Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lifting Migas Tak Capai Target, Menteri ESDM Arifin Tasrif Tanggapi Santai

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 Januari 2020 | 13:33 WIB
Lifting Migas Tak Capai Target, Menteri ESDM Arifin Tasrif Tanggapi Santai
Blok Migas ONWJ. [bumn.go.id]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengakui adanya penurunan proses produksi dan pengolahan siap jual (lifting) minyak dan gas bumi (migas).

Hal ini pun kata Arifin yang menjadi tugas besar dirinya sebagai pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Hal yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan lifting migas, karena dalam beberapa tahun ini produksi migas kita turun," kata Arifin saat acara Indonesia Milenial Summit 2020, di The Tribarata, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

SKK Migas mencatat, target produksi minyak bumi siap jual (lifting) pada 2020 diprediksi turun 3 persen dari target (outlook).

Target lifting migas di 2020 diperkirakan 734 ribu barrel oil per day (bopd), penyebab penurunan lifting adalah ladang-ladang minyak yang berada dalam posisi menurun cadangannya (decline).

"Ada beberapa faktor memang seperti cadangan minyak yang sudah berkurang," katanya.

Menurut Arifin, Indonesia ‎masih memiliki peluang untuk meningkatkan produksi migas, sebab banyak potensi yang belum tergarap.

"Karena masih banyak potensi yang belum kita garap, termasuk juga soal ladang baru dan lama yang bakal kita optimalkan produksinya," kata Mantan Dubes Jepang ini.

Untuk diketahui, realisasi lifting migas sepanjang 2019 hanya mampu mencapai 90,5 persen dari target dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

baca juga

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebutkan sepanjang 2019, realisasi lifting migas mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (BOPD), atau tidak mencapai target yang ditetapkan APBN 2019 sebesar 2,025 juta BOPD.

"Ada beberapa hal yang membuat terjadi pengurangan pada lifting minyak, yakni kebocoran EMCL 'floating hose" di Blok Cepu yang kalau setahun berkurang menjadi 2.900 barel oil per hari," kata Dwi di Gedung SKK Migas Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dwi merinci realisasi lifting minyak pada 2019 mencapai 746.000 barel per hari atau 96,3 persen dari APBN 2019 sebesar 775.000 barel per hari. Namun demikian, capaian ini di atas target WP& B sebesar 729,5 ribu BOPD atau sebesar 102,3 persen.

Menurut dia, lifting minyak Indonesia berpotensi mencapai 752.000 barel per hari, namun terjadi pengurangan akibat serangkaian kendala sepanjang 2019, seperti kebakaran hutan di Sumatera, dampak kondensat karena curtailment gas, revisi Amdal EMCL dan kebocoran di lapangan YY blok Offshore North West Java (ONWJ).

"Jika dibandingkan RUEN pada 2019, diprediksi lifting minyak berada di angka 590.000 BOPD. Capaian 746.000 BOPD ini telah menunjukkan hasil yang membanggakan atas upaya kerja keras yang dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS," kata dia.

Sementara itu, realisasi lifting gas sepanjang 2019 mencapai 5.934 MMSCFD atau hanya 84,8 persen dari target APBN 2019 sebesar 7.000 MMSCFD. Jika dibandingkan dengan target WP&B yang sebesar 5,937 MMSCFD, realisasi lifting gas 2019 mencapai 99,9 dari target yang ditetapkan.

Mantan Dirut Pertamina itu menambahkan kinerja lifting gas 2019 pada awalnya sempat mencapai angka 6.002 MMSCD.

Capaian ini diperoleh setelah SKK Migas dan KKKS melakukan berbagai terobosan dan inovasi melalui kegiatan antara lain Filling The Gap (FTG), Production Enchancement Techonology (PET), Management, Optimisasi Planned Shutdown dan lainnya.

Namun, adanya curtailment gas 60,8 MMSCFD seperti yang terjadi di JOB PMTS, Pertamina EP dan ENI, kemudian kejadian H2S Spike EMCL dan "accident" di lapangan YY memberikan penurunan sebesar 7,2 MMSCFD.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi VII Singgung SKK Migas Kalah Gerak Cepat Dengan Ahok

Komisi VII Singgung SKK Migas Kalah Gerak Cepat Dengan Ahok

Bisnis | Kamis, 16 Januari 2020 | 19:01 WIB

Tensi Amerika Serikat-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Turun

Tensi Amerika Serikat-Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Turun

Bisnis | Senin, 13 Januari 2020 | 08:20 WIB

Lifting Migas Gagal Capai Target APBN 2019, Dwi Soetjipto Beri Alasan

Lifting Migas Gagal Capai Target APBN 2019, Dwi Soetjipto Beri Alasan

Bisnis | Jum'at, 10 Januari 2020 | 06:42 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×