendidikan bagi para perempuan di Kenya.

Peter memiliki tekad dan mimipi membuat pendidikan menjadi sesuatu yang penting dan menjadi salah satu pondasi bagi para wanita di desanya dan juga Kenya.

Hal ini karena kebanyakan masyarakat Kenya memilih perempuan untuk menikah daripada harus bersekolah. Hal ini tentu akan membuat potensi mereka untuk mendapatkan pendidikan jadi berkurang.

Maka dari itu sebagai guru harus bisa berjuang di garis depan untuk bisa mengembangkan potensi, talenta, dan kepandaian mereka terhadap pendidikan yang ada di kenya.

  • Harapan Peter Memajukan Pendidikan di Afrika

Peter selalu berharap bahwa hari-hari baru di Afrika akan diisi dengan kebaikan dari pendidikan. Dengan pendidikan anak muda di Afrika di masa mendatang tidak akan lagi dipandang rendah oleh bangsa lain.

Selain itu dengan pendidikan, ia berharap Afrika akan memiliki banyak ilmuwan, pengusaha, dan orang-orang terkenal yang akan menggema di seluruh Dunia. Ia terus memperjuangkan dan mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pendidikan di negerinya.

Teladani Peter Tabichi yang Inspiratif bagi Pendidikan

Tentunya sangat layak bagi seorang Peter Tabichi menyandang gelar guru terbaik global karena sangat menginspirasi. Tentu hal ini juga bisa menjadi inspirasi bagi pendidikan Indonesia, termasuk bagi para guru dan murid karena pendidikan kita juga masih memiliki masalah tersendiri. Jangan patah semangat dan terus belajar adalah kunci dalam pendidikan terbaik di masa mendatang.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Memilih Sistem Pendidikan yang Tepat untuk Anak

Terkuak! Ini Risiko Asuransi Pendidikan Anak yang Jarang Diketahui

Berhenti Kuliah atau lanjut? Ini Jawabannya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Survei OECD Sebut Prestasi Pelajar Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Survei OECD Sebut Prestasi Pelajar Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Health | Selasa, 17 Desember 2019 | 10:47 WIB

Haedar Nashir Guru Besar UMY, Usul Deradikalisasi Jadi Moderasi

Haedar Nashir Guru Besar UMY, Usul Deradikalisasi Jadi Moderasi

Jogja | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:05 WIB

Murid Disumpah Alquran untuk Dicabuli, Guru BK Huda Pakai Ijazah Palsu

Murid Disumpah Alquran untuk Dicabuli, Guru BK Huda Pakai Ijazah Palsu

Jatim | Sabtu, 07 Desember 2019 | 19:10 WIB

Terkini

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB