Ekonomi Global Dihantam Virus Corona, Perbankan Siap-siap Kena Imbasnya

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Ekonomi Global Dihantam Virus Corona, Perbankan Siap-siap Kena Imbasnya
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)

Industri perbankan punya beberapa tantangan yang mesti dihadapi pada tahun ini, seperti dampak dari adanya ketidakpastian ekonomi global akibat mewabahnya virus corona.

Suara.com - Industri perbankan punya beberapa tantangan yang mesti dihadapi pada tahun ini, seperti dampak dari adanya ketidakpastian ekonomi global akibat mewabahnya virus corona.

Direktur Manajemen Resiko PT Bank Mandiri Tbk Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, ketidakpastian ekonomi global makin bertambah dengan adanya virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, China.

"Tantangan perbankan di tahun ini adalah bagaimana kita bisa melakukan fungsi intermediasi yang efektif efisien di tengah beberapa uncertainties impact dari corona virus kemudian juga perlambatan ekonomi dunia secara over all kemudian juga mengenai trade war," kata Siddik saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Selasa (4/2/2020).

Siddik menuturkan, kinerja intermediasi pada industri perbankan harus dijaga dengan baik dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global yang terus tidak menentu.

"Saya kira itu yang harus di navigasi supaya industri perbankan tetap dapat menjalankan tugasnya untuk intermediasi pada saat yang sama dapat tumbuh secara sehat secara prudent dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan semua program pemerintah untuk meningkatkan daya saing," katanya.

Selain perbankan, virus corona yang disebut-sebut bersumber dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China mulai membuat ketar-ketir sektor pariwisata tanah air.

Apalagi dari data yang ada menyebut jumlah wisatawan mancanegara asal negeri tirai bambu merupakan nomor dua tertinggi yang kerap plesiran ke Indonesia.

Kegelisahan itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi usai rapat koordinasi di Kantor Kemenko Ekonomi terkait dampak Virus Corona terhadap sektor perdagangan dan pariwisata RI pada Senin (3/2/2020) kemarin.

"Nah isu kedua yang dibahas adalah kita sudah harus meng-exercise dampak dari situasi ini. Dampak dari virus ini, kemudian diikuti dengan kebijakan-kebijakan. Tidak hanya kebijakan dari Indonesia, tetapi kebijakan serupa yang diambil di negara lain, saat kita bicara mengenai wisatawan," katanya.

Retno mengakui, sektor pariwisata yang selama ini menjadi salah satu roda penggerak ekonomi nasional bisa terganggu dengan mewabahnya virus jenis baru tersebut.

"Pasti karena yang terdampak nomor satu adalah pergerakan manusia, maka yang terdampak sudah pasti adalah wisatawan pariwisata. Nah pariwisata tentunya tidak hanya dari China, tetapi kita juga menghitung dampaknya terhadap situasi psikologis dari negara lain," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS