Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Dihimpit Virus Corona dan Perang Dagang, Bagaimana Nasib Ekonomi Indonesia?

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 15 Februari 2020 | 07:17 WIB
Dihimpit Virus Corona dan Perang Dagang, Bagaimana Nasib Ekonomi Indonesia?
Staf medis memindahkan pasien di rumah sakait Jinyintan, tempat para penderita pneumonia yang disebabkan virus korona jenis baru dirawat, di Wuhan, Provinsi Hubei, China, 20/1/2020. (ANTARA/REUTERS/Darley Shen)

Suara.com - Perekonomian Indonesia terancam terdampak karena penyebaran virus corona dan perang dagang internasional. Dampak ini akan terasa melebihi dampak situasi politik dalam negeri 10 tahun ke depan.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyebut kondisi perpolitikan di Indonesia tidak membawa pengaruh besar pada perekonomian nasional. Kondisi ekonomi di dalam negeri lebih dipengaruhi oleh kondisi dunia internasional.

“Politik nasional sebenarnya kalau kita bicara selama sepuluh tahun terakhir tidak memberikan efek cukup besar kepada geliat perekonomian. Faktor yang terutama berpengaruh selama sepuluh tahun terakhir, terutama tiga tahun terakhir sebetulnya lebih kepada konstelasi ekonomi global, yang efeknya langsung kepada konstelasi perekonomi di Indonesia yang mengingat size kita sangat kecil,” kata Yunarto Wijaya

"Jadi kalau ditanya lebih berpengaruh mana yang namanya Pemilu Presiden 2019 dengan kemarin kemenangan Trump, lebih berpengaruh kemenangan Trump. Lebih berpengaruh mana Pilkada serentak 270 di tahun 2020 dengan virus corona, virus corona akan lebih memiliki pengaruh besar,” imbuhnya.

Sementara itu Direktur Pengelola Lembaga Riset Nielsen Company Indonesia, Agus Nurudin menilai ancaman virus corona harus segera ditanggulangi karena memiliki pengaruh yang besar terhadap perekonomian negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Ia menganjurkan agar pemerintah dan para pengusaha nasional mencari alternatif dan berinovasi untuk mengantisipasi dampaknya.

“Saya melihatnya masih optimis kecuali kalau isu corona membesar ini agak mengkhawatirkan. Kalau Indonesia lebih pada bagaimana mobilitas masih tetap terjaga. Mobilitas itu ada dua, mobilitas people maupun mobilitas barang. Yang jadi masalah kalau mobilitas barang dari China itu bisa mengganggu aspek produksi di Indonesia, pasti akan terpengaruh. Nah, itu yang perlu dicari alternatif-alternatifnya,” jelas Agus Nurudin.

"Inovasi menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan tantangan tadi, baik itu isu virus korona maupun isu trade war (perang dagang, red), maka pengusaha harus inovatif, termasuk di dalam kaitannya dengan isunya kepala sawit dengan Euro, itu kita harus cari terobosan-terobosan tertentu bagaimana itu konsensus bisa dicapai,” lanjut Agus.

Dalam menghadapi pergeseran serta perubahan ekonomi global pada tahun 2020 ini, Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) Benny Lianto menyarankan pemerintah dan pelaku ekonomi nasional perlu memetakan dan memproyeksikan dinamika ekonomi untuk meminimalisir dampak buruknya

“Kita berhadapan dengan sebuah kondisi lingkungan ekonomi yang terjadi banyak shifting, sehingga tantangan ke depan itu menjadi lebih kompleks, oleh karena itu perlu membuat peta, kita perlu membuat proyeksi, kira-kira seperti apa dinamika yang akan terjadi di tahun 2020. Sepertinya di tahun 2020 kita memperkirakan dampak politik global, ekonomi global akan sampai ke kita. Memberikan dampak pada ekonomi Indonesia Indonesia. Tapi ternyata kan ditambah lagi dengan sebuah masalah baru tentang wabah virus korona, itu membuat dampaknya itu menjadi lebih luar biasa,” jelasnya.

baca juga

Staf Ahli DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Abraham Ibnu meyakini perubahan kondisi sosial politik dan ekonomi global mampu dihadapi pengusaha di dalam negeri. Namun, menurut Abraham Ibnu, kepastian hukum dari pemerintah sangat diperlukan untuk memberi perlindungan berinvestasi dan berusaha di Indonesia.

“Pemerintah memang sudah mulai fokus ya, artinya ada beberapa yang sangat perlu diperhatikan, terutama dalam rancangan omnibus law yang sekarang sedang digencarkan, dan memang dari 2.580 peraturan, undang-undang dan lain-lain, mau dipersingkat menjadi hanya 180," jelas Abraham Ibnu.

"Kenapa itu penting, pertama, para pengusaha itu minta kepastian tentang hukumnya, aturannya, aturan pelaksanaannya bagaimana, karena masih banyak sekali di lapangan itu yang memang aturannya di daerah, kabupaten dan kota itu bertentangan dengan provinsi, atau dengan pemerintah pusat,” tambahnya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Event Olahraga yang Batal dan Ditunda Akibat Virus Corona

Event Olahraga yang Batal dan Ditunda Akibat Virus Corona

Sport | Sabtu, 15 Februari 2020 | 07:16 WIB

Corona Menyebar ke Timur Tengah, 1 Orang Terjangkit di Mesir

Corona Menyebar ke Timur Tengah, 1 Orang Terjangkit di Mesir

News | Sabtu, 15 Februari 2020 | 06:47 WIB

Toleransi Muslim dan Keturunan China Dekat Karantina Corona WNI eks Wuhan

Toleransi Muslim dan Keturunan China Dekat Karantina Corona WNI eks Wuhan

News | Sabtu, 15 Februari 2020 | 06:30 WIB

Sebut Virus Corona Masuk ke Medan, Pria Ini Sedang Dicari Pihak Rumah Sakit

Sebut Virus Corona Masuk ke Medan, Pria Ini Sedang Dicari Pihak Rumah Sakit

News | Jum'at, 14 Februari 2020 | 20:21 WIB

Akibat COVID-19, Warga China Beri Kekasihnya Buket Masker untuk Valentine

Akibat COVID-19, Warga China Beri Kekasihnya Buket Masker untuk Valentine

Health | Jum'at, 14 Februari 2020 | 20:30 WIB

Terkini

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

BSI Implementasikan Green Zakat, Sampah Anorganik Bisa Jadi Tabungan Emas

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:38 WIB

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Dua Pembangkit Alami Gangguan Jadi Biang Kerok Listrik di Jawa Padam Bergilir

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:25 WIB

BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026

BRI KKB Hadirkan Promo Pembiayaan Mobil Listrik, Bunga Mulai 3% Flat hingga 31 Agustus 2026

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:17 WIB

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Anak Muda Ramai Investasi tapi Tak Paham Cara Kerjanya, IPOT Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:16 WIB

Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni

Punya Nahkoda Baru, Eks Direksi Telkom Budi Setyawan Jadi Bos Pelni

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:11 WIB

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Ancaman PHK Meningkat, Pendaftaran Program Indonesia Pintar Ikut Melonjak

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:41 WIB

Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM

Tak Hanya Kelola Kebun, Emiten TAPG Juga Investasi SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:36 WIB

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Meski Pasar Saham RI Tak turun Kelas, Investor Asing Tetap Bawa Kabur Rp1,39 T

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:29 WIB

Jelang RUPST, MDKA Usulkan Perombakan Direksi Besar-Besaran

Jelang RUPST, MDKA Usulkan Perombakan Direksi Besar-Besaran

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 14:12 WIB