Survei OECD Sebut Prestasi Pelajar Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Ade Indra Kusuma

Selasa, 17 Desember 2019 | 10:47 WIB
Survei OECD Sebut Prestasi Pelajar Indonesia Terendah di Asia Tenggara

Suara.com - Survei OECD sebut Prestasi Pelajar Indonesia Tempati Posisi Terendah di Asia Tenggara 

Prestasi siswa Indonesia usia 15 tahun berada pada peringkat 10 terbawah dari 79 negara yang disurvei dalam tiga mata pelajaran yaitu matematika, membaca, dan sains menurut laporan Program Penilaian Siswa Internasional baru-baru ini, yang dirilis bulan ini oleh Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Hasil ini tentu menunjukkan masalah kualitas pendidikan di Indonesia, negara dengan penduduk terpadat di Asia Tenggara.

"Ini peringatan bagi kita semua dalam sektor pendidikan," ujar Totok Amin Soefijanto, pakar kebijakan pada Universitas Paramadina di Jakarta seperti mengutip VOAIndonesia.

Kurangnya guru yang kurang berkualitas dinilai jadi masalah utama. 65% Siswa yang disurvei Program for International Student Assessment (PISA) atau Program Penilaian Siswa Internasional mengatakan guru mereka jarang memberi umpan balik langsung kepada mereka.

Satu dari lima guru secara berkala mangkir, menurut Bank Dunia pada tahun 2017. Pemerintah telah melakukan uji kompetensi guru dan pada tahun 2015, skor rata-rata untuk hampir tiga juta guru yang mengikuti tes itu adalah 53 persen, menurut hasil analisis University of Melbourne, Profesor Andrew Rosser.

Desentralisasi menjadi tantangan lain untuk memperbaiki pendidikan. Semasa pemerintahan Suharto, tahun 1965 hingga 1998, sistem sekolah sangat terpusat. Tetapi setelah menjadi demokrasi penuh, kebijakan pendidikan perlahan diserahkan ke pemerintah daerah. Geografis Indonesia yang terdiri dari lebih 15 ribu pulau, menyulitkan penegakan hal-hal seperti kurikulum standar atau kualifikasi guru.

"Kami juga kesulitan dalam hal ketidakadilan geografis, karena kami memiliki banyak daerah terpencil," ujar pekerja sosial dan aktivis yang berbasis di Jakarta, Ryan Febrianto.

Organization for Economic Cooperation and Development atau Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) dalam laporannya mencatat, hasil tahun lalu "harus dilihat dalam konteks langkah besar yang telah diambil Indonesia dalam meningkatkan partisipasi anak bersekolah."

baca juga

Dari tahun 2001 hingga 2018, cakupan sampel PISA melonjak dari 46 persen menjadi 85 persen dari siswa berusia 15 tahun. Menurut penulis laporan, ketika memperhitungkan kelemahan pendatang baru ke dalam sistem sekolah, fakta bahwa hasil Indonesia relatif stabil selama periode ini sebenarnya menunjukkan bahwa "Indonesia mampu menaikkan kualitas sistem pendidikannya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Keseruan Festival Teater Pelajar di Kudus

Melihat Keseruan Festival Teater Pelajar di Kudus

Foto | Minggu, 15 Desember 2019 | 07:25 WIB

Haedar Nashir Guru Besar UMY, Usul Deradikalisasi Jadi Moderasi

Haedar Nashir Guru Besar UMY, Usul Deradikalisasi Jadi Moderasi

Jogja | Kamis, 12 Desember 2019 | 14:05 WIB

Bisakah Hepatitis A Berubah Menjadi B dan C? Ini Kata Guru Besar FKUI

Bisakah Hepatitis A Berubah Menjadi B dan C? Ini Kata Guru Besar FKUI

Health | Senin, 09 Desember 2019 | 19:06 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×