Dibiayai Ratusan Miliar, Trek Formula E Tak Hanya Sekali Pakai

RR Ukirsari Manggalani | Ria Rizki Nirmala Sari
Dibiayai Ratusan Miliar, Trek Formula E Tak Hanya Sekali Pakai
Layout atau desain lintasan Formula E 2020 Jakarta. [Dok. Ist]

Trek untuk Formula E disebutkan mampu bertahan hingga lima tahun. Bahkan kualitas material lebih lama lagi.

Suara.com - PT Jakarta Propertindo mengajukan Rp 344 miliar ke dalam APBD DKI untuk pembangunan infrastruktur penyelenggaraan Formula E 2020. Pembangunan infrastruktur itu diyakini tidak hanya digunakan untuk acara itu.

Direktur Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Darwoto menjelaskan anggaran itu akan digunakan untuk membangun barrier, pagar, aspal dan kebutuhan lainnya. Namun ia menegaskan kalau pembangunan infrastruktur ini tidak akan dipakai hanya satu kali saja.

Dwi menuturkan bahwa pihak-pihak terkait telah menyepakati kontrak bersama pihak Formula E untuk lima tahun. Kalau penyelenggaraan Formula E kembali diselenggarakan lima tahun kemudian, maka tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran. Hal itu disampaikannya karena kualitas material daripada infrastruktur yang dibangun saat ini bisa bertahan hingga 10 tahun.

Suasana penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (4/2).  [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Suasana penanaman pohon di lokasi revitalisasi Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (4/2). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Ini 'kan alat bisa dipakai 10 tahun. Ok, kita sudah berkomitmen atau berkontrak dengan Formula E lima tahun. Ini juga nanti tahun depan menggunakan alat yang sama. Apakah ada biayanya? Enggak ada," kata Dwi dalam diskusi bertajuk "Menghitung Formula Ekonomi-Sosial Dari Formula E Jakarta" di kawasan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2/2020).

Selain itu, ia menyebut pihaknya bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI). Dengan memanfaatkan kerja sama itulah Dwi menilai kalau pembangunan infrastruktur Formula E juga bisa digunakan untuk acara-acara serupa.

"Setelah selesai Formula E apakah alat ini bisa digunakan untuk aktivitas IMI acara-acara (misalkan) mereka mau gokart? Bisa," ujarnya.

Maka dari itu, Dwi berharap masyarakat bisa memahami anggaran yang begitu besar untuk penyelenggaraan Formula E itu bukan hanya untuk sekali pakai. Akan tetapi secara tindak langsung juga memikirkan investasi jangka panjang.

"Iya. Ya teori ekonomi lah biasanya kalau kita investasi pertama kali. Tahun pertama, tahun kedua rugi, taun ketiga, dan seterusnya. Itu kan normal aja," pungkasnya.

Untuk diketahui, Dwi sempat membeberkan dana yang telah digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Formula E. Paling banyak dana dikeluarkan untuk infrastruktur.

Dana untuk infrastruktur itu termasuk dalam commitment fee sebesar Rp 396 miliar. Dana itu dibayarkan Pemprov DKI kepada FIA Formula E yang telah memberikan izin penyelenggaraan balap mobil ramah lingkungan di Indonesia.

"Yang PMD kita ajukan ke DPRD kemarin adalah hanya infrastruktur overlay pengaspalan, barrier, lalu pagar stand. Itu bisa untuk digunakan terus hingga lima tahun depan," kata Dwi menjelaskan dana sebesar Rp 344 miliar dari Rp 767 miliar yang telah disetujui oleh DPRD DKI dalam perencanaan anggaran daerah 2020 di Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020).

Untuk anggaran sebesar Rp 423 miliar Dwi mengatakan dana ini disiapkan sebagai "bank guarantee".

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS