Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Mari Elka Pangestu Blak-blakan soal Posisinya di Bank Dunia

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 Januari 2020 | 14:48 WIB
Mari Elka Pangestu Blak-blakan soal Posisinya di Bank Dunia
Mari Elka Pangestu itunjuk sebagai Direktur Pelaksana, Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan untuk Bank Dunia. (Foto: Antaranews.com)

Suara.com - Mantan Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Mari Elka Pangestu secara resmi ditunjuk menjadi Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia.

Jabatan prestisius ini di dapatkan Mari Elka Pangestu karena dinilai memiliki banyak pengalaman di kancah internasional dalam menyelesaikan perekonomian dunia.

Menanggapi penunjukannya tersebut, Mari Elka Pangestu mengaku bersyukur atas posisi barunya tersebut, namun dirinya tidak mau berbicara terlebih dahulu terkait apa yang bakal ia kerjakan nanti.

"Saya belum boleh bicara sebagai itu, karena belum menduduki posisi itu," kata Mari Elka Pangestu saat acara Indonesia Milenial Summit 2020, di The Tribarata, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Namun kata dia, jabatannya tersebut akan sangat berguna bagi dirinya dalam melakukan perubahan bagi perekonomian global, khususnya soal ketersediaan energi baru dan terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

"Saya bisa menyuarakan aspek global dari keterlibatan di IRENA yang baru tahun lalu saya ikut komisi geopolitic of renewable energy yang compliment di Abu Dhabi," katanya.

"Yang perlu disadari bahwa negara-negara termasuk di Indonesia  akan terjadi transformasi penggunaan energi dari tradisional atau minyak bumi dan batu bara, dan puncak penggunaan fosil fuel 2030, setelah itu akan mulai turun dan akan beralih ke energi terbarukan," tambah Mari Elka Pangestu.

Sebelumnya Presiden Grup Bank Dunia, David Malpass mengungkapkan alasannya memilih Mari Elka Pangestu menjadi Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia.

"Dia bergabung dengan kami dengan keahlian manajemen yang diakui dan pengalaman global yang luar biasa, telah menjabat sebagai Menteri Perdagangan Indonesia 2004-2011 dan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dari 2011 hingga Oktober 2014," kata Malpass dalam pernyataan tertulis.

"Dia dianggap sebagai pakar internasional tentang berbagai masalah global yang penting bagi keberhasilan negara-negara klien kami," ungkapnya.

Dia menjelaskan, Bank Dunia memiliki dua tujuan utama yakni menyelesaikan masalah kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia.

Dalam mencapai kesuksesan target tersebut, Malpass mengatakan, dibutuhkan orang yang cocok dalam mengisi posisi divisi kebijakan dan kemitraan pembangunan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Sri Mulyani, Kini Mari Elka Pangestu Dapat Posisi di Bank Dunia

Setelah Sri Mulyani, Kini Mari Elka Pangestu Dapat Posisi di Bank Dunia

Bisnis | Jum'at, 10 Januari 2020 | 09:47 WIB

Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Bakal Melorot, Darmin: Kenapa Kita Jadi Pusing

Bank Dunia Sebut Ekonomi RI Bakal Melorot, Darmin: Kenapa Kita Jadi Pusing

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:56 WIB

33 Perusahaan Ogah Masuk ke Indonesia, Fahri Hamzah Salahkan Kabinet Jokowi

33 Perusahaan Ogah Masuk ke Indonesia, Fahri Hamzah Salahkan Kabinet Jokowi

Bisnis | Minggu, 08 September 2019 | 11:59 WIB

Terkini

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB