Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

33 Perusahaan Ogah Masuk ke Indonesia, Fahri Hamzah Salahkan Kabinet Jokowi

Bangun Santoso, Achmad Fauzi

Minggu, 08 September 2019 | 11:59 WIB
33 Perusahaan Ogah Masuk ke Indonesia, Fahri Hamzah Salahkan Kabinet Jokowi
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah saat ditemui wartawan di Komplek Parlemen Senayan. (Suara.com/Novian).

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah ikut bersuara soal hasil riset Bank Dunia yang menyebut 33 perusahaan China enggan masuk ke Indonesia. Menurut Fahri, biang keroknya adalah di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri.

Hal itu dikatakan Fahri Hamzah di akun Instagram pribadinya @fahrihamzah.

"Semua kata kuncinya ada di kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi. Karena leadership negara yang dapat menggerakkan birokrasi dan seluruh struktur dan sumber daya negara ada di sana. Jadi biang keroknya ada di kabinet. Jangan cari di tempat lain!" Kata Fahri Hamzah seperti dikutip dari Instagram, Minggu (8/9/2019).

Fahri melanjutkan, kondisi seperti ini harusnya membuat para menteri di kabinet kerja mundur. Pasalnya, alih-alih menghadirkan investor, tapi kenyataannya malah menghadirkan rentenir untuk berutang.

"Kembali kepada kekagetan Presiden Jokowi seharusnya membuat kabinet itu mundur massal. Kelakuannya sok yakin, ternyata enggak ada kebijakan yang dapat meyakinkan investor untuk berpartner malah yang datang adalah rentenir. Utang tambah banyak dan anak cucu kita akan menanggung," tutur dia.

Fahri menambahkan, yang dibutuhkan investor hanya kepastian bisnis dalam negeri apakah menguntungkan atau tidak. Selain itu, birokrasi perizinan juga jadi penghambat investor yang masuk ke Indonesia.

"Selain UU investasi yang sebetulnya sudah bagus. Iklim usaha dan kepastian lah yang ditunggu dari birokrasi negara yang profesional. Dengan segala maaf birokrasi negara kita masih belum banyak berubah," pungkas dia.

Untuk diketahui, hasil riset Bank Dunia menyebut, dalam kurun waktu Juni sampai Agustus 2019, dari 33 perusahaan China 23 perusahaan memilih Vietnam untum relokasi. Sisanya 10 perusahaan merelokasi ke Malaysia, Thailand, serta Kamboja.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Empat Alasan 33 Perusahaan China Ogah Masuk ke Indonesia

Empat Alasan 33 Perusahaan China Ogah Masuk ke Indonesia

Bisnis | Minggu, 08 September 2019 | 11:50 WIB

Kunjungi Oman dan India, DPR Bawa Catatan Penting Soal Perlindungan PMI

Kunjungi Oman dan India, DPR Bawa Catatan Penting Soal Perlindungan PMI

DPR | Sabtu, 07 September 2019 | 06:51 WIB

Pimpinan Disebut Dukung RUU KPK, Laode Tantang Balik Fahri Hamzah

Pimpinan Disebut Dukung RUU KPK, Laode Tantang Balik Fahri Hamzah

News | Jum'at, 06 September 2019 | 21:15 WIB

DPR Revisi UU MD3, Fahri Hamzah: Mungkin Sinyal Rekonsiliasi dari Jokowi

DPR Revisi UU MD3, Fahri Hamzah: Mungkin Sinyal Rekonsiliasi dari Jokowi

News | Jum'at, 06 September 2019 | 14:17 WIB

Fahri Hamzah Sebut Ada Pimpinan KPK Usul Revisi UU KPK Dilanjutkan

Fahri Hamzah Sebut Ada Pimpinan KPK Usul Revisi UU KPK Dilanjutkan

News | Jum'at, 06 September 2019 | 13:56 WIB

Fahri Hamzah : Ada Pihak yang Mencoba Mengacaukan Papua

Fahri Hamzah : Ada Pihak yang Mencoba Mengacaukan Papua

DPR | Senin, 02 September 2019 | 12:28 WIB

Papua Mencekam Pendemo Bakar Kantor Pos dan 4 Berita Populer Lainnya

Papua Mencekam Pendemo Bakar Kantor Pos dan 4 Berita Populer Lainnya

News | Jum'at, 30 Agustus 2019 | 07:10 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB