Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Ketegangan Politik Dunia Mereda Diikuti Redupnya Kilau Emas

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 22 Januari 2020 | 08:55 WIB
Ketegangan Politik Dunia Mereda Diikuti Redupnya Kilau Emas
Ilustrasi emas batangan. (Shutterstock)

Suara.com - Harga emas merosot 1 persen pada Selasa (21/1/2020) di tengah perdagangan yang fluktuatif karena maraknya investor mengambil keuntungan (profit taking) setelah harga mencapai level tertinggi dua pekan di awal sesi.

Mengutip Reuters Rabu (22/1/2020) logam mulia memangkas kerugian dan menguat kembali di atas level 1.550 dolar AS per ounce, didukung oleh suku bunga yang rendah dan ketegangan geopolitik.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 1.558,60 dolar AS per ounce setelah mencapai level tertinggi sejak 8 Januari, yakni 1.568,35 dolar AS per ounce pada awal perdagangan.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,2 persen lebih rendah menjadi 1.557,90 dolar AS per ounce.

"Kita memiliki periode kinerja yang cukup baik untuk emas dan kita menyerahkan kembali sebagian dari itu," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas TD Securities.

Dirinya menambahkan emas kemungkinan akan bertahan dalam kisaran yang cukup ketat di level 1.550 dolar AS per ounce untuk saat ini.

"Saya belum pernah mendengar berita apa pun yang menyebutkan bahwa ini (penurunan emas) adalah semacam rangkaian perkembangan fundamental yang permanen dan struktural. Ini lebih merupakan penyesuaian terhadap downside karena alasan teknikal," katanya.

Komoditas emas mendapat dukungan karena pasar saham global merosot seiring meningkatnya kekhawatiran tentang coronavirus jenis baru di China.

Emas melesat lebih dari 6 persen sejak 6 Desember. Pada 8 Januari, emas menembus batas 1.600 dolar AS untuk kali pertama dalam hampir tujuh tahun karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

baca juga

Di tempat lain, palladium anjlok 4 persen menjadi 2.400,12 dolar AS per ounce, ditetapkan untuk menandai penurunan persentase harian terbesar dalam sebulan. Harga palladium mencapai level tertinggi yang baru 2.582,19 dolar AS per ounce pada sesi Senin.

Perak menyusut 1,3 persen menjadi 17,83 dolar AS per ounce, sedangkan platinum merosot 1,1 persen menjadi 1.004,17 dolar AS per ounce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendadak Lebih Mahal dari Emas, Apa itu Paladium?

Mendadak Lebih Mahal dari Emas, Apa itu Paladium?

Tekno | Selasa, 21 Januari 2020 | 15:43 WIB

Naik Rp 2.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 771.000 Per Gram

Naik Rp 2.000, Harga Jual Emas Antam Dibanderol Rp 771.000 Per Gram

Bisnis | Selasa, 21 Januari 2020 | 09:00 WIB

Kilau Emas Meredup Seiring Membaiknya Ekonomi AS

Kilau Emas Meredup Seiring Membaiknya Ekonomi AS

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2020 | 08:46 WIB

Terkini

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

BRI Dukung Arahan Presiden Optimalkan Potensi Emas Indonesia

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Paus Leo XIV Dorong Pimpinan Gereja Sedunia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:20 WIB

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

IHSG Masih Nyaman di Level 6.500 Pagi Ini, COIN dan PACK Meroket

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Penangguhan Tahanan Nyumarno Cs Ditolak Hakim, Kuasa Hukum Korban Soroti Alasan Permohonan

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:12 WIB

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:00 WIB

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:16 WIB

×