Jatah Pupuk Bersubsidi untuk Calon Ibu Kota Baru Dipangkas

Iwan Supriyatna

Kamis, 13 Februari 2020 | 11:34 WIB
Jatah Pupuk Bersubsidi untuk Calon Ibu Kota Baru Dipangkas
Petani menebar pupuk bersubsidi di pematang sawah, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. [Antara/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Pemerintah pusat mengurangi jatah atau kuota pupuk bersubsidi jenis urea untuk Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur yang notabene menjadi lokasi calon ibu kota baru.

"Pemerintah pusat pada tahun ini (2020) hanya memberikan sekitar 50 persen pupuk bersubsidi jenis urea dari kebutuhan tahun sebelumnya," ungkap Kepala Dinas Pertanian Wahyudi ketika ditemui di Penajam, Rabu (12/2/2020) kemarin.

Tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea lanjut dia, hanya saja jatah pupuk bersubsidi tersebut terbatas karena ada pengurangan kuota dari pemerintah pusat.

Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara berharap pemerintah pusat tidak melakukan pengurangan kuota atau jatah pupuk bersubsidi untuk daerah setempat.

"Semua petani wajib mendapatkan kesetaraan yang sama, terutama dalam mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah," ujar Wahyudi.

"Karena pupuk nonsubsidi harganya cukup mahal mencapai tiga kali lipat dari harga pupuk bersubsidi," tambahnya.

Kalau pupuk nonsubsidi kata Wahyudi, tidak mengalami permasalahan karena pasokannya masih tersedia, namun harganya mahal dibanding pupuk bersubsidi.

Dalam proses pengajuan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi menurut dia, harus melalui RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok), jadi pupuk bersubsidi tersebut disalurkan melalui kelompok tani.

"Pengusulan pupuk bersubsidi diajukan kepada Kementerian Pertanian melalui Dinas Provinsi Kalimantan Timur dengan melampirkan RDKK," jelas Wahyudi.

baca juga

"Setiap RDKK yang diajukan kelompok tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi juga dilengkapi dengan KTP (kartu tanpa penduduk) masing-masing anggota kelompok," tambahnya.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat hingga kini terdapat sekitar 200 kelompok tani di daerah itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan UGM: Skenario Terburuk Ibu Kota Negara Baru, Perlu Energi Nuklir

Ilmuwan UGM: Skenario Terburuk Ibu Kota Negara Baru, Perlu Energi Nuklir

News | Rabu, 12 Februari 2020 | 07:00 WIB

Proyek Pindah Ibu Kota Negara, Swasta Sudah Ada yang Minat Pak Luhut?

Proyek Pindah Ibu Kota Negara, Swasta Sudah Ada yang Minat Pak Luhut?

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 20:57 WIB

Ibu Kota Baru Negara Banyak Lubang Bekas Tambang, Ini Kata Menteri ATR

Ibu Kota Baru Negara Banyak Lubang Bekas Tambang, Ini Kata Menteri ATR

Bisnis | Jum'at, 07 Februari 2020 | 20:41 WIB

Terkini

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

×